
Setelah hampir satu bulan berlalu, akhirnya renovasi restoran Saripun telah selesai. Semua terlihat begitu bagus seperti apa yang diharapkan oleh Sari. Restoran dengan nuansa pedesaan,tetapi tetap elegan dan terlihat mewah.
Hari ini Sari dan Rendra mengunjungi restorannya untuk melihat hasil renovasi.
Sari terlihat begitu bahagia, akhirnya dia bisa segera membuka restorannya.
"Ini sangat bagus mas, sesuai dengan keinginan aku!" kata Sari.
"Iya sayang, Rio memang pintar cari orang buat renovasi. Hasilnya tidak mengecewakan!" kata Rendra yang ikut puas dengan hasilnya.
"Lalu gimana rencana kamu selanjutnya sayang, kamu ingin aku carikan koki!?" tanya Rendra. Lalu mereka duduk di kursi untuk membicarakan rencana selanjutnya
"Boleh mas, tapi untuk awalan buka, biar aku yang masak langsung. Karena aku akan mengandalkan menu utama aku dulu yaitu tumis kangkung!" jelas Sari.
"Terserah kamu sayang... aku akan selalu dukung kamu!" kata Rendra.
"Tapi mas, aku butuh pekerja, untuk membantu dan melayani tamu!" kata Sari.
"Kalau itu masalah gampang sayang. Nanti biar aku yang urus. Lalu kapan kamu akan mulai membuka restoran ini?" tanya Rendra.
"Kalau besok lusa gimana mas.. Tapi kita belum punya apa apa.. pekerjapun belum ada!" kata Sari resah.
"kalau untuk masalah pekerja besok aku jamin udah ada... dan untuk yang lain aku bisa suruh orang buat memenuhi semua kekurangan disini.. Kamu butuh pekerja berapa orang, dan apa saja yang kamu butuhin sayang?" tanya Rendra.
"Untuk pekerja aku butuh 6 orang aja dulu gak papa mas,nanti kalau udah sekiranya rame, kita bisa cari lagi. Dan untuk kebutuhannya.. mungkin bahan bahan baku untuk masakannya, lalu perabotan di dapur kan masih kosong mas, belum ada apa apa!" jelas Sari.
"Oh iya sayang, aku lupa... didapur kan masih kosong. Oke... hari ini juga aku akan suruh orang buat melengkapi perabot dapur. Jadi besok lusa kamu udah bisa mulai buka restoran ini!" jelas Rendra
"Makasih yaa mas.. maaf saat ini selalu bikin mas repot!" kata Sari.
"Itu udah kewajiban aku sayang. Oh ya, kemarin aku pernah ngasih kartu atm ke kamu kan.. nah itu buat kamu... kalau ada barang yang kamu butuhkan kamu tinggal ambil uang disitu, atm itu gak akan pernah kosong.. dan uang bulanan kamu udah ada di atm itu!" jelas Rendra panjang lebar.
"Iya mas... makasih!" ucap Sari.
"Oh ya, lalu akan kamu beri nama apa yang restoran kamu ini?" tanya Rendra.
__ADS_1
"Iya yaa mas, aku kok gak kepikiran sampai situ yaa. emmmm....... bagusnya apa yaa mas, aku bingung... mas punya ide gak buat nama restoran kita?" tanya Sari
"Apa yaa.... kalau SR village food gimana?" tanya Rendra balik.
"Artinya apa itu mas, aku gak ngerti!" tanya Sari kebingunan.
"Artinya Sari Rendra makanan desa... kan restoran kamu dengan nuansa pedesaan, jadi nama itu menurut aku cocok buat restoran ini sayang..gimana!" jelas Rendra.
"Bagus mas, aku suka nama itu.. SR Village Food. jadi gak sabar deh mas bukanya!" kata Sari bahagia.
"Besok lusa, saat kamu dateng kesini, semuanya udah lengkap sayang... kamu tinggal opening aja!" kata Rendra.
"Iyaa mas... makasih banyakk!" kata Sari.
Sari sangat bahagia dengan hidupnya saat ini. Mempunyai suami yang sangat mencintainya,dan mertua yang menyayanginya. Hidupnya terasa begitu sempurna.
