
Sudah seminggu ini setelah permasalahan dengan Bella berakhir. Bella pun akhirnya masuk ke dalam sel penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.
"Mas, besok kita kerumah bapak dan ibu yuuk, aku kangen banget sama mereka!" kata Sari saat mereka berada dikamar setelah makan malam.
"Iyaa sayang.. kita kesana, sudah lama juga kita tidak menengok ibu dan bapak!" kata Rendra.
"Sekalian aku mau meminta doa restu bapak dan ibu secara langsung, karena rencananya aku pengen buka cabang baru mas!" kata Sari.
"Iyakah yang, kenapa aku baru tau sekarang soal rencana kamu!" tanya Rendra agak terkejut.
"Gak apa apa mas, biar kamu kaget...hehe.... Alhamdulillah, restoran kita berjalan dengan lancar mas, resto juga selalu ramai setiap harinya. Jadi aku ingin nambah cabang lagi mas, gimana?" kata Sari.
"Alhamdulillah sayang. Aku ikut seneng, akhirnya usaha kamu semakin sukses dan lancar. Aku bangga sama kamu!" kata Rendra.
"Makasih mas, ini semua juga berkat dukungan dan doa dari mas!" ucap Sari.
"Sayang... aku kangen sama kamu!" kata Rendra.
"Pasti ada maunya deh kalau bilang kayak gini" tebak Sari.
"Boleh yaa sayang, bentar aja kok!" pinta Rendra.
Sari hanya menganggukkan kepalanya. Tanpa menunggu lama Rendra langsung melepaskan semua pakaian Sari. Dan mereka pun bertaut dalam keringat dan kenikmatan.
__ADS_1
Sari sangat menyukai permainan Rendra. Baginya dia bisa memberikan rasa nikmat dan kepuasan yang tiada tara dengan segala perlakuannya.
Mereka melakukannya hanya 2 jam saja, karena Rendra menyadari bahwa istrinya sedang hamil muda, jadi dia tidak mau berlama lama untuk melakukannya.
Pagi harinya Sari dan Rendra sudah siap untuk berangkat ke rumah orang tua Sari. Setalah sarapan dan berpamitan kepada pak Yudi dan bu Lestari. Mereka langsung segera berangkat.
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
Terlihat pak Pardi dan Bu Siti sibuk melayani para pembeli.
Pak Pardi dan bu Lestari yang melihat kedatangan Sari dan Rendra beranjak keluar dari toko untuk menyambut kedatangan mereka.
"Assalamualaikum bu, pak!" seru Sari setelah turun dari mobil.
"Waalaikumsalam" balas pak Pardi dan bu Siti bersamaan.
"Kami juga kangen sekali denganmu nak, alhamdulillah kami sehat. Gimana denganmu dan kehamilan kamu?" tanya bu Siti.
"Alhamdulillah Sari beserta keluarga selalu sehat bu, termasuk kehamilan Sari juga!" jawab Sari.
"Assalamualaikum pak, bu" sapa Rendra yang baru keluar dari mobilnya.
"Waalaikumsalam nak Rendra!" kata pak Pardo dan bu Siti hampir bersamaan.
__ADS_1
"Ayoo masuk dulu kerumah... biar bapak yang melayani pembeli.. ibu buatkan minum dulu buat mereka!" kata pak Pardi.
"Iya, ayo Sari nak Rendra, masuk kerumah, pasti kalian capek habis perjalanan jauh!" kata bu Siti. Lalu mereka masuk ke dalam rumah, sedangkan pak Pardi kembali masuk toko untuk melayani para pembeli yang sedari tadi telah menunggu.
"Itu tadi Sari kan pak?" tanya salah satu pembeli.
"Iya bu, itu Sari bersama suaminya!" jawab pak Pardi.
"Wahh, sekarang Sari sudah menjadi orang sukses yaa pak, dan mempunyai seorang suami yang sangat tampan!" kata pembeli yang lain.
"Alhamdulillah bu, semuanya karena ijin Allah!" kata pak Pardi.
"Iya pak.. alhamdulillah ya!" kata salah satu pembeli.
"Ini bu, sama apa lagi?" tanya pak Pardi seraya menyerahkan barang yang dibeli.
"Sudah pak itu saja, jadi semuanya berapa?" tanya salah satu pembeli.
"Jadi semuanya 40 ribu bu!" kata pak Pardi.
Kemudian pembeli tersebut membayar belanjaannya. Kemudian pergi. Lalu bergantian dengan pembeli yang lain.
Toko kelontong milik pak Pardi dan bu Siti tidak pernah sepi pelanggan. Setiap harinya selalu ramai. Hingga saat ini pak Pardi sudah membeli sepeda motor sendiri dari hasil berdagangnya.
__ADS_1
Saat ini kehidupan pak Pardi dan bu Siti tidak pernah merasa kekurangan suatu apapun. Sekarang kehidupan mereka lebih dari kata cukup, malah pak Pardi dan bu Siti sering memberi sembako dan uang kepada orang yang membutuhkan....
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...