Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 59


__ADS_3

Hampir 2 jam lebih akhirnya pekerjaan pemindahan bahan materialpun selesai, setelah istirahat sebentar untuk minum dan memakan makanan kecil yang telah disediakan oleh Sari dan bu Siti, para tukang yang mengantar bahan material tersebut pun berpamitan untuk pulang.


"Kalau begitu kami permisi dulu pak,bu, terimakasih untuk jamuannya!" kata salah satu dari tukang tersebut.


"Iya, terimakasih bapak bapak semuanya!" balas pak Pardi.


Setelah para tukang sudah pergi dari rumah pak Pardi, lalu para tetangga pak Pardipun juga berpamitan pulang.


"Pak, untuk masalah tukang yang akan memperbaiki rumah kita, bapak coba cari teman bapak yang mau bantu.. nanti soal pembayarannya mas Rendra yang menanggungnya!" jelas Sari.


"Apa kita nanti tidak terlalu memberatkan Rendra Sar, dia sudah terlalu banyak membantu kita!" kata pak Rendra cemas.


"Ini semua atas perintah dari mas Rendra sendiri pak. Kalaupun memang mas Rendra merasa keberatan, tidak mungkin dia mengirimkan ini semua kepada kita!" jelas Sari.


"Iya pak, benar apa yang dibilang Sari. Memang nak Rendra itu orang yang sangat baik. Kalau kita tolak, nanti dikira kita tidak menyukai pemberian ataupun bantuannya!" tambah bu Siti.


"Ya sudah kalau gitu... besok bapak akan kerumah teman bapak dulu.


Tapi Sar, kalau rumah kita dibongkar kita mau tidur dimana?" tanya pak Pardi.


"Oh iya pak, kenapa Sari tidak terfikirkan sampai situ yaa!" kata Sari bingung.


"Lalu bagaimana ini Sar?" tambah bu Siti yang ikut merasa bingung.


"Bu, bukannya bu Indah punya rumah yang tidak ditempati yaa... Apa sampai sekarang rumah itu masih kosong?" tanya Sari yang mengingat tentang rumah bu Indah yang sudah lama tak ditempati.


"Oh iya ya Sar, ibu juga baru inget. Coba nanti ibu tanyakan dulu... siapa tau masih kosong... apa kamu berniat akan menyewanya untuk sementara Sar?" tanya bu Siti.


"Iya bu, kalau memang masih kosong, untuk sementara kita tinggal disitu saja pak, bu, itupun kalau diijinkan oleh bu Indah, gimana apa bapak dan ibu setuju!" jelas Sari.

__ADS_1


"Kalau bapak setuju saja Sar!" kata Pak Pardi.


"Ya sudah kalau begitu nanti ibu tanya sama bu Indah!" kata bu Siti.


Kemudian mereka masuk kedalam rumah, setelah membereskan tempat sisa jamuan tadi.


Sehabis sholat ashar bu Siti berniat untuk pergi ke rumah bu Indah menanyakan tentang rumah yang sudah lama tidak ditempatinya.


"Sar, ibu ke rumah bu Indah dulu ya, apa kamu mau ikut?" tanya bu Siti yang hendak pergi.


"Tidak bu, ibu kesana sendiri tidak apa apa kan... sampaikan saja salam Sari untuk bu Indah!" kata Sari.


"Yaa sudah kalau begitu, nanti kalau bapak nyariin bilang ibu ke rumah bu Indah... Assalamualaikum...!" kata Bu Siti.


"Waalaikumsalam!" balas Sari.


Kemudian bu Siti berjalan menuju rumah bu Indah.


Setelaj dipersilahkan masuk dan duduk, bu Siti langsung berbicara maksud tujuannya datang ke rumahnya.


"Maaf bu, kalau boleh tau.. apa rumah bu Indah yang ada diseberang jalan situ sudah ada yang menempati?" tanya bu Siti.


"Belum ada bu... masih kosong sejak dulu.. Sebenarnya niat saya mau saya kontrakin saja, tapi sampai sekarang belum ada yang minat. Ada apa bu Siti menanyakan rumah itu?" tanya bu Indah.


"Jadi begini bu, rencananya saya dan keluarga ingin menyewa rumah bu Indah untuk sementara waktu, sampai rumah kami selesai diperbaiki bu!" jelas bu Siti.


"Silahkan bu, kalau ibu Siti dan keluarga ingin menyewa tempat itu. Rumahnya juga selalu dirawat dan dibersihkan oleh tukang kebun disana. Jadi bu Siti dan keluarga bisa langsung menempatinya!" jelas bu Siti.


"Terimakasih bu... mungkin kami disitu juga tidak akan lama lama,hanya untuk sekitar 2 mingguan saja bu!" Jelas bu Siti.

__ADS_1


"Iya bu,tidak apa apa... oh ya,kalau boleh tau kenapa cepat sekali memperbaiki rumahnya bu?" tanya bu Indah penasaran.


"Karena sekitar 3 minggu lagi anak saya Sari akan menikah bu!" jawab bu Siti.


"Masyaallah, iyakah bu... Selamat ya kalau begitu bu...Berarti sekarang Sari sudah pulang dari jakarta?" tanya bu Indah kembali.


"Sudah bu, sudah ada seminggu!" jawab bu Siti.


"Semoga selalu diberi kelancaran serta kemudahan sampai hari H yaa bu!" ucap bu Indah.


"Amin...terimakasih bu... Dan sekalian saya mau bayar sewanya... berapa ya bu!" tanya bu Siti,, seraya mengambil uang dari dompetnya.


"Tidak usah bu, silahkan bu Siti dan keluarga tempati tidak usah dibayar!" kata bu Indah sopan.


"Tapi bu, saya tidak enak nantinya.. biarkan saya bayar saja!" ucap bu Siti yang merasa tidak enak.


"Ya sudah kalau begitu, ibu bayar 500 ribu saja... biar hati ibu tenang. Sebenarnya tidak apa apa lho bu, lagian bu Siti kan hanya untuk sementara saja sampai rumahnya jadi!" jelas bu Indah.


"Tidak apa apa bu... terimakasih sebelumnya... mohon diterima uangnya!" kata bu Siti seraya menyerahkan uang 500 ribu kepada bu Indah.


"Ini saya terima yaa bu... Kalau nanti mau diperpanjang boleh kok, tidak usah nambah uang, ini saja sudah cukup bu!" jelas bu Indah.


"Iya bu, sekali lagi terima kasih, kalau begitu saya permisi pulang bu!" pamit bu Siti.


"Oh iya bu, tunggu sebentar saya ambilkan kunci rumahnya dulu!" kata bu Indah,lalu beranjak mengambil kunci rumahny.


Tak berapa lama bu Indah kembali dengan membawa kunci rumahnya dan langsung menyerahkannya kepada bu Siti.


Setelah itu bu Siti langsung pamit pulang.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, bu Siti merasa sangat lega. Tak lupa dia selalu mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, atas segala kemudah dan kelancaran yang diberikan untuk keluarganya...


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...


__ADS_2