Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 58


__ADS_3

Hari sudah semakin sore, setelah banyak mengobrol dan makan bersama.. Rendra dan keluarganya berpamitan untuk pulang. Sedangkan Sari tidak ikut. Dia tetap berada di rumah sampai acara pernikahannya.


"Hati hati dirumah ya sayang... dan ini ada pegangan buat kamu, buat kebutuhan sehari hari kamu dan bapak ibu, kamu terima yaa!" kata Rendra, yang masih berada didalam rumah untuk menyerahkan uang kepada Sari.


"Tapi ini terlalu banyak mas!" kata Sari setelah menerima uang tersebut.


"Gak apa apa Sar, jika nanti kamu membutuhkannya lagi, ini kamu bawa kartu atm aku. Kamu bisa ambil sesuka hati kamu, nanti nomer pinnya aku sms kamu ya!" kata Rendra,lalu memberikan kartu atm kepada Sari.


"Tapi mas, bukannya aku tidak mau menerima ini. Tapi jujur aku tidak bisa menggunakan ini. Jadi mas bawa kembali kartunya!" Jelas Sari agak malu.


"Astagaa Sayang, kamu ini lucu banget deh. Nanti kalau kamu mau ambil uang dari sini, telvon aku, biar aku ajarin kamu. Ayo terima, pasti kamu bisa kok, gampang aja caranya!" Jelas Rendra.


Akhirnya Sari menerima yang Rendra berikan. Lalu menyusul orang tua mereka yang sudah berada diluar rumah.


"Pak Pardi, bu Siti,kamu mohon pamit dan terimakasih untuk jamuannya!" kata pak Yudi seraya menyalami pak Pardi dan bu Siti.


"Iya pak Yudi, saya juga berterimakasih karena telah berkenan hadir di gubuk kami!" balas pak Pardi.


"Kalau begitu kami mohon pamit pak, bu, Sari!" kata bu Lestari.


Setelah semua bersalaman mereka menaiki mobil meninggalkan rumah Sari.


Berat rasanya hati Sari jauh dari Rendra, karena sebelumnya mereka selalu dekat, dan bertemu setiap harinya.


Begitu pula dengan Rendra... dia harus sabar menunggu sampai tiba waktunya dimana dia dan Sari dipertemukan pada ikatan yang sah, agar bisa selalu bersama selamanya.


"Sar, kenapa kamu sebelumnya tidak pernah menceritakannya sama ibu nak, kalau kamu akan dilamar sama majikan kamu sendiri?" tanya bu Siti, setelah mobil Rendra tak terlihat lagi.


"Maaf bu, bukannya Sari ingin menyembunyikannya sama bapak dan ibu, tapi Sari hanya ingin menceritakannya langsung karena Sari ingin lihat ekspresi bapak dan ibu bahagia!" jawab Sari.


"Tapi kan bapak dan ibumu awalnya jadi bingung dan kaget Sar. Dengan tiba tiba kamu pulang dan langsung dilamar orang!" tambah pak Pardi.


"iyaa pak, maafkan Sari yaa, karna udah buat bapak dan ibu jadi bingung dan kaget, tapi sekarang bapak dan ibu bahagia kan!" kata Sari.

__ADS_1


"Bahagia nak, sangat bahagia... akhirnya anak ibu sudah menemukan jodohnya.. semoga segala urusan dipermudah dan dilancarkan sampai akad nikah tiba!" jelas bu Siti bahagia.


"Yaudah yuuk bu,pak, kita masuk... Sari pengen istirahat sebentar... rasanya punggung Sari mau patah nih!" kata Sari bercanda, lalu diselingi gelak tawa bersama.


Sudah 1 minggu berlalu sejak kedatangan Rendra dan keluarganya ke rumah Sari.


Tepat pada hari ini ada sekitar 5 truk besar menuju rumah Sari membawa bahan untuk pembangunan, seperti semen,pasir,batu bata,keramik,genteng dan lain lainnya.


Pak Pardi menjadi bingung yang melihat kedatangan truk truk besar tersebut menuju rumahnya.


"Bu, Sari, lihat didepan rumah kita banyak truk besar menuju rumah kita?" seru pak Pardi.


"Iya pak, ada apa ini!" kata bu Siti panik.


Setelah salah satu truk terpakir didepan rumah pak Pardi, seorang pria turun dari truk tersebut dan mengahampiri pak Pardi.


