Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
part 139


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, mereka masih terlihat duduk diatas shofa seraya mengobrol.


"Ra kalau kamu udah ngantuk, kamu bisa tidur" kata Nico.


"Lalu apa kak Nico yakin mau tidur disini?" tanya Naura memastikan..


"Iya, aku yakin, memangnya kenapa" kata Nico.


"Kakak kan tidak biasa tidur ditempat seperti ini, biarkan aku saja kak yang tidur sini, lalu kakak tidur di kasur" kata Naura.


Naura merasa tidak enak dengan Nico, seorang model dan pengusaha sukses malah tidur di shofa, sedangkan dirinya yang hanya seorang pelayan kafe dan sudah terbiasa hidup susah malah tidur ditempat yang seharusnya tidak ditempatinya.


"Yaudah kalau gitu, ayo kita tidur berdua di kasur, gimana" kata Nico menggoda Naura.


"Eh jangan kak... ya... yaudah aku tidur di kasur kalau gitu" kata Naura gugup. Lalu diapun beranjak menuju tempat tidur.


Terlihat Nico merebahkan dirinya diatas shofa, lalu memejamkan matanya.


Begitupun juga Naura.


Keesokan harinya..


Jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi. Terlihat Naura dan Nico masih terlelap dengan tidurnya.


Saat Naura membuka matanya, betapa terkejutnya ia mendapati Nico yang tengah tertidur disebelahnya. Naura langsung menutup mulutnya agar tidak teriak.


Terlihat wajah tampan Nico yang tengah tertidur. Naura merasa terhipnotis dengan wajah tampan Nico.


"astaghfirullah, sadar Ra, apa yang kamu lakukan"lirih Naura pada dirinya sendiri.


Perlahan Nico membuka matanya. Dia melihat Naura yang tengah menatapnya, lalu melempar senyuman pada gadis manis tersebut.

__ADS_1


" Selamat pagi Naura" sapa Nico.


"ka... kak Nico... ke.. kenapa bisa tidur disini?" tanya Naura gugup.


"Maaf Naura, semalam aku tidak bisa tidur, dan kedinginan, jadi aku pindah disini. Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena aku tidak berbuat apa-apa padamu, bahkan menyentuhmu" jelas Nico.


"Maafin aku juga kak, harusnya semalam kakak yang tidur disini bukannya aku. Jadinya kakak malah kedinganan kan" sesal Naura.


"Sudah, jangan lagi dipikirkan.. toh aku juga udah tidur disini kan" kata Nico.


"Emmm.... kalau gitu aku mandi dulu kak, udah siang juga" kata Naura, lalu segera beranjak menuju kamar mandi.


Nico memperhatikan Naura yang setengah berlari menuju kamar mandi. Terlihat wajahnya memerah menahan malu. Nico yang menyadari hal tersebut tersenyum sendiri. Entah kenapa dia merasa nyaman dekat dengan Naura, padahal baru kemarin mereka bertemu namun Nico merasakan hal yang berbeda pada diri Naura. Nico bersyukur bisa bertemu dengan sosok Naura yang penuh kelembutan dan apa adanya. Karena adiknya Santi, mereka bisa bertemu. Meskipun awalnya Nico sempat menolak pertemuan itu.


10 menit kemudian Naura telah selesai mandi.


"Ini udah jam berapa kak?" tanya Naura.


"Astaga, aku udah telat, aku kan harus berangkat kerja kak, gimana ini" panik Naura.


"Kamu hari ini tidak usah masuk kerja dulu" kata Nico.


"Tapi kak, kalau tidak masuk bisa-bisa aku di pecat sama bos" kata Naura khawatir.


"Kamu tenang saja, biar nanti aku yang bilang sama bos kamu" kata Nico.


Naura terdiam. Dia menuruti apa kemauan Nico, lagian percuma saja jika ia memaksa untuk bekerja, Karena jam segini dirinya masih berada di hotel.


Nico mengambil ponselnya, lalu menelepon Roy.


"Halo Roy" sapa Nico.

__ADS_1


"Halo Nic, ada apa?" tanya Roy.


"Lo bisa jemput gue gak di hotel melati deket danau?" tanya Nico.


"Mana bisa Nic, lo kan tau kalau gue sekarang lagi di luar kota ngurusin kerjaan disini" jawab Roy.


"Oh iya, gue lupa, sory. Yaudah kalau gitu" kata Nico, lalu menutup telefonnya.


"Aku mandi dulu Ra, setelah mandi kita sarapan di bawah" kata Nico.


"Iya kak" ucap Naura.


Naura mengambil ponselnya. Disaat itu juga Santi menelefonnya.


"Halo San" ucap Naura.


"Halo Ra, kamu sekarang dimana?" tanya Santi.


"Aku sekarang lagi dihotel deket Danau sama kak Nico" jawab Naura.


"What,.. apa Ra, sama kak Nico?... kok bisa?" tanya Santi terkejut.


"Jadi ceritanya kemarin aku jalan-jalan sama kak Nico ke Danau, terus waktu perjalanan pulang mobil kak Nico mogok, akhirnya kita nginep deh di hotel" jelas Naura.


"Terus Ra, kamu gak diapa-apain kan sama kak Nico?" tanya Santi terdengar panik.


"Enggak lah San, memangnya mau diapain juga" jawab Naura.


"Syukurlah kalau gitu" ucap Santi...


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊

__ADS_1


__ADS_2