Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 44


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7.15 malam, Rendra dan keluarganya sudah berada dirumah. Saat makan malam bersama, pak Yudi dan bu Lestari hanya diam, tak ada sepatah katapun dari mereka. Mungkin bu Lestari masih sangat kecewa dengan Rendra, sedangkan pak Yudi sendiri bingung, dia sudah menjelaskan kepada istrinya, tapi istrinya belum bisa menerima semua ini.


Makan malampun selesai, Rendra menuju ruang kerjanya,sedangkan pak Yudi dan bu Lestari menuju kamarnya.


Rendra kemudian melakukan panggilan terhadap Sherly. Dia memintanya untuk datang kerumahnya membicarakan masalah pernikahan, dengan cara itu pasti Sherly langsung datang kerumahnya.


"Hallo sayang.. tumben banget kamu telvon aku, ada apa, kangen yaa sama aku...!" kata Sherly dari ujung televon.


"Gue minta lo dateng ke rumah sekarang untuk membicarakan masalah pernikahan kita" Kata Rendra menahan emosinya.


"Apa aku gak salah denger nih,. kok tiba tiba kamu suruh aku kerumah kamu buat bicarain masalah kita?" tanya Sherly.


"Ya kalau lo mau, kalau gak mau ya udah" kata Rendra ketus.


"Gitu aja ngambek... oke sayang, aku akan kesana sekarang, tunggu aku yaa...miss you!" ucap Sherly.


Rendra langsung mematikan panggilannya tanpa menjawab lagi. Sebenarnya Rendra ingin marah marah, tapi dia mencoba menahan emosinya agar rencananya untuk menjebak Sherly berhasil.


Sedangkan Sherly merasa sangat senang setelah menerima televon dari Rendra. Dia mengira bahwa rencananya akan berhasil. Kemudian Sherly segera bergegas untuk menuju ke rumah Rendra.


Setelah hampir 30 menit menunggu terdengar suara bel berbunyi di depan rumah. Sari segera membukakan pintu.


Sari terkejut dengan kehadiran Sherly.


"Eh pembokat kampung ternyata yang bukain pintu... Panggilin majikan lo, bilang kalau nyonya Sherly sudah datang!" ucap Sherly dengan sombongnya.


"Baik mbak" kata Sari singkat.


"Eh tunggu, apa lo bilang tadi, mbak... emangnya gue mbak lo... panggil gue nyonya, karna sebentar lagi gue akan jadi nyonya di rumah ini. Dan lo siap siap untuk angkat kaki dari rumah ini.. Sana cepetan panggilin Rendra!" seru Sherly dengan sombongnya.


Sari tidak membalas perkataan Sherly. Dia sudah cukup tau bagaimana sifat Sherly, jadi Sari tidak begitu peduli dengan apa yang Sherly katakan. Dia bergegas menuju ruang kerja Rendra.


Tok..tok...tok...


"Masuk" kata Rendra


"Maaf den, mbak Sherly menunggu di depan!" kata Sari.


"Sudah datang ya dia,..kamu tolong panggilin mama sama papa ya dikamar, bilang kalau ditunggu aku sama Sherly di ruang tamu!"


"Iya den, permisi" ucap Sari.


"Makasih ya Sar" kata Rendra seraya tersenyum menatap Sari.


Sari hanya mengangguk dan menundukkan wajahnya karena malu, kemudian bergegas menuju kamar pak Yudi dan bu Lestari.

__ADS_1


Sebelum Rendra menemui Sherly, dia terlebih dahulu menghubungi Boby menyuruhnya untuk datang kerumahnya sekarang juga.


Setelah selesai melakukan panggilan, Rendra bergegas menuju ruang tamu untuk menemui Sherly.


"Hai sayang.... kangen nih!" ucap Sherly yang menghampiri Rendra dan akan memeluknya.


Tapi Rendra mencegahnya...


