Jodoh Florence

Jodoh Florence
Obrolan Lelaki Absurd


__ADS_3

Tiga hari setelah lamaran pribadi antara Kyo dan Flo terjadi, saat ini Kyo tengah bersantai dengan kedua sahabatnya yang tergabung dalam trio somplak. Mereka menyebut dirinya somplak karena mereka merasa tampan tapi berjiwa nyeleneh dan sok cool. Yang penting bukan cool cash (baca : kulkas) 🤭


Entah obrolan apa saja yang mereka bicarakan, terkadang yang mereka bahas dalam pertemuan nggak penting itu ngalor ngidul nggak jelas tapi tetap membuat ketiganya tergelak. Suara tawa mereka terdengar menggema di lapangan basket indoor siang ini.


"Kyo, gue tanya deh sama lo, kok bisa sih Flo mau sama lo? Padahal dulu lo orangnya ketus ngalahin beruang kutub! Apa jangan - jangan lo pakai pelet ya?" goda Tian pada Kyo yang duduk di sampingnya tengah meneguk air mineral botol.


"Ah lo kasih tak sampai sih, bisanya fitnah doang! Buktinya apa coba?" Kyo tak terima kemudian menoyor pelan kepala Tian. Tian terkekeh.


Randy hanya menggelengkan kepala melihat candaan kedua sahabatnya.


"Gue juga nggak tahu, lo boleh ngatain gue gila atau apalah itu ya, tapi asal kalian tahu, Flo itu cinta pertama gue. Dari gue kelas tiga esde. Percaya nggak?" ujar Kyo tegas sembari bertanya balik pada keduanya yang antusias mendengarkan kronologi sebenarnya.


"Busyet dah, umur segitu gue masih ingusan, belum ngerti pacaran. Palingan juga gue masih seneng maen kelereng sama karambol, belum ngerti cewek, nggak kayak lo Kyo, dewasa sebelum waktunya!" sahut Tian menimpali ucapan Kyo.


"Sembarangan kalau ngomong, gue kan bilangnya dia cinta pertama gue, apa ada yang salah sama perasaan gue? Wajar lah, selama gue sukanya sama lawan jenis. Fine - fine aja kan? Lo tahu nggak pas pertama kali lihat dia, beuh manis banget senyumnya, ya gue klepek - klepek seketika," ujar Kyo seraya mengingat kembali memori sembilan tahun yang lalu sambil mendongakkan kepalanya, seperti ada gambaran jelas disana. Randy dan Tian saling melihat satu sama lain dan kompak mengedikkan bahu.



"Udah, udah nggak usah diinget mulu, ntar lo pandangin sepuasnya pas dia udah jadi bini lo. Masa iya umur segini yang diingat pas masih pertama kali ketemu! Ya dia masih anak esde dong, lo bukan pedofil kan?" goda Tian.


"Itu mulut emang kudu di ruqyah biar bener apa yak? Dari tadi yang gue denger lo nyudutin Kyo mulu! Sensi banget sih lo, Yan! Jangan - jangan lo masih ada rasa sama Flo? Aurel mau lo kemanain?" ledek Randy kemudian berdiri berkacak pinggang di depan Tian.


"Et dah, mentang - mentang bakal jadi calon ipar dibelain mulu, tenang aja deh bro, gue bercanda kali! Buwahahaha," ejek Tian pada Randy.


"Nggak lucu tahu!" Kyo pura - pura manyun, mencoba menahan tawanya.


"Kok lo bisa suka sama Aurel sih, dulu ceritanya gimana, Yan? Padahal kalau gue inget nih, kalian itu kayak tom and jerry versi manusia!" tanya Randy tiba - tiba.


"Gue juga nggak tahu, awalnya kita sering debat, ledek - ledekan nggak jelas tapi kalau sehari nggak lihat tuh anak, kok gue kangen ya! Gitu lah, Ran. Perasaan gue sama Aurel itu ibarat lukisan abstrak, nggak berbentuk, sulit diartikan orang awam, indah dan hanya kami yang tahu akan indahnya perasaan itu. Daripada temen kita satu ini, cintanya dia ke Flo ibarat maen layang - layang," ucap Tian seraya tersenyum remeh.


"Kok bisa?" Randy antusias.


"Maksudnya?" respon Kyo cepat, ia sedikit tak terima dan ikut meminta penjelasan dari mulut Tian.


"Kenapa gue bilang cinta Kyo ke Flo kayak maen layang - layang? Karena, kita tahu kan tiap orang maen layangan selalu pakai senar atau tali yang panjang buat di tarik ulur supaya itu layangan bisa terbang tinggi ke langit, nah sama halnya kayak perasaan ini cowok titisan beruang kutub, terlalu sering maen trik tarik ulur makanya Flo nya terbang ke beberapa cowok lain. Untungnya mereka putus, nah coba kalau nggak? Mana mungkin dia bisa pacaran sama Flo! Hanya mukjizat dari Tuhan yang bisa mempertemukan cinta mereka." ucap Tian sok puitis.


"Ada benernya juga lo, Yan. Tumben lo rada pinter, biasanya juga lo sering remedial mulu tiap pelajaran bahasa indonesia!"

__ADS_1


"Astaghfirullah, Ran! Lo tuh ya kalau ngomong, suka bener!" jawab Tian, malu - malu kucing.


"Dari tadi gue dengerin bahasanya dia kayak penyair ulung, kerasukan roh Kahlil Gibran apa, Yan?" ledek Randy yang tak henti - hentinya menggoda Tian.


