
Saat ini usia kandungan Sari sudah memasuki bulan ke tujuh. Dan tepat pada hari ini Sari dan keluarganya mengadakan syukuran tujuh bulanan. Pak pardi dan bu Siti pun telah berada di Jakarta 2 hari yang lalu dijemput oleh orang suruhan Rendra.
Acara tujuh bulanan pun berjalan dengan lancar. Setelah acara selesai para tamu sudah pada pulang. Sedangkan keluarga besar Sari dan Rendra masih berkumpul diruang keluarga.
"Alhamdulillah, acaranya tadi berjalan dengan lancar!" kata pak Yudi.
"Iya pak, alhamdulillah!" kata pak Pardi.
"Oh ya pak Pardi, bu Siti, disini saja yaa sampai Sari melahirkan, sambil nemenin Sari disini,gimana?" tanya bu Lestari.
"Iya bu, bapak dan ibu tidak usah balik ke kampung dulu yaa!" pinta Sari.
"Gimana yaa bu, Sar, bukannya ibu dan bapak tidak mau... tapi bagaimana dengan toko dirumah, sayang sekali nanti kalau barang barang pada kadaluarsa!" jelas bu Siti.
"Begini saja bu, biar bapak yang pulang ke kampung, ibu disini saja ya, temani Sari sampai melahirkan!" kata pak Pardi.
"Tapi apa bapak tidak apa apa dirumah sendiri dan menjaga toko sendirian!" tanya bu Siti agak khawatir.
"Tidak apa apa bu... nanti bapak bisa suruh orang buat bantuin bapak di toko!" jawab pak Pardi.
"Iya bu Siti... Nanti jika sewaktu waktu oak Pardi mau kesini lagi, tinggal kami jemput saja!" kata bu Lestari.
"Yaa sudah kalau begitu, ibu disini saja menemani Sari sampai melahirkan!" kata bu Siti.
"Makasih yaa pak, bu, Sari seneng banget!" kata Sari tersenyum bahagia.
Mereka masih melanjutkan mengobrol di ruang keluarga, sampai tak malam kian larut. Akhirnya mereka menuju ke kamar masing masing untuk beristirahat.
__ADS_1
"Mas, besok kita USG yuuk...kita kan selama ini belum tau jenis kelamin anak kita... Setiap USG pasti gak kelihatan!" kata Sari setelah sampai kamar.
"Iyaa sayang, besok kita ke dokter yaa!" kata Rendra.
"Kita sekalian ajak ibu ya mas... kalau mama kan besok kerja!" pinta Sari.
"Iya sayang, terserah kamu, mau ajak siapa aja boleh... asal jangan ajak satu kompleks!" kata Rendra menggoda Sari.
"Hahaha, apaan sih mas, gak lucu tau!" kata Sari seraya mencubit pinggang Rendra.
"Auw, sakit yang, gak lucu kok ketawa sih!" kata Rendra seraya memegangi pinggangnya yang agak terasa linu.
Malam semakin larut, mereka pun tidur dalam dekapan satu sama lain, memberikan rasa nyaman dan kehangatan malam itu.
*Keesokan harinya*
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Rendra, Sari dan ibunya sudah bersiap untuk pergi ke dokter kandungan.
"Tidak Sar, pergilah bersama ibumu saja, bapak tunggu dirumah!" jawab pak Pardi.
"Yaudah kalau gitu kami berangkat dulu yaa pak!" tanya Rendra
"Iya nak, hati hati" kata pak Pardi.
Setelah berpamitan mereka langsung berangkat menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Rendra langsung menuju ke resepsionis.
__ADS_1
"Selamat pagi pak Rendra, silahkan anda dan istri anda sudah ditunggu dokter setiawan diruangannya!" kata resepsionis tersebut.
Sebelumnya Rendra sudah membuat janji dengan dokter Setiawan, untuk pemeriksaan hari ini.
"Terimakasih" ucap Rendra. Lalu mereka langsung menuju ke ruangan dokter Setiawan.
"Selamat pagi Dok" sapa Rendra setelah memasuki ruangan bersama Sari dan Ibunya.
"Selamat pagi juga pak Rendra, mari silahkan duduk!" balas dokter Setiawan.
"Terimakasih dok" kata Sari dan Rendra bersamaan.
"Bagaimana keadaannya bu Sari... ada keluhan apa saja?" tanya dokter Setiawan.
"Alhamdulillah baik dok... sejauh ini saya tidak merasakan keluhan apa apa... saya ingin mengetahui jenis kelami anak saya dok!" jelas Sari.
"Oh, kalau begitu mari kita cek USG" kata dokter Setiawan, lalu beranjak dari tempat duduknya menuju ruang pemeriksaan diikuti oleh Rendra,Sari dan juga bu Siti.
Dokter Setiawan mulai melakukan USG kepada Sari. Dibantu oleh salah satu susternya.
"Selamat yaa pak Rendra dan bu Sari, sepertinya anak anda berjenis kelamin laki laki!" jelas dokter Setiawan seraya melihat ke layar komputer.
"Alhamdulillah... Mas, bu anak kita dan cucu ibu laki laki!" kata Sari bahagia.
"Alhamdulillah, iyaa nak...!" kata bu Siti.
Rendra yang mendengar itu merasa sangat bahagia dan bersyukur. Karena memang selama ini dia mengharapkan anak laki laki. Tapi mau laki laki ataupun perempuan Rendra tetap bahagia.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, mereka langsung pulang kerumah. Sari merasa tidak sabar untuk segera memberitahu jenis kelamin anaknya kepada orang rumah. Dia ingin membagi kebahagiaannya dengan orang orang disekitarnya dan orang yang dia sayangi.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...