
Sudah 15 menit Anisa duduk di sebuah kafe sendirian menunggu sahabatnya datang.
Saat Anisa sibuk memainkan ponselnya, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari Andra.
Sebelum berangkat tadi Anisa memang mengirim pesan pada suaminya, bilang kalau ia akan bertemu teman SMA nya dulu.
"Sayang, maaf baru balas pesan mu. Ini mas baru kelar meeting nya. Sekarang kamu di mana?," Isi pesan tersebut.
"Iya mas nggak papa. Ini aku masih nunggu temen di cafe dekat sun hotel," Balas Anisa.
"Mas boleh nyusul kamu ke sana? udah nggak ada kerjaan juga. Jadi nanti,kita bisa pulang bareng," Kata Andra.
"Boleh dong mas. Ke sini aja. Nanti aku kenalin sama temen ku," Balas Anisa.
"Mas ke sana sekarang kalau gitu. Sampai ketemu sayang," Tulis Andra.
Saat Anisa sibuk dengan ponselnya tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Assalamualaikum Nis," Sapa suara tersebut.
Anisa pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui ternyata sahabatnya lah yang menyapanya.
"Walaikumsalam, Putri !!!!!!!!! ya ampun ini beneran kamu?," Seru Anisa saat melihat penampilan Putri yang kini sudah berubah. Bulu mata yang begitu lentik, sorot mata yang indah, rambut yang tergerai panjang. Benar-benar terlihat begitu cantik.
Langsung saja Anisa berhambur memeluk sahabatnya itu dengan begitu bahagia.
"Iya Anisa, ini beneran aku. Ngga nyangka deh bisa ketemu sama kamu lagi," Jawab Putri yang langsung membalas pelukan Anisa.
Cukup lama mereka berpelukan, melepaskan rasa rindu mereka selama ini.
Anisa melepaskan pelukannya, lalu memandang ke arah sahabatnya itu,mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Dari dulu sampai sekarang, kamu selalu cantik Put. Apa lagi sekarang, makin cantik banget," Ucap Anisa memuji kecantikan sahabatnya.
"Bisa aja kamu Nis. Kamu juga tambah cantik sekarang," Balas Putri.
__ADS_1
"Duduk yuk,kamu mau pesan apa?," Tanya Anisa.
"Aku udah pesan tadi di depan sama pelayannya. Nanti juga di anterin," Jawab Putri.
"Ngomong-ngomong sejak kapan kamu di bandung Put? Bukannya, dulu setelah lulus kamu pergi ke kalimantan ya ikut orang tua kamu," Tanya Anisa.
"Iya Nis,aku langsung lanjut kuliah di kalimantan. Terus ini aku di bandung juga baru satu minggu kok. Soalnya aku ada kerjaan di sini. oh ya kamu udah nikah ya sekarang?," Tanya Putri antusias.
"Udah dong.Nih lihat," Jawab Anisa seraya memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.
"Udah berapa lama kamu nikah Nis? terus udah punya momongan belum?," Tanya Putri.
"Udah lama Put,, udah 5 tahunan. Tapi sampai sekarang belum di kasih momongan," Jawab Anisa lirih. Hati nya pasti sedih jika mendapatkan pertanyaan seperti itu.
"Sabar Nis, mungkin emang belum waktunya aja. Pasti nanti juga di kasih. Semangat dong, kok jadi lesu gitu sih," Ucap Putri memberikan semangat.
"Terus kamu sendiri kenapa belum nikah sampai sekarang? Wanita se cantik kamu masa iya ngga ada yang mau sih. Atau mungkin kamu nya nih yang pilih-pilih banget," Tanya Anisa.
"Sebenarnya sih nggak pilih-pilih. Cuma emang belum ada yang cocok aja di hati aku. Pilih suami kan nggak boleh asal pilih Nis. Aku mau nya sekali se umur hidup. Siapa tau, selama aku di bandung,aku bisa dapet suami kan," Jawab Putri.
"Aamiin,,,aku doain yang terbaik pokoknya," Ucap Anisa.