Kyo tergelak lebih dulu kemudian disusul kedua sahabatnya, mereka menepuk bahu satu sama lain. Obrolan lelaki absurd yang nggak jelas itu tak berhenti di situ saja.


"Kalian jangan saling ledek mulu, entar jatuh cinta loh!" Kyo buka suara membuat kedua sahabatnya bergidik ngeri.


"Astaghfirullah, Kyo. Kata - kata itu adalah doa, mendingan lo doain gue biar bisa ngumpulin duit biar bisa ngawinin Aurel!" Tian mengelus dada mendengar ucapan Kyo membuat Randy cengengesan.


"Nikah, Yan, bukan kawin, maknanya udah beda!" ucap Randy.


"Maksudnya gimana ya? Sorry gue nggak paham," sahut Tian sok polos.


"Ah elah, ini anak, nikah udah pasti kawin, kalau kawin belum tentu nikah. Ente faham?" jawab Randy cepat, menimpali mode **** nya Tian.


"Apa iya?"


"Iya!" ucap Kyo dan Randy serempak, Tian terkekeh geli.


"Kalian masih pada inget nggak pas Tian dihukum bu Nining guru biologi waktu kelas X?" Kyo mengenang momen lama yang menggelitik untuknya.


"Yang kalian inget aib gue doang, yang baiknya nggak pernah diinget, sahabat durhaka lo pada!" Tian mendengus kasar.


Kyo dan Randy puas menertawakan Tian. Tidak dengan Tian, ia manyun akan cerita lama itu.


Flashback On


Dua tahun yang lalu, kelas X A


Waktu sudah menunjukkan pukul 13.50 wib, tinggal sepuluh menit lagi waktunya pulang. Pelajaran terakhir hari ini adalah biologi. Sebelum pulang, guru biasanya memberikan kuis untuk dijawab para murid guna menambah nilai.


"Ok, anak - anak, sebelum pulang kita mulai ya kuisnya. Yang bisa menjawab pertanyaan bu Nining tolong angkat tangan! Pertanyaan pertama, apakah fungsi hati pada manusia? Ada yang bisa jawab?" bu Nining memperhatikan satu per satu murid di dalam kelas.


Tak ada yang mau mencoba, akhirnya beliau putuskan melihat buku absensi dan memanggil nama murid dengan sistem acak.


" Karena nggak ada yang mau jawab, ibu panggil nama murid secara acak ya," ucap bu Nining seraya memperbaiki letak kacamatanya. "Sebastian Wijaya, tolong dijawab!"

__ADS_1


Tian yang dipanggil hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan lagi fungsi pendengarannya baik - baik. Takutnya ia salah dengar karena sedari tadi ia melamun nggak jelas pasca diputuskan hubungannya secara sepihak oleh Vina dua hari yang lalu.


"Saya, bu?" tanya Tian pada bu Nining.


"Iya, kamu. Tolong dijawab,"


"Fungsi hati pada manusia adalah membentengi dirinya bahwa ia sudah ada yang punya, supaya nggak jelatatan nyari yang lain!" Tian tak sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Kyo menyikut lengannya.


Efek patah hati nih! Batin Kyo.


"Oh, begitu? Baik, ibu terima jawabannya ya. Pertanyaan kedua, masih harus dijawab Tian ya, penyebab hati berwarna merah tua?" lanjut bu Nining, beliau sengaja memberi pertanyaan pada Tian lagi.


"Karena terlalu sering memendam perasaan bu, menjadi beban berat dan tertekan hingga membuatnya tak lagi cerah seperti awal jumpa."


"Bagus, bagus. Kamu tahu ini pelajaran biologi kan, Sebastian?"


"Tahu, Bu! Gimana ya, Bu? Apa ada yang salah dengan jawaban saya?" tanya Tian pasang wajah tak bersalah.


"Huuuuu," suara gemuruh teman - teman sekelas membahana meneriaki kekonyolan jawaban Tian.


"Stop! Anak - anak kalian diem dulu! Tian, ini bukan pelajaran mengarang indah, jawaban kamu salah semua. Sepertinya ibu harus memberikan kamu hadiah ya," ucap bu Nining menggantung.


"Salah kok dapat hadiah, Bu?" celetuk Randy.


"Maklum bu, dia lagi patah hati, abis putus cinta. Lebih tepatnya diputusin, bu! Mohon maaf kalau jawabannya agak nyeleneh," ucap Kyo enteng, entah bermaksud membela atau membongkar aib sahabatnya sendiri, hanya dia dan Tuhan yang tahu.


"Tian, setelah jam pelajaran saya selesai, kamu harus menjelaskan tentang organ hati di ketik dua halaman besok dikumpulkan ke saya. Satu lagi, hadiahnya juga bisa membuat kamu sehat dan bahagia,"


"Baik bu. Hadiahnya apa ya, bu? Kok firasat saya nggak enak."


"Hadiah kamu adalah, Lari. Lari dari kenyataan," bu Nining melengkungkan senyum di wajahnya, Tian melongo.


Flashback Off


Kyo dan Randy masih menertawakan Tian, seolah ada sebuah kebahagiaan tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata - kata untuk membully Tian. Tian pura - pura manyun, ia pasang gaya cool dengan menahan tawanya.


Hingga sebuah teriakan mengejutkan ketiganya. Kyo cs mengemasi tas masing - masing dan mencari sumber suara.

__ADS_1


"Tolong!!" teriak seorang perempuan.


* * *


__ADS_2