Sari berharap semoga usaha restoran yang akan dia rintis berjalan dengan lancar, dan menemui jalan untuk menuju kesuksesan. Meskipun Sari sudah menjadi orang kaya raya, tapi dia tidak mau hanya berpangku tangan dan berleha leha menikmati kekayaannya. Tapi dia ingin mempunyai usaha sendiri. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa berhasil walau hanya lulusan smk. Sari ingin membuat, suami, mertua dan kedua orang tuanya merasa bangga terhadap dirinya.
"Udah malem sayang... kita pulang yuuk!" ajak Rendra.
Merekapun pulang, karena hari sudah malam.
Setelah sampai rumah, mereka langsung menuju kamar untuk beristirahat.
"Sayang..yukk!" kata Rendra manja.
"Yuuk apa mas!" kata Sari tak mengerti.
"Itu sayang, bikin dedek!" Kata Rendra
"Mas ini deh, mintanya kayak anak kecil aja, coba bilangnya yang jelas jadi kan aku langsung ngerti!" kata Sari malu.
"Sini sayang!" kata Rendra menyuruh Sari duduk disampingnya diatas tempat tidur.
Kemudian Sari mendekat kepada Rendra.
__ADS_1
"Eh tunggu sayang.... coba kamu pakai ini deh... ini hadiah dari mama, tapi aku lupa kasih ke kamu..nih!" kata Rendra, lalu mengambil pakaian di dalam lemari kemudian menyerahkannya pada Sari.
"Ini baju apa mas, kok kurang bahan gini... ini belum selesai jahitnya!" kata Sari dengan polosnya.
Sebelum Rendra menjawab pertanyaan dari istrinya, dia malah tertawa.
"Kok mas malah ketawa sih... emang ada yang lucu yaa mas... emang bener kan kalau ini belum selesai jahitannya!" jelas Sari.
"Ya ampun sayang. ini bukan kurang bahan ataupun belum selesai jahitannya. Tapi memang modelnya kayak gini.. ini namanya lingeri, seperti baju tidur gitu sayang!" jelas Rendra yang masih dengan tertawanya.
"Oh,,, aku baru tau mas soalnya ada model baju kayak gini. Terus ini maksudnya aku pakai sekarang!" tanya Sari.
"Iya sayang, aku pengen malam ini kamu pakai itu!" jawab Rendra.
"Tapi mas, kalau pakai ini nanti aku kedinginan!" keluh Sari.
"Gak akan sayang, nanti aku kasih kamu kehangatan. Ayoo sayang ganti pakai baju itu yaa, aku udah gak sabar!" kata Rendra.
"Iya mas, tunggu bentar kalau gitu"
Sari pu menuju kamar mandi untuk mengganti baju tidurnya dengan lingeri pemberian mama mertua nya.
Tak berapa lama, Sari keluar dari kamar mandi. Saat Sari sudah keluar Rendra menatapnya tanpa berkedip. Saat itu Sari memakai lingeri warna hitam dengan tali tipis dibagian pundaknya, dengan panjang dibawah bokong.. sangat mini dan sangat seksi. Sari sangat cantik memakai pakaian itu. Rendra yang melihatnya langsung berdiri menghampiri Sari lalu langsung membopongnya menuju tempat tidur.
"Kamu cantik sekali sayang!" bisik Rendra ditelinga Sari, kemudian Rendra menidurkan Sari diatas tempat tidur.
"I love you" bisik Rendra kembali, yang langsung berlanjut menciumi telinga lalu turun ke leher Sari. Sari tidak menjawab apapun, dia sudah terbuai dan menikmati sentuhan itu.
Setelah puas menciumi leher istrinya, dia berpindah ke bibir, Rendra langsung ********** tanpa ampun. Malam ini Rendra sudah terbakar hawa nafsu yang tinggi, karena melihat istrinya memakai lingeri tadi.
Rendra malam ini akan memuaskan istrinya dengan buaian dan sentuhannya. Dia akan membuat istrinya lemas tak berdaya dan meninggakkan kepuasan dan kenikmatan yang tiada tara.
Sari hanya bisa mendesah dan mendesah menikmati setiap perlakuan Rendra. Mereka berdua begitu merasakan kenikmatan yang luar biasa malam itu.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...
__ADS_1