Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 28


__ADS_3

Setelah 2 jam berlalu, akhirnya filmpun selesai diputar. Sari, Rendra,dan Rio keluar dari gedung bioskop. Mereka berencana makan siang terlebih dahulu sebelum pergi ketempat selanjutnya.


Setelah cukup lama berkeliling mall, akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran seafood.


Mencari tempat duduk yang nyaman,dan memesan makanan.


Disaat mereka bertiga lagi menikmati makanan mereka. Dari jarak jauh Sherly melihat mereka. Secara kebetulan Sherly juga berada di mall itu bersama temannya untuk shopping.


Tanpa pikir panjang Sherly langsung menghampiri mereka.


"Hai sayang, kesini kok gak ngajak ngajak aku sih" kata Sherly yang langsung merangkul Rendra dari belakang.


Rendra yang menyadari itu langsung berdiri dan menepis tangan dari pundaknya, karna dia sudah tau bahwa itu Sherly, dari suaranya Rendra sudah hafal.


"Apa apaan sih lo, ngapain lo nunjukin wajah lo lagi ke gue. Apa kurang jelas yang gue bilang semalem, kalau kita udah gak ada hubungan apa apa!" Seru Rendra yang membuat Sari dan Rio kaget.


"Jangan gitu lah sayang, aku cinta sama kamu, aku gak mau kita putus. Please maafin aku, aku janji bakalan berubah seperti apa yang kamu mau!" kata Sherly mencoba meraih tangan Rendra.


"Sorry kita gak bakal bisa balik lagi karna gue udah punya pacar baru dan dia yang pasti jauh lebih baik dari lo"Seru Rendra kembali seraya berjalan mendekati Sari dan melingkarkan tangannya pada pundak Sari.


Sontak hal itu membuat Sari dan Rio kaget setengah mati. Sari bingung dan jadi salah tingkah setelah mendengar perkataan Rendra.


"Ma..maaf tapi..." kata Sari yang ingin membenarkan perkataan Rendra.


Tapi Rendra dengan cepat langsung menyela perkataan Sari, seakan dia tau apa yang akan dikatakan oleh Sari.


"Iya kan sayang" kata Rendra kepada Sari sambil mengedipkan satu matanya agar Sari mau menuruti kemauannya.


Sari kemudian hanya diam, setelah mengerti kode dari Rendra. Tapi dalam hatinya dia begitu takut. Dia yang sebelumnya tidak tahu apa apa,malah sekarang masuk dalam masalah mereka.


"What... apa kamu bilang..gak mungkin ini gak mungkin. Cewek kampungan kayak dia kamu jadiin pacar.. come on Rendra, apa kamu udah turun level!" Seru Sherly dengan nada marah.

__ADS_1


"Jaga mulut kamu Sherly..justru kelakuan kamu yang kampungan. Asal lo tau dia jauh lebih baik dari segi manapun dari pada lo" Seru Rendra balik.


"Rio, apa bener cewek ini pacarnya Rendra, jawab gue dengan jujur!" Tanya Sherly beralih menatap Rio yang sedari tadi hanya terdiam menyaksikan drama yang terjadi didepannya.


Cukup lama Rio memberi jawaban, dia sejenak berfikir. Mungkin cara ini memang sengaja Rendra lakukan untuk membohongi Sherly, agar tidak mengganggunya lagi.


"Iya, benar, dia pacarnya Rendra" jawab Rio dengan tegas.


"Apa... kalian semua pasti bohong kan. Gue gak terima diginiin. Dan lo cewek kampungan, lo udah ngerebut pacar gue. Sadar diri, lo itu gak pantes buat Rendra. Lo itu cuma cewek kampung,dekil yang beruntung bisa dapetin Rendra. Tapi jangan harap lo bakal bahagia, tunggu apa yang akan gue lakuin ke lo" kata Sherly panjang lebar, seraya menunjuk nunjuk Sari dengan tatapan melotot.


Dan Sari saat itu benar benar merasa takut, dan bingung harus mengatakan apa. Sari ingin menjelaskan yang sebenarnya, bahwa dia hanya seorang pembantu, tapi disisi lain Rendra melarangnya untuk mengatakan apapun. Akhirnya Sari terpaksa diam dan menerima makian dari Sherly.


Rendra yang melihat itu merasa tidak terima dan langsung menepis tangan Sherly yang menunjuk nunjuk Sari.


"Jaga mulut lo, sekarang gue minta lo pergi dari sini,dan untuk terakhir kalinya gue ingatkan sama lo, jangan pernah ganggu dan nemuin gue lagi!" Bentak Rendra kepada Sherly.


