Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 48


__ADS_3

Setelah selesai makan, Rendra dan Sari berencana untuk pulang. Karna sudah larut malam. Mereka berada direstoran tersebutpun sudah cukup lama.


Kali ini Rendra dan Sari berjalan dengan bergandeng tangan. Bagi Sari ini terasa seperti mimpi, mimpi yang begitu nyata. Tangannya pun terasa bergetar dan dingin saat tangan Rendra menggenggamnya.


"Sar, tangan kamu kok bergetar dan dingin sih, apa kamu kedinginan?" tanya Rendra khawatir.


"Tidak den... eh mas,iya saya kedinginan!" kata Sari yang menjadi begitu bingung.


"Kamu kenapa Sar,. kok jadi gugup gitu sih, sekarang kita ini udah resmi pacaran, jadi mulai sekarang bahasa kamu jangan terlalu diformalin gitu!" jelas Rendra.


"Iya..maaf mas, mungkin aku belum terbiasa aja!" ucap Sari mencoba bersikap biasa saja.


Setelah sampai diparkiran mereka menaiki mobil, lalu bergegas untuk pulang ke rumah.


Dalam perjalanan Rendra masih saja menggenggam tangan Sari,padahal Rendra dalam posisi menyetir.


"Makasih yaa Sar, kamu udah mau nrima aku jadi pacar kamu... jujur aku bahagia banget... baru pertama kali ini aku bisa ngrasain sebahagia ini!" jelas Rendra.


"Harusnya aku yang berterimakasih sama mas, karna mas mau dan sudi menerima aku, padahal aku dan mas Rendra itu jauh, tidak mungkin untuk bersatu.. Tapi sekarang rasanya seperti mimpi, kalau aku bisa jadi pacar mas Rendra!" jelas Sari yang masih nampak tak percaya.


"Ini bukan mimpi Sar, ini kenyataan... coba kalau memang mimpi, aku cubit...!" kata Rendra mencubit pipi Sari.


"Aduhh mas, ini sakit loh...!" kata Sari meringis.


"Tuh kan sakit, itu artinya kamu gak lagi sedang bermimpi!" kata Rendra kemudian mengusap pipi Sari dengan lembut, Dan itu membuat Sari tersipu malu.


"Oh ya Sar, mulai malam ini kamu gak usah lagi tidur di kamar pembantu, tapi kamu tidur di kamar tamu, dan untuk masalah pekerjaan, kamu sekarang bukan seorang pembantu, jadi jangan mengerjakan pekerjaan pembantu lagi ya!" jelas Rendra.


"Tapi mas, bagaimana dengan mbak Asih, aku kasihan sama dia kalau ngerjain pekerjaan rumah sendiri!" Resah Sari.

__ADS_1


"Nanti biar aku cariin pembantu baru buat gantiin kamu!" jelas Rendra.


"Tapi untuk malam ini, biar aku tidur sama mbak Asih dulu yaa mas. .Aku juga pengen ceritain ini semua ke mbak Asih!" pinta Sari.


"Iya, tapi hanya untuk malam ini aja ya!" kata Rendra. sambil mengusap lembut kepala Sari.


Sari tersenyum bahagia. Begitu indah kehidupan Sari karna Tuhan mengabulkan setiap doanya. Dia tidak sabar ingin menceritakan kepada ke dua orangtuanya.. tapi Sari tidak ingin menceritakannya lewat televon, dia ingin menceritakannya secara langsung kepada bapak dan ibunya.


Sampainya dirumah, Rendra mengantar Sari sampai dapur, setelah itu Rendra kembali ke kamarnya.


Sari menuju kamar Asih. Pintu kamar Asih sudah tertutup, karna Asih sudah tidur. Kemudian Sari mengetuknya lalu membuka pintu secara perlahan karna memang pintu kamar Asih tidak pernah terkunci.


"Mbak Asih, sudah tidur ya!" kata Sari setelah duduk diranjang samping Asih yang sedang tidur.


"Eh Sar, baru pulang kamu!" kata Asih yang terbangun seraya mengucek matanya.


"Udah mbak, baru aja pulang. ini mbak aku bawain oleh oleh!" kata Sari seraya memberikan oleh oleh yang dibelinya waktu perjalanan pulang tadi.


"Gak repot kok mbak, maaf yaa mbak kalau ngebangunin mbak Asih!" kata Sari yang merasa tidak enak.


"Aku juga baru tidur kok Sar, nungguin kamu pulang, tapi ga pulang pulang, akhirnya aku ketiduran. Gimana jalan jalannya tadi sama den Rendra... seneng gak?" tanya Asih penasaran.


"Seneeeeenggg mbak, aku bahagia bangett. Dan mbak pasti gak akan percaya dengan apa yang akan aku ceritain ke mbak Asih!" kata Sari.


"Udah kelihatan kok dari wajah kamu kalau kamu lagi bahagia banget. Bagi dong kebahagiaan kamu itu sama aku.


Memangnya apa yang mau kamu ceritain ke aku Sar?" tanya Asih penasaran.


"Mbak Asih pasti gak akan percaya kalau aku dan den Rendra sudah pacaran!" Kata Sari setengah berbisik!"

__ADS_1


Asih yang mendengar itu, langsung tertawa..


"Kok mbak Asih malah ketawa, bener kan kalau mbak Asih gak akan percaya dengan apa yang aku bilang!" kata Sari.


"Aduhh, Sar....hahahaha..... bukanya gitu.... bukannya aku gak percaya sama kamu. Tapi aku rasa kamu sekarang sedang berkhayal!" ledek Asih yang masih terus tertawa.


"Beneran mbak, aku gak bohong ataupun lagi berkhayal. Serius, den Rendra tadi bilang suka dan cinta sama aku!" jelas Sari.


Asih menatap wajah Sari, dia mencoba menebak apa yang dikatakan Sari benar atau tidak.


"Gimana mbak, apa wajah aku kelihatan berbohong!" tanya Sari.


"Apa iya Sar, aku belum bisa percaya sama kamu... masak kalian berdua udah pacaran. Ini terlalu sulit untuk dipercaya Sar!" kata Asih yang masih belum bisa percaya.


"Kalau mbak Asih tetap gak percaya, besok mbak tanya saja sama den Rendranya langsung!" jelas Sari.


"Aku jadi bingung nih Sar, antara percaya atau enggak!" kata Asih seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yaudah gak papa kalau mbak Asih belum bisa percaya. Nanti mbak Asih juga bakal percaya sendiri kok.


Sekarang aku boleh tidur disini yaa mbak!" kata Sari.


"Boleh Sar, tidur aja... Aku juga udah ngantuk lagi nih... oleh olehnya dimakan besok aja!" kata Asih yang membaringkan tubuhnya kembali.


Kemudian diikuti dengan Sari. Sari tidur dengan perasaan yang sangat bahagia. Dia tidak sabar menantikan hari esok menjelang dan bertemu dengan Rendra, kekasih barunya.


Sedangkan Rendra yang berada dikamar masih terlihat senyum senyum sendiri sambil tiduran diatas ranjangnya.


Dia juga merasa sangat bahagia. Padahal selama dia berpacaran dengan beberapa wanita perasaannya tidak sebahagia ini.

__ADS_1


Rendra merasa sangat bersyukur atas kebahagiaan yang dia dapatkan. Rendra berharap semoga kebahagiaan ini akan terus menyelimuti keluarganya..


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2