"Selamat siang. Apa benar ini rumah bapak Pardi dan Ibu Siti?" tanya seseorang tersebut.


"Iya benar pak, ada apa ya?" tanya pak Pardi balik.


"Oh, jadi semua ini atas suruhan pak Rendra?" tanya pak Pardi kembali.


"Iya pak, mohon untuk menandatangi surat terimanya dulu pak!" kata lelaki tersebut seraya menyerah kan selembar kertas dan pulpen untuk tandan tangan.


"Terimakasih pak... lalu semu ini mau diturunkan disebelah mana ya?" tanya kembali lelaki tersebut.


"Disebelah sini saja pak!" kata pak Pardi seraya menunjukkan tempat yang cukup luas untuk menaruh bahan bahan material tersebut.


Halaman rumah Sari cukup luas, terkadang halamannya digunakan pak Pardi untuk berkebun. Tapi kebetulan lahannya kosong tidak lagi ditanami apapun. Sehingga dapat digunakan untuk tempat menurunkan semua bahan material tersebut.


"Sari, apa Rendra tidak memberitahumu sebelumnya?" tanya bu siti yang sedang duduk diteras rumah bersama dengan Sari seraya melihat bahan bahan mulai diturunkan dari atas truk.


"Tidak bu... mas Rendra tidak memberitahu sebelumnya, ini Sari sms juga belum dibales, ditelvom juga tidak akan.. mungkin mas Rendra masih sibuk dengan urusannya bu!"jelas Sari.

__ADS_1


"Ya sudah... yang penting sekarang, kita tau dari mana ini semua!" kata Bu Siti.


Pak Pardi mengarahkan para tukang untuk menempatkan barang, sedangkan bu Siti dan Sari masuk kedalam rumah membuatkan minum untuk para pekerja.


Pada saat Sari sedang membuatkan minum, handphonenya berbunyi...


Ternyata panggilan dari Rendra, lalu Sari segera mengangkatnya.


"Assalamualaikum...halo mas!" kata Sari.


"Waalaikumsalam... maaf sayang baru bisa telvon kamu... iya semua bahan material itu dari aku... apa sudah sampai dirumah?" tanya Rendra dari ujung televon.


"Tidak apa apa mas... Sudah mas, sudah sampai semua, itu didepan lagi pada diturunin... apa semua itu gak terlalu banyak mas!" kata Sari.


"Tidak sayang. Malah nanti kalau ada yang kurang akan aku kirim lagi dari sini. Maaf yaa sayang aku gak bisa kesana soalnya pekerjaan aku disini lagi banyak. Dan untuk masalah tukang, kamu coba cari desa kamu yaa, nanti masalah pembayarannya biar aku semua yang tanggung. Yang terpenting sebelum acara akad nikah kita semuanya sudah beres!" jelas Rendra panjang lebar.


"Iya mas. Mas gak usah terlalu mikirin iyu yaa, yang penting mas disana selesain pekerjaannya dulu. dan jangan telat makan, jaga kesehatan!" kata Sari.


"Iya sayangku....... yaudah kalau gitu aku tutup dulu ya televonnya,sebentar lagi akan ada meeting. Salam untuk bapak dan ibu... assalamualaikum!" kata Rendra mengakhiri sambungan televonnya.


"Waalaikumsalam" balas Sari. Lalu sambunganpun terputus.


"Ayo Sar, bantu ibu bawain minuman dulu kedepan.. Tadi yang telvon Rendra ya!" tanya bu Siti seraya memberikan nampan berisi gelas kepada Sari.


"Iya bu, katanya memang benar itu semua mas Rendra yang kirim!" jelas Sari.


"Alhamdulillah... beruntung kamu Sar mempunyai calon suami yang sangat peduli denganmu dan keluarga!" kata bu Siti.


"Iya bu, ini semua juga berkat doa ibu dan bapak. Tadi mas Rendra juga titip salam untuk ibu dan bapak!" kata Sari.


"Waalaikumsalam.... yaudah kita bawa dulu minumanya kedepan, kasihan mungkin mereka udah pada kehausan!" kata bu Siti seraya tersenyu.


Lalu Sari dan bu Siti mengantarkan minuman tersebut kedepan untuk para tukang. Terlihat mereka masih sibuk dengan menurunkan bahan bahan material tersebut. Tak disangka ternyata para tetangga Sari pun juga ikut membantu...

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...


__ADS_2