"Oke gue pergi, tapi lo juga harus inget kalau gue gak bakal nyerah buat dapetin lo kembali. Dan untuk lo cewek kampung.. Ini pelajaran buat lo, karna lo udah berani rebut pacar gue!" kata Sherly yang kemudain menyiramkan segelas air ke kepala Sari, dan sontak membuat Sari,Rendra,Rio dan teman Sherly kaget.


"Sherly..!" Teriak Rendra, sebelum Rendra melanjutkan kata katanya, Sherly langsung berlalu pergi dengan meninggalkan senyum sinisnya.


Dan kali ini Sari benar benar menangis. Air mata yang sedari dia tahan akhirnya jatuh dengan deras di pipinya.


"Kamu gak papa kan Sar?" tanya Rio yang merasa khawatir dengan kondisi Sari.


Sari hanya menggelengkan kepalanya dan terus menunduk sambil mengelap bajunya yang basah.


"Maafin aku Sar, ini salah aku, harusnya aku gak melibatkan kamu dalam masalah aku sama Sherly" sesal Rendra, dia tahu bahwa Sari sedang menangis. Entah kenapa hati Rendra merasa tidak tega melihat Sari sedih apalagi menangis seperti itu. Dia ingin memeluknya,mengurangi rasa takut dan sakit dihati nya. Tapi Rendra tak berani, dia hanya bisa menatap Sari dengan perasaan sedih.


"Gak apa apa kok den, saya gak kenapa kenapa, cuma basah aja kok" kata Sari pelan,dengan suara serak karna menangis.


Baru pertama kali ini Sari diperlakukan seperti itu oleh orang lain, bahkan orangtuanya pun tidak pernah melakukan hal kasar atau berbicara kasar kepadanya.

__ADS_1


Sari menangis karna hati nya sangat sakit di hina dan di caci seperti itu, ditambah lagi dengan kelakuan kasar kepadanya.


"Bro, sebaiknya kita beliin Sari baju, kasihan bajunya basah!" usul Rio.


"Oke kalau gitu, gue serahin ke lo,


lo carikan baju buat dia, pake kartu kredit gue tadi, gue tunggu disini" ucap Rendra.


Setelah Rio berlalu mencari pakaian untuk Sari, tinggal mereka berdua direstoran tersebut. Tidak ada perkataan apa apa, mereka hanya terdiam dengan fikiran masing masing.


Rendra yang masih begitu merasa bersalah kepada Sari, menyesali perbuatannya yang telah membawa Sari kedalam masalahnya.


Sedangkan Sari, masih terlihat menundukkan kepalanya, dia sudah berhenti menangis,tapi di hatinya masih terasa sakit.


Tak lama kemudian Rio telah kembali dengan membawa papper bag berisi baju untu Sari.


"Ini Sar, buruan ganti baju kamu, di sana toiletnya" kata Rio yang langsung menyerahkan bawaannya kepada Sari sambil menunjuk arah toilet yang berada di restoran tersebut.


Saripun mengangguk,kemudian melangkah menuju toilet.


"Udah bro, gak usah terlalu difikirin, gue ngerti kok maksud lo tadi apaan, mengakui Sari sebagai pacar lo" kata Rio mencoba menenangkan sahabatnya.


"Tapi gue merasa bersalah banget sama dia, yang harusnya dia seneng di ajak jalan, tapi malah bikin dia nangis!" keluh Rendra.


"Nanti setelah dari sini, lo bisa minta maaf dan jelasin lagi sama Sari. gue yakin, Sari itu orang baik, pasti bakalan ngerti maksud dan tujuan lo ngakuin dia sebagai pacarnya" ucap Rio.


Rendra hanya mengusap wajahnya dengan keduan tangannya tanpa menjawab perkataan Rio.


Setelah Sari selesai berganti pakaian, mereka berencana untuk pulang ke rumah.


Dalam perjalanan pulang, tak ada percakapan apapun diantara mereka. Hanya diam terhanyut dalam fikiran masing masing....

__ADS_1


UNTUK UP SELANJUTNYA, DITUNGGU BESOK YAA, TENTUNYA DENGAN CERITA YANG LEBIH MENARIK DAN SERU.


TAK LUPA SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA KALIAN SEMUA YANG SUDAH MENYUKAI KARYA SAYA. SEMOGA KEDEPANNYA BISA JADI LEBIH BAIK LAGI😊🙏


__ADS_2