
Waktu berjalan dengan begitu cepat. Besok pagi pagi sekali, pak Yudi dan bu Lestari akan berangkat ke luar negri untuk urusan bisnis,sekaligus ingin liburan disana.
Pak Yudi, bu Lestari dan Rendra sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton acara televisi, malam itu jam baru menunjukkan pukul 20.00 WIB.
"Rend, besok pagi mama dan papa akan berangkat ke singapur untuk urusan bisnis papa disana, dan sekaligus kami ingin liburan, apakah kamu mau ikut sayang... dan kalau kamu mau ajaklah Sari kesana" kata bu Lestari.
"Rendra udah mikirin itu ma sebelumnya. Rendra mikir kalau Rendra ngajak Sari pergi kesana tanpa setatus yang pasti, kesannya gak enaklah ma.. Jadi rencananya Rendra mau ngungkapin perasaan Rendra dulu ke Sari. Gimana ma,pa?" ucap Rendra dengan malu malu.
"Papa dukung kamu Rend!" kata pak Yudi singkat.
"Mama juga dukung kamu, selama anak mama ini bahagia dengan pilihannya, mama juga pasti akan bahagia" kata bu Lestari seraya tersenyum.
"Rencananya mama dan papa disana berapa lama?" tanya Rendra.
"Papa juga belum tau pasti Rend, paling tidak sampai 1 bulan!" kata pak Yudi.
"Mama sama papa doain Rendra yaa, semoga nanti Rendra diterima!" kata Rendra dengan malu malu.
"Diterima apa nih...memangnya kamu mau melamar kerja!" ledek mamanya.
"Yaa diterima sama Sari ma!" ucap Rendra setengah berbisik.
Mamanya tertawa dan mengajungkan jari jempolnya.
Mereka masih asyik dengan saling ngobrol dan berbagi cerita,bercanda tawa bersama di ruang keluarga.
****KITA INTIP SI SARI YUUKKK***
Sedangkan Sari dan Asih sedang bersantai juga di kamar, tepatnya kali ini dikamar Sari. Mereka asyik mengobrol sambil menonton televisi.
__ADS_1
"Mbak Asih, saya boleh tanya gak?" tanya Sari.
"Boleh, mau tanya apa Sar, tanya aja!" jawab Asih.
"Mbak Asih waktu pertama kali suka sama cowok itu gimana?" tanya Sari dengan agak malu malu.
"Gimana apanya Sar, maksud kamu rasanya... emmm kalau rasanya itu yaa bahagia, suka sama cinta itu beda rasa lho Sar... Kalau kamu sebatas suka aja itu cuma lihat orangnya aja udah bahagia... tapi kalau cinta, gak cuma bahagia, tapi dihati rasanya juga deg deg an. Setiap kamu deket atau lagi ngbrol berdua sama dia, jantung kamu itu rasanya kayak berdetak lebih cepet gitu...kenapa memangnya Sar, jangan jangan kamu lagi suka atau cinta sama seseorang ya!" jelas Asih panjang lebar.
"Mbak Asih ini apaan sih, Saya cuma nanya aja kok!" kata Sari tersipu malu.
"Ketahuan lho, tuh pipi kamu merah...
cie..cie... kalau boleh tau siapa nih yang udah bikin kamu jatuh cinta!" tanya Asih penasaran.
"Sebenernya Saya juga tidak tau mbak, apakah ini cinta atau bukan, soalnya saya tidak pernah seperti ini!" jelas Sari.
"Coba kamu ceritain ke aku apa yang kamu rasain!" kata Asih.
"Wah Sar, kalau itu sih namanya kamu lagi jatuh cinta, gak salah lagi. Siapa orangnya yang udah bikin kamu jatuh cinta?" tanya Asih penasaran.
"Apa iya mbak, kalau saya jatuh cinta... tapi rasanya saya tidak pantes mbak untuk jatuh cinta dengan orang itu!" jelas Sari.
