
Sore harinya Naura sudah berada di kosannya, dia diantar pulang oleh Nico. Hatinya merasa benar-benar sangat puas dan bahagia. Naura berharap semoga dia bisa bertemu dan jalan dengan Nico kembali.
Naura langsung beranjak menuju kamar mandi, rasanya badannya terasa lengket dan sangat lelah.
Setelah selesai mandi Naura langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur., tanpa menunggu waktu lama, Naura pun
terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan Nico juga sudah sampai di rumah. Di rumahnya terlihat Roy yang sedang duduk di ruang tamu.
"Baru balik lo Nic?" tanya Roy.
"Iya, capek banget" jawab Nico yang langsung melempar tubuhnya di atas sofa.
"Memangnya dari mana lo?" tanya Roy kembali.
"Dari jalan-jalan aja sama Naura" jawab Nico.
"Naura?.. siapa dia?" tanya Roy.
"Dia temennya Santi" jawab Nico singkat.
"Oh,. jangan lupa besok ada pekerjaan yang harus lo tangani, gue balik dulu" kata Roy.
"Hm" ucap Nico.
__ADS_1
Setelah kepergian Roy, Nico beranjak menuju kamarnya di lantai dua. Rasanya dia begitu lelah dan segera ingin tidur.
Keesokan harinya...
Adzan subuh berkumandang, Naura pun bangun dari tidurnya. Segera ia beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, dia menuju dapur untuk memasak. Seperti biasa dia memasak untuk sarapan sebelum berangkat kerja dan untuk bekal makan siang. Pagi ini Naura hanya memasak seadanya, hanya ada telur dan mie goreng instan. Namun itu sudah lebih dari cukup, yang terpenting perutnya bisa terisi. Setelah selesai memasak Naura langsung bergegas untuk mandi.
Selesai mandi, dan memakai seragam kerjanya, Naura langsung sarapan.
Selesai dengan rutinitas paginya, dia pun bersiap untuk berangkat kerja, tak lupa dia juga membawa bekal yang sudah dia siapkan.
15 menit kemudian, Naura sudah sampai di tempat kerja, terlihat belum ada yang datang, hanya dia yang baru datang di cafe. Sambil menunggu yang lain datang Naura mengelap kaca.
Tak berapa lama kemudian Santi datang..
"pagi juga San" balas Naura.
"Gimana kemarin jalan sama kak Nico?" tanya Santi.
"Seru, dan pastinya seneng banget... Dan kamu, tega ya San kamu bohongin aku selama ini, kenapa kamu tidak pernah bilang kalau ternyata kak Nico itu adalah kakak kamu. Waktu aku tau kalau dia kakak kamu aku bener-bener kaget dan sempet gak percaya juga" kata Naura panjang lebar.
"Hehehe... maaf yaa Naura sayang, bukan maksud aku bohongin kamu kok, cuma aku pengen kasih kejutan aja buat kamu" kata Santi cengar cengir.
"Kejutan apa coba, yang ada aku kaget setengah mati" kata Naura.
"Tapi kamu seneng kan akhirnya bisa ketemu dan jalan sama kakak aku. Itu semua berkat aku lho" kata Santi.
__ADS_1
"Iya... iya... makasih deh kalau gitu, karena kamu, aku bisa ketemu sama idola aku" kata Naura, lalu memeluk Santi.
"Sama-sama, uluh-uluh" kata Santi.
"Yaudah sekarang bantuin aku bersih-bersih San, keburu para pelanggan datang" kata Naura.
"Siap bos" ucap Santi.
Sedangkan Nico masih terlihat tidur di kamarnya. Roy yang baru saja datang langsung menuju ke kamar Nico, lalu menggedor-gedor pintu Nico untuk membangunkannya.
"Nic, Nico bangun, lo hari ini ada pemotretan" seru Roy...
Namun tak ada sahutan dari dalam.
Roy pun langsung saja membuka pintu kamar Nico yang tidak dikunci.
"Astaga Nic, ini udah jam berapa, semalam kan gue udah bilang kalau ada kerjaan, bangun Nic" kata Roy.
"Gue ngantuk banget" kata Nico yang masih menutup matanya.
"Buruan sekarang lo mandi, udah telat kita" perintah Roy.
Nico pun akhirnya bangun dari tidurnya, lalu beranjak menuju ke kamar mandi.
"Gue tunggu dibawah" ucap Roy. Lalu keluar dari kamar Nico...
__ADS_1