"Kita bukan muqrim" ucap Rendra singkat, kemudian langsung duduk di shofa dan diikuti Sherly duduk disampingnya.


"Tapi kan sebentar lagi kita bakal jadi muqrim... Jadi gak sabar nih pengen cepet cepet nikah sama kamu. Oh ya mana om dan tante, katanya mau membicarakan soal pernikahan kita" kata Sherly.


Sebelum Rendra menjawab, pak Yudi dan bu Lestari sudah tiba di ruang tamu.


"Selamat malam om, tante!" ucap Sherly.


"Malam juga" jawab bu Lestari singkat.


"Oke, sekarang kan udah pada kumpul, terus gimana nih rencana pernikahan kita... mau tunangan dulu atau langsung nikah.... tapi mungkin lebih baik langsung nikah aja kali yaa, soalnya kan aku udah hamil duluan nih, takutnya nanti waktu nikahan perut aku makin besar.


Jadi kapan tanggal pernikahan kita adakan, nanti aku tinggal ngomong sama mama dan papa aku!" ucap Sherly panjang lebar dengan percaya dirinya.


Pak Yudi dan bu Lestari yang mendengar perkataan Sherly sangat terkejut. Karna sebelumnya Rendra belum menceritakan rencananya untuk menikahi Sherly.


"Maksudnya apa ini Rend?" tanya pak Yudi.


Dan lo Sher, gue akan jawab kapan tanggal pernikahan kita sesudah orang yang gue undang kesini datang!" ucap Rendra.


"Maksud kamu... orang siapa, bukannya kita udah lengkap disini?" tanya Sherly yang menjadi sedikit panik.


Tak lama orang yang ditunggu Rendra pun datang, tapi dia tidak datang sendiri. Dia datang bersama dengan seorang wanita. Rendra merasa tidak asing dengan wajah wanita itu.


"Selamat malam,om dan tante" Kata Boby yang sudah masuk kedalam rumah, karna memang pintu rumah masih terbuka.


"Malam juga, maaf anda anda ini siapa?" tanya pak Yudi penasaran.


"Perkenalkan om saya Boby, pacarnya Sherly. Dan ini Tina perawat rumah sakit cintabunda yang memberikan hasil tes DNA pagi tadi" jelas Boby.


Sherly yang melihat kedatangan Boby menjadi syok, dan bingung setengah mati, apalagi Boby datang bersama dengan seorang perawat rumah sakit. Sherly menjadi takut setengah mati dia khawatir kebohongannya bakal terbongkar malam ini juga.


"Ini sebenarnya ada apa, mama jadi makin bingung Rend!" resah bu Lestari.


"Mama tenang dulu. Boby akan menjelaskan kebenarannya sama kita semua biar mama percaya!" ucap Rendra.


Kemudian mereka semua duduk..

__ADS_1


"Jadi begini om dan tante... Saya dateng kesini karena saya ingin mengatakan yang sebenarnya kepada om dan tante tentang kebohongan Sherly. Anak yang dikandung oleh Sherly itu adalah anak saya, darah daging saya, dan tentang hasil tes DNA yang positif itu adalah palsu. Sherly telah membayar seorang perawat dirumah sakit tersebut untuk memanipulasi hasil tes itu. Sehingga hasilnya bisa positif,padahal kenyataannya hasilnya adalah negatif.


Kalau om dan tante tidak percaya silahkan tanya sendiri ke wanita ini!" jelas Boby panjang lebar, dan menunjuk wanita yang berada disampingnya.


"Apa benar yang dikatan oleh boby mbak?" tanya bu Lestari.


"Maafkan saya bu, saya menyesal... tolong jangan laporkan saya ke polisi. Memang benar apa yang dikatakan oleh mas Boby, saya telah memanipulasi hasil tes DNA nya sebelum ibu dan bapak tiba dirumah sakit. Saya mohon maafkan saya..." jelas sang perawat dengan isak tangisnya.


