Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 82


__ADS_3

Sari mulai membuka rekaman cctv nya.. dan mencari rekaman sekitar 2 jam yang lalu. Setelah ketemu Rendra langsung mengezoom wajah dari pria tersebut, dan terlihat juga ada orang yang diam diam memfotonya dengan menggunakan handphone. Setelah mendapatkan hasil rekaman dan wajah pria tersebut, tanpa pikir panjang Rendra langsung mengirimkan foto pria tersebut kepada Rio.. Setelahnya dia menelevon Rio.


"Halo, Rio .. lo udah terima foto dari gue kan!" kata Rendra.


"Foto apaan Rend, gue belum buka!" kata Rio bingung


"Setelah ini lo buka, dan gue minta lo untuk cari orang yang ada dalam foto itu sampai ketemu, terserah lo mau cari sendiri atau nyuruh orang, lo sewa detektif handal sekalian, biar cepet ketemu!" kata Rendra.


"Emangnya ada apa sih Rend, kok sampai segitunya lo cari orang?" tanya Rio penasaran.


"Ceritanya panjang, nanti kalau udah ketemu orangnya gue ceritain!" kata Rendra.


"Oke... jadi harus sekarang nih gue nyarinya?" tanya Rio.


"Iyaa sekarang, lo tinggalin dulu kerjaan kantor... suruh Bella buat ngehandle dulu!" kata Rendra


"Oke!" jawab Rio singkat. Lalu memutuskan sambungan televonnya. Kemudian Rio langsung menelevon beberapa orang untuk mencari orang yang dimaksud Rendra tersebut,dan mengirimkan foto orang tersebut. Lalu Rio beranjak keluar dari ruangannya, untuk menemui Bella..setelah itu dia keluar kantor untuk mencari tahu orang yang ada dalam foto.


Sari dan Rendra masih di restoran.. Sari masih merasa sedih atas kejadian yang menimpanya. Dia tidak menyangka akan ada orang yang memfitnahnya seperti ini. Karena Sari merasa tidak pernah mempunyai musuh sama sekali. Sari benar benar merasa takut.


"Sayang, sudah jangan nangis lagi yaa... maafin aku karena tadi udah marah marah sama kamu!" kata Rendra yang duduk disisi Sari seraya memeluknya.


"Iyaa mas gak apa apa... wajar aja kok kalau kamu marah... tapi aku cuma gak nyangka aja ada orang yang memfitnah aku seperti ini...aku takut mas!" kata Sari masih dengan air mata yang menetes dipipinya.


"Jangan takut sayang, ada aku disini... gak akan ada lagi yang nyakitin kamu... udah yaa jangan nangis lagi, kasihan itu anak kita nanti jadi ikutan sedih!" kata Rendra.


"Iya mas..., temenin aku disini aja ya mas, gak usah balik ke kantor!" pinta Sari.

__ADS_1


"Iyaa sayang, aku disini temenin kamu!" kata Rendra.


Sedangkan Bella yang berada di kantor, merasa tidak sabar dengan kabar pertengkaran Rendra dan Sari sekaligus kabar perceraian mereka.


"Gue jadi gak sabar, apa kabar yaa dengan hubungan pak Rendra dan istrinya,hahaha... pasti saat ini istrinya lagi nangis nangis sambil memohon agar tidak diceraikan.


Eh, Apa gue coba televon aja yaa pak Rendra, biar dia merasa kalau ada yang perhatian" kata Bella yang berbicara sendiri.


Lalu Bella mengambil handphonenya berniat untuk menelevon Rendra.


Rendra merasa kaget dengan suara handphonenya... Kemudian dia mengangkatnya...


"Sebentar sayang, aku angkat televon dulu yaa!" kata Rendra.


Sari hanya menganggukkan kepalanya.


"Halo pak, Bapak lagi dimana?" tanya Bella basa basi.


"Lagi di restoran istri saya, apa ada masalah dikantor?" tanya Rendra.


"Tidak pak, tidak ada masalah apa apa.. saya hanya khawatir dengan bapak, karena sewaktu keluar dari kantor tadi kan saya lihat bapak dalam keadaan tidak baik!" kata Bella.


"Oh... saya tidak apa apa... kalau tidak ada masalah, yasudah, kembali bekerja!" kata Rendra, yang langsung menutup televonnya tanpa menunggu jawaban dari Bella.


"Siapa Mas?" tanya Sari.


"Sekertaris di kantor sayang!" jawab Rendra.

__ADS_1


"Sekertaris yang baru itu mas?" tanya Sari.


"Iya sayang, Bella!" jawab Rendra.


"Bella?" tanya Sari agak terkejut mendengar nama Bella.


"Iyaa, nama sekertaris yang baru... memangnya kenapa sayang kok kamu kaget gitu denger nama itu!" tanya Rendra penasaran.


"Gak apa apa mas, cuma nama itu kayaknya pernah dateng ke sini deh, terus minta ketemu sama aku!" kata Sari.


"Kamu serius yang... orangnya kayak gimana?" tanya Rendra


"Seinget aku orangnya cantik mas, putih, tinggi, badannya seksi, terus rambutnya keriting sebahu!" jelas Sari.


"Itu ciri cirinya juga sama dengan sekertaris di kantor yang!" kata Rendra.


"Dan oh ya mas, dia kesini bawa mobil warna kuning!" tambah Sari.


"Berarti bener itu Bella sekertaris aku yang... soalnya dia kalau ke kantor juga bawa mobil warna kuning... ngapain dia kesini, dan ketemu sama kamu?" tanya Rendra penasaran.


"Dia nanya2 aja mas soal restoran... cuma itu!" jawab Sari.


"Aneh... padahal dia bisa tanya tanya ke Ana, terus kenapa dia minta ketemu kamu!" tanya Rendra mulai curiga.


"Yaa mungki karena pengen ketemu sama pemiliknya langsung mas, udah mas, gak usah mikir yang aneh aneh... lagian Bella juga aku lihat orangnya baik kok!" kata Sari.


"Iya sayang, semoga dia gak ada maksud apa apa!" kata Rendra mencoba mempercayainya. tapi dalam hatinya dia masih merasa curiga... namun ditutupinya agar Sari tidak ikut terlalu memikirkannya...

__ADS_1


......TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏......


__ADS_2