"Memangnya siapa Sar orangnya, apa dia sekampung sama kamu?" tanya Asih kembali.
"Bukan mbak. Saya merasakan perasaan itu disini kok mbak!" kata Sari.
"Lalu siapa Sar orangnya, ayo bilang, jangan bikin aku penasaran. atau.... jangan bilang kalau kamu udah jatuh cinta sama mag udin, atau kalau gak sama mang ujang... aduh Sar, jangan sampai, mereka semua udah pada berkeluarga!" kata Asih
"Mbak Asih ini ada ada aja lho ngomongnya. Yaa gak mungkinlah mbak saya jatuh cinta sama mereka. Mereka itu udah saya anggep seperti bapak saya sendiri!" jelas Sari.
__ADS_1
"Terus siapa orangnya Sar, bikin gemes aja deh kamu itu!" seru Asih seraya mencubit pipi Sari gemas, karna tak kunjung memberitahu siapa orangnya.
"Auww...Iya iya mbak saya kasih tau, tapi lepasin dulu dong,sakit nih...
Tapi mbak janji yaa,jangan kaget atau ketawain saya!" kata Sari.
"Iyaa aku janji, ayo bilang siapa orangnya!" kata Asih dengan rasa penasaran yang tinggi.
"................den Rendra mbak...." kata Sari berbisik ditelinga Asih.
Asih yang mendengar itu, langsung menutup mulutnya. Dia tidak menyangka bahwa orang itu adalah majikannya. Asih belum bisa berkata apa apa, dia masih saja menutup mulutnya.
"Tuh kan mbak Asih mau tertawain saya kan" keluh Sari.
"Tunggu tunggu Sar, aku mau ambil nafas dulu..... huuhhh,.. oke.... aku bukannya mau tertawain kamu Sar, cuma aku kaget aja denger nama itu!" jelas Asih yang sudah kembali dengan nafas teraturnya.
"Saya juga sadar diri kok mbak, harus saya gak boleh punya perasaan ini ke majikan sendiri. Maka dari itu terkadang saya berusaha untuk membuang jauh jauh perasaan ini, tapi gak bisa mbak!" Ucap Sari. Dia sebenarnya merasa tidak enak hati kepada Asih dan merasa malu. Tapi karna Asih memaksa mau tidak mau akhirnya Sari menceritakan semuanya.
"Aku ngerti Sar, perasaan kamu itu gak salah kok, karna setiap orang berhak menyukai dan mencintai siapa saja. Tapi aku hanya bisa memberi saran buat kamu.. jangan terlalu berharap orang yang kamu cintai itu membalas cinta kamu, aku takut jika nanti kamu tersakiti Sar!" jelas Asih.
"Iyaa mbak saya ngerti kok. Mana mungkin juga den Rendra menyukai saya mbak, saya sadar diri saya ini siapa, saya cuma pembantu dirumah ini.. Jadi saya tidak akan berharap banyak. Biarkan perasaan ini hilang dengan sendirinya mbak seiring berjalannya waktu" kata Sari. Sebenarnya hatinya merasa sedih ketika dirinya berbicara seperti itu.
"Anggaplah perasaan kamu itu cuma ngefans dengan idola kamu. Udah jangan sedih gitu donk!" kata Asih.
"Iyaa mbak.... saya gak sedih kok...he...!" kata Sari seraya tersenyum.
"Ya udah sekarang kita tidur yuukk, besok kan kita harus bangun pagi pagi buat masak karna tuan dan nyonya besok mau pergi keluar negri" jelas Asih
"Oh iya ya mbak, Saya hampir lupa... ya udah tidur yuk mbak, tidur sini aja ya mbak, temenin saya!" ucap Sari.
__ADS_1
Asih menganggukan kepalanya seraya tersenyum. Akhirnya mereka tidur berdua di kamar Sari......
......TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏......