
"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu yaa.. kamu hati hati dirumah, kalau ada apa apa kamu langsung hubungi aku!" kata Rendra.
"Iya mas, lagian dirumah juga ada mbak Asih dan bi Sri, mas gak usah terlalu khawatirin aku.. mas kerjanya yang fokus yaa!" kata Sari.
"Mama sama papa berangkat dulu ya Sar!" Sela bu Lestari.
"Iya ma... hati hati pa ma!" kata Sari.
Setelah semuanya sudah berangkat ke kantor Sari menuju ke kamarnya. Dia berniat menelevon Ana, asisten pribadinya yang mengurusi restorannya jika Sari tidak ada.
"Hallo Ana... gimana semua lancar kan?" tanya Sari setelah televon tersambung.
"Iya bu, semuanya lancar.. semuanya sudah beres toko juga sudah buka dari tadi!" jelas Ana.
"Udah rame belum?" tanya Sari kembali.
"Rame bu, sejak baru buka tadi pembeli berdatangan!" kata Ana.
"Alhamdulillah, kalau gitu, hari ini saya serahin urusan resto sama kamu dulu.. kalau ada apa apa langsung hubungi saya!" kata Sari.
"Baik bu Sari!" kata Ana.
Setelah selesai menelevon Ana, Sari turun menuju ruang tengah,untuk menonton televisi.
Sari merasa jenuh tidak ada kerjaan yang bisa dia lakukan, karena dia sudah terbiasa bekerja setiap hari mengurus restorannya.
Dia teringat pada Sherly, Sari ingin memberitahu tentang kehamilannya pada Sherly. Lalu dia mengirim pesan kepada Sherly.
mbak Sherly, lagi apa... tulis Sari.
sekitar 5 menit kemudian Sherly membalas.
lagi dirumah aja Sar, ada apa nih....
mbak aku sekarang sudah hamil... sebentar lagi aku bakalan nyusul mbak😄... tulis Sari.
balasan Sherly
selamat ya Sar... udah berapa bulan?
udah sekitar 2 minggu mbak... balas Sari.
__ADS_1
Syukur... semoga selalu sehat yaa Sar, aku turut bahagia... balas Sherly
iya mbak,terimakasih...🙏😊.....
Setelah selesai berbalas chat dengan Sherly, Sari melanjutkan menonton acara televisi. Sampai tak terasa dia tertidur di depan televisi.
**Di kantor Rendra**
Sedangkan Rendra yang berada dikantor sedang sibuk dengan pekerjaannya. Hari ini juga akan ada meeting di sebuah restoran ternama dengan klien yang penting.
Setelah siap, Rendra, Rio dan Bella akan berangkat bersama untuk pertemuan tesebut. Mereka berangkat menggunakan mobil Rendra. Rio yang menyetir, saat Rendra dan Rio sudah berada didalam, Bella memasuki mobil bagian belakang.
"kamu kenapa duduk disini bel, bukannya di depan?" tanya Rendra.
"Maaf pak, saya kalau didepan pusing lihat kendaraan banyak.. saya boleh duduk disini saja yaa pak!" pinta Bella.
"Oke... kalau gitu saya yang akan duduk didepan, kamu dibelakang!" kata Rendra,lalu beranjak keluar dari mobil.
"Tidak usah pak, bapak disini saja, jika bapak keberatan saya duduk disini, saya yang akan pindah kedepan saja!" kata Bella.
"Kamu disitu saja, saya yang akan pindah" kata Rendra lalu keluar dan berpindah tempat duduk didepan.
Kemudian mobil melaju menuju tempat tujuan... Didalam mobil tidak ada kata terucap sepatah kata pun. Rendra sibuk dengan handphone nya, Rio sedang fokus menyetir, sedangkan Bella, hanya menatap keluar jendela.
Bella memang sengaja ingin duduk dibelakang, agar dekat dengan Rendra. Tapi kenyataannya tak sesuai rencana, justru Rendra malah menjauhinya.
Tapi itu tak membuat Bella mundur begitu saja, dia akan selalu mencari cara agar Rendra menaruh hati padanya. Sudah begitu banyak bos bos besar yang dengan mudah jatuh kepelukannya, hanya dengan modal kecantikan dan keseksiannya, Bella dengan mudah menarik hati para bos bos besar tersebut. Tapi untuk kali ini, Bella merasa sedikit kesulitan, karena Rendra sama sekali tak meliriknya. Makanya Bella merasa tertantang untuk itu.
