
Keesokan harinya Rendra dan Farhat akan melancarkan rencananya. Farhat akan menelepon Bella untuk meminta bayarannya, dan Farhat sengaja ingin meminta bayarannya secara cas, langsung dari Bella. Awalnya Bella menolak, tapi Farhat mencoba memaksa dan mengancamnya. Akhirnya Bella pun menyetujui untuk bertemu dengan Farhat.
Farhat telah memberi tahu Rendra lokasi tempat dia dan Bella akan bertemu.
Pada jam yang telah dijanjikan Farhat menunggu kedatangan Bella, sedangkan Sari dan Rendra bersembunyi agar tidak ketahuan. Rendra juga telah menyiapkan handphonnya untuk merekam semua perkataan Bella, sebagai barang bukti.
Sekitar 15 menit menunggu akhirnya Bella pun datang.
"Ngapain sih harus ngajak ketemu segala, biasanya kan juga transfer!" kata Bella setelah sampai didekat Farhat.
"Gue butuh uangnya cepet. tapi lo puas kan dengan hasilnya?" tanya Farhat mulai memancing Bella.
"Oke, gue sangat puas. Sebentar lagi rencana gue untuk mendapatkan Rendra akan berhasil!" kata Bella.
"Ini untuk yang terakhir kalinya, gue udah gak mau berurusan lagi sama lo!" kata Farhat.
"Kenapa, apa masih kurang sama bayaran yang gue kasih!" tanya Bella.
"Bukan masalah bayaran, tapi gue udah capek nurutin perintah lo yang gak bener itu.. Lebih baik lo insyaf aja lah, dari pada nanti lo sendiri kena karma dari semua perbuatan lo" kata Farhat.
"Karma?? hahaha.... justru malah karma yang takut sama gue. Buktinya nyampe sekarang hidup gue penuh dengan kebahagiaan dan kekayaan. Lo gak usah sok nasehatin gue deh. Lo sendiri aja gak bener!" kata Bella.
"Tapi kebahagiaan dan kekayaan yang lo dapet itu dari hasil yang tidak baik kan. Sadar lo udah merusak banyak rumah tangga orang!"tambah Farhat.
"Jangan sok nasehati gue, emang lo itu siapa. Gak usah ikut campur urusan gue. tugas lo cuma menjalankan perintah gue!" kata Bella.
__ADS_1
"Terserah lo" ucap Farhat.
"Oke kalau gitu, gue harus cabut. ini uangnya.. jadi lunas!" kata Bella seraya menyerahkan amplop kepada Farhat. Lalu Bella berjalan untuk menuju mobilnya.
Disaat Bella akan memasuki mobil, Rendra dan Sari muncul dari samping mobilnya.
"Paa..pak Rendra... ke..kenapa bapak bisa ada disini?" tanya Bella gugup, dia merasa sangat terkejut dengan kehadiran Rendra. Dia takut jika pak Rendra mendengar semua perkataannya.
"Kenapa, kamu kaget dengan kedatangan saya dan istri saya disini!" kata Rendra.
"I..iiya pak, saya tidak menyangka kalau bapak dan istri bapak ada ditempat ini juga!" kata Bella yang mulai cemas.
"Saya sudah dengar semuanya. Jadi kamu dalang dari semua ini. Kamu yang sudah memfitnah istri saya, dan berniat menghancurkan rumah tangga saya... jawab!!! seru Rendra yang sudah tidak lagi bisa menahan amarahnya.
"Ti..tidak pak, bapak salah dengar... saya tidak pernah melakukan itu semua!" Bela Bella yang sudah merasa takut.
Bella yang sudah merasa ketakutan dan bingung, akhirnya meminta maaf kepada Sari dam Rendra.
"Maafkan saya pak, bu... saya menyesal... tolong maafkan saya!" kata Bella memohon maaf.
"Maaf saja tidak cukup. Kamu harus membayar semua kasalahan kamu. Sudah berapa orang yang kamu tipu dan kamu rusak rumah tangganya. Ternyata kamu perempuan yang sangat licik!" kata Rendra.
"Saya mohon pak, tolong maafkan saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi!" pinta Bella.
"Kamu harus mempertanggung jawabkannya dikantor polisi. Perbuatan mu sudah terlewat batas, Farhat, bawa dia!" seru Rendra.
__ADS_1
"Ja...jadi... lo bekerja sama dengan pak Rendra?" tanya Bella kaget.
"Sorry Bella, gue udah capek dengan semua perintah lo!" kata Farhat seraya memegang tangan Bella.
"Kurang ajar lo... lo udah nipu gue... gue udah ngeluarin uang banyak buat lo, jadi ini pembalasan lo ke gue!" kata Bella marah.
"Uang itu sudah menjadi hak gue, karena itu adalah perjanjian dari lo sendiri!" kata Farhat.
"Brengs*kkk.... lepasin gue.... tolong pak, jangan bawa saya ke kantor polisi, saya menyesal... pak Rendra saya mohon!" seru Bella, yang sudah diseret Farhat masuk kemobilnya.
Kemudian Farhat membawa Bella ke kantor polisi, diikuti dengan Sari dan Rendra dibelakangnya.
"Mas, apa sebaiknya kita tidak perlu membawanya ke kantor polisi!" kata Sari yang merasa kasihan terhadap Bella.
"Kenapa sayang. Kamu dengar sendiri kan tadi kalau Bella yang sudah memfinah kamu. Tidak cuma kita yang kena... tapi sudah banyak orang yang rumah tangganya dia rusak. Jadi Bella harus membayar atas semua kesalahannya. Sudah sepantasnya dia mendapat itu sayang, biar dia benar benar bisa menyesali semua perbuatannya!" jelas Rendra panjang lebar.
"Ya sudah mas, kalau memang itu bisa membuatnya sadar dan menjadi orang yang lebih baik lagi!" kata Sari.
"Tenang sayang. Gak akan ada apa apa kok. Bella juga akan baik baik saja disana!" kata Rendra.
"Iya mas!" ucap Sari.
Rendra memang sengaja akan melaporkan Bella ke kantor polisi. Agar Bella bisa sadar dan benar benar menyesali semua perbuatannya.
Dia tidak mau jika Bella terus terusan menghancurkan rumah tangga orang lain lebih banyak lagi..
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...