Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 100 (part 2)


__ADS_3

Hanya membutuhkan waktu 15 menit perjalanan mereka pun sampai di restoran Sari. Andra langsung mengajak Anisa untuk menemui mamanya. Awalnya Anisa ragu, tapi demi niat dan tekad untuk bekerja, Anisa mengumpulkan rasa beraninya untuk bertemu dengan mamanya Andra. Anisa khawatir dan takut jika mamanya Andra menolak dirinya untuk bekerja direstorannya. Hanya ini harapan Anisa untuk bisa bekerja dan mendapatkan uang.


Andra langsung mengajak Anisa menemui mamanya diruangannya. Sebelumnya Andra sudah bercerita kepada mamanya kalau akan ada temannya yang akan bekerja direstoran mamanya. Sari pun didalam ruangannya juga sedang menunggu kedatangan Andra dan Anisa.


"Assalamualaikum ma!" kata Andra seraya membuka pintu ruangan Sari.


"Waalaikumsalam sayang, ayo masuk, mama udah nungguin kamu dari tadi!" kata Sari seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Iyaa kah ma, maaf yaa ma kalau udah nunggu lama, soalnya tadi Andra mampir makan siang dulu!" jelas Andra.


"Yaudah gak papa... lho mana temen kamu yang mau kerja disini?" tanya Sari melihat kearah belakang Andra.


"Lho, Nis... ayo masuk sini!" Seru Andra yang tidak menyadari bahwa Anisa masih berada didepan ruangan Sari.


Mendengar panggilan Andra, Anisa langsung masuk ke dalam ruangan Sari, seraya sedikit menundukkan kepalanya.


"Ini ma, temen Andra yang mau kerja disini!" kata Andra.


"Oh ternyata temen kamu cewek toh... ayo mari silahkan duduk dulu!" kata Sari mempersilahkan Anisa duduk di sofa.


"Makasih tante, eh bu!" kata Anisa gugup.


"Panggil aja tante gak apa kok. Jadi kamu mau bekerja di sini?" tanya Sari setelah mereka semua duduk di sofa.


"Iya tan, kalau boleh saya ingin bekerja disini, dibagian apa aja saya mau tan!" kata Anisa.


"Oh ya, nama kamu siapa lalu rumah kamu dimana?" tanya Sari.

__ADS_1


"Nama saya Anisa, rumah saya ada di jalan Damai tan!" jawab Anisa.


"Berarti tidak begitu jauh dari sini yaa. Kalau boleh tau, kenapa kamu mau bekerja disini, bukankah kamu juga harus berkuliah?" tanya Sari kembali.


"Saya memang lagi membutuhkan pekerjaan tan, dan untuk kuliah saya masih akan terus melanjutkannya, oleh karena itu, kalau boleh, saya bekerja setelah pulang dari kuliah tan!" jelas Anisa.


Sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin Sari tanyakan, dia merasa penasaran dengan kehidupan Anisa. Dari pertama kali Sari melihat Anisa, dia langsung bisa menilai bahwa Anisa adalah anak yang baik, dilihat dari cara berbicaranya yang sopan, wajahnya yang polos, dan penampilannya yang sederhana.


Sari menyimpan rasa penasarannya kembali, mungkin dia akan menanyakannya lain kali.


"Oke Anisa, kamu saya terima kerja disini. Kamu boleh bisa langsung bekerja, atau mau mulai besok juga boleh!" kata Sari.


"Alhamdulillah ya Allah... tante ini beneran saya diterima kerja. Terimakasih tante, terimakasih kak Andra!" seru Anisa senang. Dia langsung menjabat tangan Sari dan Andra secara bergantian.


"Sama sama Anisa, semoga kamu betah bekerja disini!" kata Sari.


"Tentu boleh, sebentar yaa, saya panggilkan manajer saya dulu untuk mengajari kamu dibangian kasir!" kata Sari, lalu beranjak dari tempat duduknya menuju meja kerja untuk menelevon manajernya.


"Kasir?.. saya dibagian kasir tan?" tanya Anisa tidak percaya. Karena dia pikir dia akan bekerja dibagian pelayan, atau tukang cuci piring, tapi pikirannya ternyata salah. Dia malah mendapatkan posisi yang lebih tinggi.


Sari hanya menganggukkan kepalanya saja seraya tersenyum kepada Anisa, dengan gagang televon ditangannya, lalu segera memanggil Manajernya.


"Halo pak Bay, tolong keruangan saya sebentar ya!" kata Sari dari sambungan televon.


Tak berapa lama, pintu ruangan diketuk, ternyata yang datang adalah pak Bay, manajer direstoran tersebut, orang kepercayaan Sari.


"Pak Bay, tolong ajari Anisa dibagian kasir yaa, dia anak baru yang akan bekerja disini, oh ya dan jangan lupa kasih Anisa seragam kasir yang baru!" jelas Sari.

__ADS_1


"Baik bu" ucap pak Bay.


"Anisa, kamu ikut dengan pak Bay yaa, nanti semuanya akan diajari oleh pak Bay!" kata Sari.


"Iya Tante, terimakasih!" kata Anisa.


Kemudian Anisa mengikuti pak Bay keluar dari ruangan Sari. Andra dari tadi memang tidak berbicara apapun, tapi pandangannya tidak pernah lepas dari Anisa. Dari awal sampai akhirnya Anisa keluar dari ruangan Andra tidak sekalipun melepaskan tatapannya dari Anisa. Sari pun menyadari hal itu.


"Ehm...ehm...., orangnya udah gak kelihatan!" kata Sari yang mengejutkan Andra.


"Apaan sih ma!" kata Andra malu.


"Kamu suka yaa sama Anisa?" tanya mamanya to the point.


"Enggak ma, mama apaan sih, lagian kita itu juga baru kenal!" kata Andra beralasan.


"Kamu itu gak bisa bohongin mama, mama itu tau!" kata Sari menggoda Andra.


"Udah ah ma, Andra mau mandi disini... gerah banget soalnya!" ucap Andra beralasan. Dia ingin menghindari pertanyaan mamanya yang membuatnya menjadi salah tingkah.


Lalu Andra langsung menuju ke kamar mandi sebelum mamanya melontarkan pertanyaan lagi kepadanya.


Sedangkan Anisa dengan serius melihat pak Bay mengajarinya dibagian kasir. Anisa merasa sangat beruntung bisa mendapatkan pekerjaan sekaligus mendapatkan posisi yang bagus. Kesempatan ini tidak akan dia sia siakan. Dia akan bekerja dengan sungguh sungguh agar tidak mengecewakan Sari dan Andra yang sudah sangat baik kepadanya.


Hanya dalam satu kali ajaran, Anisa langsung menguasai semuanya, wajar saja, karena Anisa memang anak yang pintar dan cerdas. Dan pak Bay tidak perlu mengajarinya berulang ulang.


Setelah itu Anisa mulai bekerja, dia selalu menunjukkan senyum manisnya kepada setiap pelanggan yang datang membayar.......

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2