"Tante, om jangan dengerin mereka, semua yang dikatakan mereka itu bohong, tante percaya kan sama Sherly!" seru Sherly membela diri.


"Udah cukup Sher lo ganggu hidup gue. Apa lo gak capek dengan semua yang lo lakuin ini, rencana lo selalu gagal kan. Apa lo gak malu. Sadar Sher, ada Boby yang selalu peduli sama lo walaupun sifat dan kelakuan lo kayak gini. Kasian sama anak yang ada diperut lo!" Seru Rendra.


"Jika memang benar apa yang dikatakan oleh nak Boby dan mbak ini. Maka tante mohon sama kamu Sher,tolong berhenti melakukan hal hal bodoh seperti ini.. akhirnya juga akan membuatmu menyesal nantinya!" ucap bu Lestari.


Sherly yang merasa salah dan malu disitu akhirnya lebih memilih untuk pergi. Semua kebohongannya sudah terbongkar,jadi tidak ada gunanya dia membela diri lagi.


"Pak, buk,mas saya mohon maafkan saya. Saya benar benar menyesal, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Kasihani saya!" Seru perawat itu kembali. Dia masih saja menangis dan ketakutan.


"Ya sudah mbak kami memaafkan kamu. Dan jangan pernah mengulangi perbuatan seperti ini lagi!" ucap bu Lestari.


"Terimakasih bu...terimakasih... kalau begitu saya permisi pulang pak bu, mas... sekali lagi terimakasih!" kata perawat tersebut..dan kemudian bergegas untuk pulang.


"Thanks Bob, berkat lo semua kebenaran jadi terungkap. Semoga dengan adanya kejadian ini, Sherly bisa sadar!" ucap Rendra.


"Udah seharusnya gue mengungkap kebenaran, karna gue juga gak mau jika anak gue masuk kedalam kejahatan yabg dilakukan oleh ibunya.


Kalau begitu gue langsung cabut aja yaa bro, gue mau nyusul Sherly, takutnya dia nanti berbuat nekat dan bisa nyelakain bayinya. Saya permisi om tante!" kata Boby.


"Terimakasih ya nak Boby... hati hati dijalan!" kata pak Yudi.


Boby tersenyum sambil melambaikan tangan dan kemudian masuk kedalam mobilnya.


"Sekarang mama udah percaya sama Rendra sepenuhnya kan!" Kata Rendra


"Iya sayang, mama percaya sama kamu,, maafin mama ya karena sebelumnya gak mempercayaimu!" ucap bu Lestari seraya memeluk anakny.


"Berarti sama Sari jadi dong!" ucap pak Yudi meledek anakny.


"Apaan sih pa, nanti kalau orangnya denger gimana!" Kata Rendra yang masih berada dalam pelukan mamanya.


Akhirnya mereka bisa tersenyum bahagia setelah kebenaran terungkap. Mereka berharap tidak ada lagi orang yang berusaha untuk menghancurkan keluarganya dan yang ada hanyalah senyum kebahagiaan...


TERIMAKASIH KAKAK KAKAKKU TERCINTA, MASIH SETIA DENGAN NOVEL SAYA.


JIKA KAKAK KAKAK TIDAK MENYUKAI KARYA SAYA MOHON JANGAN MEMBERI KOMENTAR YANG MEMBUAT SESEORANG MENJADI DOWN. SAYA DISINI PEMULA, DAN INI NOVEL PERTAMA SAYA.

__ADS_1


BAGI YANG TIDAK MENYUKAI ALUR DARI CERITA SAYA BOLEH DITINGGALKAN. TAPI UNTUK KAKAK KAKAK YANG MASIH SETIA DENGAN NOVEL SAYA, SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH. SAYA DISINI SELALU BERUSAHA MEMBERIKAN YANG TERBAIK.


🙏😊💕


__ADS_2