"Nggak kok Put tenang aja. Tadi aku udah pamit. Malahan bentar lagi dia nyusul ke sini," Jawab Anisa.
"Jadi penasaran suami kamu kayak gimana. Pasti cakep. hehehe," Ucap Putri terkekeh.
"Iya dong cakep. Suami aku paling cakep pokoknya. hahaha," Jawab Anisa tertawa.
Mereka berdua pun saling berbagi cerita tentang kehidupan setelah lulus SMA. Rona bahagia di wajah ke dua wanita itu terlihat jelas.
Di tengah keseruan mereka, Andra ternyata sudah datang. Anisa yang melihat suaminya datang langsungmemanggilnya
"Hay mas,, sini..," Seru Anisa sambil melambaikan tangannya.
Putri yang langsung menoleh ke arah belakang langsung terkejut. Ia merasa tidak asing dengan laki-laki yang barusan di panggil 'Mas' oleh sahabat nya itu. Putri ingin memastikan kalau penglihatannya salah. Ia pun bertanya pada Anisa sebelum laki-laki itu sampai.
__ADS_1
"Nis, itu siapa yang kamu panggil?," Tanya Putri.
"Itu suami aku Put?," Jawab Anisa.
"Siapa namanya?," Tanya Putri lagi.
"Namanya Mas Andra. Andra Rainal Atmajaya," Jawab Anisa.
Deg......Jantung Putri serasa berhenti berdetak. Nama itu kembali lagi dalam pikirannya. Nama yang selalu ia ingat sampai sekarang.
Putri menundukkan kepalanya saat Andra tiba dan menyapa Anisa.
"Mas, ini kenalin sahabat aku, namanya Putri. Dan Put, kenalin ini suami aku namanya Mas Andra," Ucap Anisa.
Mau tidak mau Putri harus mengangkat kepalanya. Dan pandangan mereka pun bertemu. Terlihat jelas raut wajah Andra dan Putri langsung terlihat tegang satu sama lain.
Seketika suasana menjadi kikuk. Anisa menangkap ada sesuatu di antara mereka. Entah itu apa dirinya juga tidak tau.
Karena rasa penasaran, Anisa pun membuka suara.
"Ini kenapa kok kalian berdua jadi tegang gitu mukanya? Apa sebelumnya kalian udah saling kenal?," Tanya Anisa.
"Emmm...eng...itu Nis," Jawab Putri terbata-bata.
"Ada apa sih?. Coba deh ngomong aja. Mas ???," Tanya Anisa sambil menatap ke arah suaminya.
"Dia mantan aku waktu SMA dulu sayang," jawab Andra.
"Mantan???dulu kalian pernah pacaran??," Jawab Anisa kaget. Ia tak menyangka sama sekali kalau ternyata sahabatnya itu dulu pernah menjalin hubungan dengan suaminya. Selama ini antara Putri dan Andra tidak ada yang cerita padanya.
"Iya sayang. Tapi hubungan kita cuma bertahan 3 bulan aja. Soalnya waktu itu dia pindah ke kalimantan kalau nggak salah," Ucap Andra.
"Bener Put? Kamu sama Mas Andra pernah pacaran?," Tanya Anisa yang kurang yakin dengan ucapan suaminya.
"I-ya bener Nis. Tapi itu udah lama banget, pas sebelum aku berangkat ke kalimantan. Maaf ya Nis, dulu aku nggak sempat cerita ke kamu. Lagian aku juga nggak nyangka kalau ternyata Mas Andra jadi suami kamu sekarang," Jawab Putri.
__ADS_1
"Iya nggak papa. Kamu nggak perlu minta maaf Put. Itu semua kan masa lalu kalian. Jadi ya nggak masalah buat aku. Aku tuh cuma kaget aja, ternyata kalian pernah pacaran, Sumpah...dunia tuh sempit ternyata," Ucap Anisa.
Ia sama sekali tak cemburu dengan kenyataan itu. Toh, hanya masa lalu saja. Sekarang Mas Andra sudah menjadi miliknya, jadi ia tak perlu khawatir. Dan ia yakin kalau sahabatnya adalah wanita yang baik.