Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 80


__ADS_3

Seminggu telah berlalu... Hari hari yang dilalui Sari dan Rendra masih seperti biasa, sibuk dengan urusan pekerjaan, direstoran dan di kantornya. Selama ini Sari dan kehamilannya sehat sehat saja, dia tidak pernah mengeluh mengenai kehamilannya.


Pagi ini Sari sudah berada di restorannya, dan Rendra sudah di kantornya.


Bella yang melihat dari dalam ruangannya, bahwa bosnya sudah datang, dia kemudian menelevon seseorang untuk menjebak Sari.


"Halo, farhat... bos gue udah dateng, jadi lo segera laksanakan tugas lo... kalau tugas lo berjalan dengan lancar, gue akan tambahin 2x lipat, oke!" kata Bella,lewat sambungan televon.


"Oke, sesuai perintah!" kata Farhat.


Lalu sambungan televon langsung terputus.


Farhat adalah orang suruhan Bella. Dia sering membayar Farhat untuk menjalankan rencananya. Dan kali ini, dia mempunyai rencana untuk menjebak Sari istri dari bosnya. Bella ingin Rendra membenci istrinya, dan malah akan menceraikannya.


"Waktunya permainan dimulai.. sebentar lagi gue akan menjadi nyonya Rendra, sekaligus pemilik perusahaan besar ini...hahaha!" kata Bella dalam ruangannya.


Farhat segera menjalankan rencananya sesuai perintah Bella. Kali ini dia akan mendatangi restoran Sari. Dia akan perpura pura untuk membeli makanan disana, dan ingin menemui sang pemilik resto. Disitulah Farhat akan menjalankan aksinya.


Setelah sampai di parkiran restoran SR Vilagge Food milik Sari, Farhat langsung masuk ke dalam,setelah mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan memesan makanan, dia memberi kode kepada temannya. yang duduk dimeja sebelahnya.


Farhat datang tidak sendiri dia bersama dengan temannya, untuk membantu melancarkan aksinya.


Tak berapa lama, seorang pelayan membawakan pesanan Farhat. Sebelum pelayan pergi Farhat meminta pada pelayan tersebut untuk memanggilkan pemilik resto.


"Saya mau bertemu dengan pemilik resto ini, apakah bisa?" tanya Rendra.


"Sebentar mas, saya tanyakan dulu!" jawab pelayan tersebut.


"Oke" jawab Farhat singkat.


Lalu pelayan tersebut berjalan menuju meja kasir. Disana ada ana, manajer sekaligus asisten pribadi Sari.


"Permisi bu, ada yang mencari bu sari, katanya ingin bertemu!" kata pelayan tersebut.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Ana.


"Itu bu, di meja nomer 15,seorang laki laki!" kata pelayan tersebut seraya menunjuk meja dimana tempat Farhat berada.


"Oke,saya akan temui dia dulu, kamu boleh kembali bekerja!" kata Ana... lalu dia berjalan menuju meja Farhat.


"Permisi mas, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ana setelah sampai dimeja Farhat.


"Anda siapa?" tanya Farhat balik


"Saya manajer disini!" jawab Ana


"Kebetulan sekali, saya ingin bertemu dengan pemilik resto ini... bisa?"tanya Farhat


"Maaf kalau boleh tau ada keperluan apa ya mas, atau sebelumnya mas sudah buat janji dengan bos saya?" tanya Ana menyelidik.


"Oh iya, saya sudah buat janji dengan bos anda... jadi tolong panggilkan dia kesini, bilang saja dari Farhat!" jelas Farhat berbohong.


"Kalau begitu tunggu sebentar, saya panggilkan bu Sari!" kata Ana, lalu beranjak menuju ruangan Sari.


"Ada apa Ana?" tanya Sari.


"Maaf bu, ada yang mencari bu Sari... dia bilang sudah membuat janji dengan ibu, namanya Farhat!" jelas Ana.


"Farhat? siapa itu Ana... saya rasa, saya juga tidak pernah membuat janji dengan siapapun hari ini!" ingat Sari.


"Lalu bagaimana bu, apa saya bilang saja ke orangnya kalau bu Sari tidak bisa bertemu!" kata Ana.


"Tidak usah Ana, biar saya temui saja dia, siapa tau ada hal yang penting. Kamu kembalilah bekerja!" kata Sari.


"Dia berada di meja nomer 15 bu... kalau begitu saya permisi!" kata Ana. lalu berjalan keluar.


Sari kemudian beranjak keluar dari ruangannya untuk menemui Farhat. Sari merasa penasaran dengan orang yang ingin bertemu dengannya apalagi dia seorang laki laki dan sudah membuat janji dengannya.

__ADS_1


"Permisi, apakah anda mencari saya!" kata Sari setelah sampai dimeja Farhat.


"apakah anda adalah pemilik restoran ini?" tanya Farhat.


"Iyaa, saya sendiri, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sari.


"Oh iya... silahkan duduk dulu!" kata Farhat.


"Iya.. !" kata Sari, lalu duduk berhadapan dengan Farhat.


"Perkenalkan saya Farhat, saya dari luar kota, sengaja datang kesini untuk mencicipi makanan disini, karena teman saya ada yang bilang kalau didaerah sini ada restoran dengan nuansa pedesaan yang makanannya sangat enak!" jelas Farhat yang berbohong.


"Oh, terimakasih sebelumnya... saya sangat senang anda mau berkunjung ke restoran saya, bahkan jauh jauh dari luar kota. Semoga nantinya tidak mengecewakan Anda!" jelas Sari tanpa curiga apa apa.


"Kalau boleh tau masakan apa saja yang anda sajikan direstoran ini?" tanya Farhat berbasa basi.


"Ada sekitar 20 menu, salah satu menu andalan disini adalah tumis kangkungnya!" jelas Sari.


"Lumayan banyak juga yaa ternyata menu disini... Maaf, ada kotoran di dekat mata anda!" kata Farhat berbohang, dia akan segera melancarkan aksinya.


"Oh iyaa, maaf maaf....!" kata Sari seraya mengusap usap tangannya ke kedua matanya.


"Bukan disitu, maaf kalau saya lancang!" kata Farhat seraya mengusap mata Sari dengan tangannya, dan saat itu juga teman Farhat dengan cekatan langsung memotret momen itu.. Aksinya pun berjalan mulus.


"Maaf, saya bisa sendiri kok!" kata Sari,yang mulai tidak enak dengan perlakuan Farhat, dia lalu mencoba menyingkirkan tangan Farhat, tapi terlambat, karena teman Farhat sudah mendapatkan foto yang dia inginkan.


"Oh iyaa, Sory!" kata Farhat.


Tiba tiba pelayan datang membawakan pesanan Farhat.


"Kalau begitu saya tinggal dulu, silahkan menikmati makanannya, semuga anda menyukainya...permisi!" kata Sari, lalu beranjak pergi dari meja Farhat.


Sari merasa risih, dan tidak enak atas kelancanga. Farhat tadi.Dia tidak mau orang mengira atau berfikiran aneh aneh tentangnya atas kejadian itu, makanya Sari memutuskan untuk segera pergi dari situ.

__ADS_1


Sedangkan Farhat tersenyum puas... akhirnya aksinya berjalan sesuai rencana....


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2