
Pagi ini pak Pardi dan bu Siti akan pulang ke kampung. Mereka pulang diantar oleh Sari dan Rendra.
Setelah berpamitan dengan keluarga Rendra. Mereka langsung berangkat menuju kampung halaman.
Pak pardi dan bu Siti merasa sangat lega dan bersyukur, karena semua acara berjalan dengan lancar. Dari mulai akad nikah sampai resepsi pernikahan tak ada kendala apapun. Mereka berharap semoga kedepannya selalu diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya mereka sampai di rumah pak Pardi dan bu Siti.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga dirumah!" kata pak Pardi seraya membuka kunci pintu.
"Ayo kita masuk, apa kalian mau langsung balik ke jakarta?" tanya bu Siti kepada Sari dan Rendra.
"Iyaa bu, kita nanti gak nginep yaa... soalnya besok mas Rendra harus masuk kerja... kapan kapan kita bakal kesini lagi kok!" jelas Sari.
"Iyaa gak apa apa kok... yang penting kalian yang akur disana dan saling percaya!" kata bu Siti memberi nasehat.
Sari dan Rendra hanya mampir sebentar untuk melepas lelah. Setelah disana hampir 3 jam, mereka pun memutuskan untuk balik ke jakarta.
"Pak, bu, kita mau pulang ke jakarta sekarang!" kata Rendra menemui mertuanya yang sedang berada di toko kelontongnya untuk beres beres.
"Lho kenapa buru buru sekali. Beneran kalian gak mau menginap disini?" kata pak Pardi.
"Nanti takutnya kemaleman nyampai jakartanya pak.. Insyaallah, pasti kita kesini lagi!" jawab Rendra.
"Iya pak... bapak sama ibu sehat sehat yaa disini!" tambah Sari.
"Iya nak, kalian juga yaa!" kata bu Siti.
__ADS_1
Setelah mereka saling bersalaman dan berpelukan, akhirnya mereka pulang menuju Jakarta. Sari merasa begitu lega dan bahagia. Semua yang dia harapkan berjalan dengan keinginannya, dan semua itu tak luput dari ijin Allah. Serta kebahagiaan yang Sari dan keluarganya dapatkan sekarang tak lepas dari KehendakNya.
"Mas, alhamdulillah ya, semua berjalan dengan lancar, dari mulai akad sampai resepsi pernikahan kita tak ada kendala dan masalah apapun!" kata Sari di sela perjalanannya menuju jakarta.
"Iya sayang. Allah telah memberi kelancaran serta kemudahan untuk kita!" kata Rendra seraya menyetir mobilnya.
"Aku bahagia banget mas, rasanya hidup aku sempurna karena kamu!" kata Sari seraya memeluk lengan Rendra yang masih menyetir. Sudah tak ada rasa malu dan canggung lagi bagi Sari untuk menyentuh dan mendekat pada Rendra. Sekarang laki laki yang berada disampingnya adalah suami sahnya, Saripun sangat mencintai dan menyayangi Rendra.
"Sama sayang, aku juga bahagia!" kata Rendra,lalu mencium tangan Sari.
"Oh ya mas, aku boleh kerja gak... aku gak mau kalau cuma duduk duduk dirumah aja!" kata Sari.
"Emangnya kamu mau kerja apa sayang. Mending dirumah aja, duduk manis, nungguin suami pulang kerja. Aku gak mau kalau kamu capek!" jelas Rendra.
"Tapi mas, aku pengen punya aktivitas sendiri. Aku juga gak bakalan ninggalin kewajiban aku sebagai seorang istri!" kata Sari memohon.
"Jangan dikantor mas, soalnya aku ini hanya lulusan smk lho, mana bisa aku bekerja di perusahaan mas!" kata Sari.
"Yaa nanti kamu kerjanya cuma nemenin aku aja di kantor.. gimana!" kata Rendra menggoda Sari.
"Sama aja itu mas, gak kerja. Emmm gimana kalau aku buka usaha sendiri aja mas!" usul Sari.
"Memangnya kamu mau buka usaha apa sayang?" tanya Rendra penasaran.
"Aku mau buka restoran gimana mas... nanti menu andalannya tumis kangkung aku!" kata Sari bersemangat.
"Boleh juga sayang ide kamu, aku setuju... ihh pinter banget sihh istri aku ini... jadi makin sayang deh!" goda Rendra seraya mencubit pipi Sari.
__ADS_1
"Aduhh mas jangan gitu, mas kan lagi nyetir!" kata Sari seraya melepaskan tangan Rendra dari pipinya.
"Habisnya kamu gemesin sih...
Oke, kalau gitu, nanti aku libur kerja kita cari ruko atau lahan untuk buka restorannya" kata Rendra.
"Iyaa mas... makasih... tapi ini beneran gak apa apa kan mas kalau aku minta dibukain restoran... nanti aku takut mas ngeluarin biaya banyak!" resah Sari.
"Ya ampun sayang, kok mikirnya gitu sih. Aku malah seneng tau, kamu mau buka usaha sendiri. Kalau masalah biaya itu bukan masalah buat aku, mau habis biaya berapapun pasti aku bayar. Itukan udah jadi kewajiban aku sayang buat memenuhi semua kebutuhan dan apapun yang kamu inginkan!" jelas Rendra panjang lebar.
"Makasih banget yaa mas... aku janji aku gak bakal ngecewain mas!" kata Sari bersemangat.
"Iya sayangku!" kata Rendra.
Sari memang mempunyai keinginan untuk membuka usaha sendiri, dia tidak mau hanya berdiam diri dirumah. Dia sudah mempunyai ide untuk membuka restoran dengan nuansa perkampungan, dan menu yang akan dia sajikan adalah menu menu perkampungan pula. Dan menu yang akan menjadi andalan di restorannya nanti adalah tumis kangkung, dan aneka masakan yang bahan utama nya adalah tahu buatannya sendiri. Sari yakin bahwa usaha yang akan dia jalankan akan membawanya pada kesuksesan. Selama Allah memberinya kemudahan dan kelancaran.
Perjalanan yang mereka tempuh masih teramat jauh. Rendra berniat untuk berhenti di sebuah restoran untuk makan malam terlebih dahulu.
Setelah duduk dan memesan makanan, mereka masih membicarakan tentang rencana Sari yang akan membuka restoran., sambil menunggu pesanan mereka datang.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...
MOHON MAAF JIKA UP NYA LAMA YAA....🙏🙏
SEMOGA KAKAK KAKAK SEMUANYA TERHIBUR😊😊
TETAP SEMANGAT💪💪
__ADS_1