Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 49


__ADS_3

Pagi pukul 7.00 WiB... sarapan sudah siap di meja makan. Hari ini hanya Rendra yang sarapan sendirian.


Saat Rendra sampai ditempat makan, dia memanggil Sari. Rendra mengajaknya untuk makan bersama.


"Boleh ajak sekalian mbak Asih tidak mas, ikut sarapan disini!" pinta Sari dengan pelan pelan karna takut dimarahi.


"Boleh donk Sar, panggil bi Asih suruh kesini kita sarapan sama sama!" kata Rendra.


Kemudian Sari memanggil Asih untuk sarapan bersama. Awalnya Asih menolak karena merasa tidak enak hati jika makan satu meja dengan majikannya. Tapi Sari bilang kalau ini perintah dari Rendra. Akhirnya Asihpun mau.


Setelah di ruang makan dan duduk kemudian makan bersama Rendra membuka suara.


"Bi Asih mulai sekarang Sari bukan lagi pembantu disini, jadi nanti malam dia pindah tidur di kamar tamu!" Kata Rendra.


Asih yang mendengar itu terlihat kebingungan. Dia berfikir kalau Sari tidak boleh bekerja disini lagi.


"Maaf den, apa Sari sudah bikin kesalahan, sehingga dia tidak boleh bekerja disini lagi den?" tanya Asih yang mengira bahwa Sari dipecat.


"Bukan begitu maksud aku bi, tapi Sari sekarang kan udah jadi pacar aku,jadi dia setatusnya bukan pembantu lagi dirumah ini!" jelas Rendra.


Asih yang mendengar perkataan Rendra langsung tersedak dengan makanannya. Dia begitu kaget dengan ucapan Rendra.


"Mbak Asih hati hati makannya... ini minum dulu!" kata Sari seraya memberikan segelas air kepada Asih.


"Maaf den,. saya kaget aja... apa den Rendra serius dengan apa yang aden katakan tadi?" tanya Asih yang masih tak percaya.


"Aku serius bi, buat apa aku bohong. apa Sari belum cerita ke bi Asih?" tanya Rendra.


"Sebenarnya Sari sudah menceritakan kepada saya den, tapi sayanya tidak percaya. Saya pikir Sari hanya mengada ngada den!" jelas Asih yang merasa malu karena sudah tidak mempercayai Sari.

__ADS_1


"Tapi sekarang mbak Asih percaya kan kalau aku tidak berbohong dan tidak sedang berkhayal!" jelas Sari.


"Iya Sar, aku percaya kok sekarang, maaf yaa karena awalnya aku tidak mempercayaimu!" sesal Asih.


"Iya mbak Asih, gak apa kok... aku ngerti!" ucap Sari.


Kemudian mereka melanjutkan sarapan. Setelah itu, Rendra bergegas untuk berangkat ke kantor. Awalnya Rendra ingin mengajak Sari untuk pergi ke kantornya. Tapi Sari menolaknya dengan alasan akan memindahkan barang barangnya ke kamar tamu. Tapi sebenarnya Sari hanya belum siap untuk diajak Rendra ke kantornya, karna dia masih merasa malu dengan seluruh karyawan Rendra yang berada di kantornya.


Sesampainya di kantor, seperti biasa Rendra langsung menuju ruang kerjanya. Dan dia langsung melakukan panggilan melalui televon yang ada di meja kerjanya.


Tak lama kemudian datanglah Rio ke ruang kerja Rendra.


"Gimana bro semalam, sukses gak!" seru Rio yang langsung duduk di shofa.


"Sangat sukses bro. Sari akhirnya nerima gue. Dan ternyata Sari juga menyimpan perasaan yang sama dengan gue!"kata Rendra mendekati Rio dan kemudian duduk disampingnya.


"Amin... Oh ya bro, rencananya minggu depan gue mau nyusul nyokap bokap gue ke singapur bersama Sari. Jadi tolong lo urusin keberangkatan gue yaa... dan gue nitip urusan perusahaan sama lo!" Jelas Rendra.


"Siapp... Jangan bilang kalau lo mau bulan madu sama Sari!" ledek Rio.


"Yaa gaklah bro, nikah aja belum. Gie cuma pengen ngajak dia liburan aja, pasti kan dia belum pernah pergi keluar negri sama sekali!" jelas Rendra.


"Oke, serahin aja semuanya sama gue... mungkin depan lo dan Sari tinggal berangkat aja!" kata Rio.


****SEMENTARA KITA TINGGALKAN RENDRA DIKANTORNYA DAN BERALIH KE SARI YANG BERADA DIRUMAH****


"Sar sini biar aku aja yang pindahin barang barang kamu ke kamar tamu, kan sekarang kamu bukan pembantu disini!" kata Asih yang menghampiri Sari ke kamarnya.


"Tidak usah mbak, aku sendiri bisa kok... Meskipun sekarang aku adalah pacarnya den Rendra, aku mohon jangan berubah yaa mbak sama aku. Tetep jadi temen aku, tetep bersikap seperti biasa yaa mbak. Karna sampai kapanpun mbak Asih akan tetap jadi rekan kerja aku!" jelas Sari.

__ADS_1


"Iya Sar, hati kamu begitu baik.. Dan kamu juga tidak menyombongkan diri dengan setatusmu yang sekarang. Aku minta kamu tetep jadi seperti ini ya, Sari yang rendah hati!" kata Asih.


Sari kemudian langsung memeluk Asih. Sari sudah menganggap Asih seperti kakaknya sendiri.


"Yaa udah sini aku bantuin bawa barang barang kamu ke kamar tamu yuk!" kata Asih.


Kemudian mereka menuju kamar tamu yang akan ditempati oleh Sari.


Saat pintu kamar dibuka oleh Asih, dan Sari mulai memasukinya, Sari terperanjat melihat kamar yang begitu luas, jauh beda dengan kamar yang ditempatinya dibelakang.


"Mbak Asih ini kamarnya besar banget!" kata Sari takjub.


"Iya sar memang kamar tamu ini besar, kamu baru masuk pertama kali ini kan!" kata Asih seraya meletakkan barang barang Sari diatas tempat tidur.


"Iya mbak, aku baru pertama kali ini masuk.. dan isinya lengkap juga yaa mbak.. apa aku pantes mbak tidur disini!" kata Sari yang merasa tak percaya diri.


"Kamu ngomong apa sih Sar, yaa jelas pantes pantes ajalah, kan kamu sekarang pacarnya den Rendra. Jadi sudah sewajarnya kamu tidur disini!" jelas Asih.


"Nanti temani aku tidur disini yaa mbak sampai aku berani tidur sendiri ditempat sebesar ini!" pinta Sari.


"Iya Sar nanti aku temani kamu, tapi apa tidak apa kalau ketahuan den Rendra!" kata Asih ragu.


"Jelas gak apa apa donk mbak... nanti biar aku yang ngomong sama den Rendra!" jelas Sari.


Kemudian Sari dan Asih merapikan barang barang Sari di kamar tersebut. Setelah itu Asih kembali ke belakang. Tapi Sari masih mengikutinya. Asih sebenarnya sudah melarang Sari untuk melakukan pekerjaan rumah, tapi Sari tetap saja ingin membantu.


Sari tidak tega jika melihat Asih mengerjakan pekerjaan rumah sebesar ini sendirian. Dia berniat akan membantu Asih sampai Rendra mendapatkan pembantu baru untuk membantu Asih.


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2