Bella ke kantor selalu menggunakan pakaian yang seksi dan ketat agar kemolekan tubuhnya bisa terlihat jelas. Dengan tujuan agar pria yang diincarnya tertarik padanya.
Setelah sampai ditempat tujuan, mereka semua langsung turun di sebuah restoran yang mewah mememui kalien yang sudah menunggu mereka.
Sekitat hampir 2 jam berlalu, meetingpun selesai. Merekapun kembali ke kantor.
Saat dalam perjalanan pulang, Rendra memuji kepandaian Bella.
"Bagus Bel, kerja kamu sangat profesianal, tidak salah saya menerima kamu kerja di kantor saya!" ucap Rendra.
"Siapa dulu dong yang nyariin, Rioo..!" seru Rio dengan bangga.
"Terimakasih pak, itu memang sudah jadi pekerjaan saya. Saya merasa senang jika bapak menyukai saya....eh maksud saya menyukai cara kerja saya!" kata Bella, yang memang sengaja menyalahkan kalimatnya.
__ADS_1
"Pertahankan bel...!" ucap Rendra
Bella yang duduk di belakang tersenyum puas, dia merasa bangga dengan dirinya sendiri. Dan merasa tersanjung dengan pujian yang dilontarkan oleh Rendra.
Bella merasa sedikit demi sedikit Rendra menyukai dirinya, mulai dari suka dengan cara bekerjanya lalu akan suka dengan dirinya sendiri.
"Oh ya Rio, setelah ini sudah tidak ada meetingkan?" tanya Rendra.
"Tidak ada pak, untuk hari ini hanya ada pertemuan yang barusan kita temui tadi!" jelas Rio.
"Oke, kalau gitu, setelah sampai kantor saya langsung mau ke restoran istri saya, karena hari ini dia tidak datang ke resto!" jelas Rendra.
"Apa perlu saya antar pak!" tanya Rio yang berbicara formal kepada Rendra, karena ada Bella di belakangnya.
"Tidak usah, kamu urusin aja urusan dikantor yang belum selesai.. saya bisa sendiri kok!" kata Rendra.
"Baik pak. Kalau boleh tau, tumben istri bapak tidak datang ke resto... apakah istri bapak sedang sakit?" tanya Rio penasaran.
"Tidak, dia sehat. Cuma sekarang dia sedang hamil, makanya dia saya suruh untuk tidak datang ke restonya terlebih dahulu!" jelas Rendra.
"Wahhh...selamat kalau gitu pak atas kehamilan istri bapak!" kata Rio.
"Thanks Rio!" ucap Rendra singkat.
Rio merasa sangat senang sekali dengan kabar yang barusan dia dengar bahwa Sari telah hamil. Sebenarnya dia ingin sekali menepuk bahu Rendra, tapi ditahannya karena ada Bella dimobil tersebut.
Sedangkan Bella yang mendengar pernyataan Rendra barusan, merasa sangat kaget. Dia tidak menyangka kalau istrinya akan hamil ketika dirinya baru akan mendekati Rendra. Dan Bella juga sedikit terkejut bahwa istri Rendra juga mempunyai sebuah restoran. Karena merasa penasaran, Bella berniat akan mengunjungi Restoran milik istri dari bosnya tersebut.
Setelah sampai didepan kantor, Rio dan Bella turun dari mobil, sedangkan Rendra langsung melaju menuju restoran istrinya untuk mengecek keadaan disana.
Saat berjalan masuk menuju ruangannya, Bella bertanya kepada Rio..
"Pak, kalau boleh tau alamat restoran istri pak Rendra dimana yaa?" tanya Bella.
"Ada apa Bel kenapa tiba tiba nanya alamat restoran istri pak Rendra?" tanya Rio penasaran.
"Saya ingin kesana pak, ingin makan sekalian mencicipi makanan dari restoran istrinya pak Rendra.
"Oh... ini aku ada kartu nama dan ada alamatnya disitu!" kata Rio seraya merogah sakunya dan mengambil sebuah kartu nama dari dalam dompetnya.
"Terimakasih pak!" kata Bella, seraya menerima kartu nama tersebut.
__ADS_1
"Oh jadi namanya Sari... penasaran gue sama orangnya, kok pak Rendra terlihat sayang banget sama istrinya. Secantik apa sih dia!" kata Bella setelah sampai diruangannya.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😁🙏...