Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 60


__ADS_3

Tibalah hari dimana Sari dan Rendra akan mengucapakan janji suci. Menyatukan satu ikatan menjadi ikatan yang sah di mata hukum dan agama. Hari dimana Sari dan Rendra tungg tunggu, hari dimana mereka akan dipersatukan dan tak ada yang berhak memisahkan mereka kecuali maut yang akan memisahkan.


Sekitar jam 8 pagi, Rendra, kedua orang tua serta beberapa sanak saudara ikut pada acara sakral tersebut. Tak lupa Rio dan juga Asih ikut serta.


Acara akad akan di mulai pada jam 9 nanti.


Pak Pardi dan bu Siti menyambut kedatangan mereka dirumahnya.


Sedangkan Sari masih berhias diri di kamarnya dengan mengundang seorang tata rias di kampungnya.


"Itu kayaknya calonmu sudah datang Sar!" kata penata rias tersebut seraya mendandani wajah Sari.


"Iya mbak... aku jadi makin deg deg an ini!" kata Sari yang merasakan debaran didadanya semakin kencang.


"Tenangkan dirimu Sar. Tapi wajar aja sih kalau kamu deg deg an... Aku dulu juga gitu waktu dilamar sama suami... rasanya jantung udah mau copot!" kata penata rias menggoda Sari.


"Mbak ini, malah bikin aku makin deg degan aja!" kata Sari.


"Gak apa Sar, tenang aja... nanti kalau udah Sah pasti rasanya jadi lega!"kata perias tersebut menenangkan hati Sari.


Jam sudah menunjukkan pukul 8.45 WIB, penghulupun sudah datang..


Sekitar 10 menit kemudian Sari telah keluar dari kamarnya dengan menggunakan kebaya panjang dengan kain jarik untuk bawahannya. Rambut yang disanggul kecil, dengan hiasan cantik diatas rambutnya. Hari itu Sari benar benar sangat berbeda.. Wajahnya sangat ayu dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal.


Semua mata tertuju pada Sari yang berjalan keluar dari kamarnya. Termasuk Rendra, dia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya... Wanita yang sangat cantik itu adalah orang yang akan dia nikahi sekarang. Rendra sama sekali tidak melepas pandangannya terhadap Sari, sampai Sari duduk disampingnya untuk melakukan ijab qobul.


"Bagaimana semua, para saksi sudah siap!" Seru pak penghulu setelah Sari duduk tepat disamping Rendra.


"Pengantin juga sudah siap?" tanya pak penghulu.


"Siap!" jawab Sari dan Rendra bersamaan.

__ADS_1


"Mari kita mulai acara ijab qobulnya!" kata Pak penghulu.


Kemudian pak penghulu memulainya dengan membaca doa terlebih dahulu..Lalu mengucapkan ijab Qobul... dan setelahnya dijawab oleh Rendra..


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA SARI KUSUMA BINTI PARDI KUSUMA DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN EMAS SEBERAT 100 GRAM DIBAYAR TUNAI!" Ucap Rendra dengan lancar.


"Bagaimana para saksi...sah?" tanya pak penghulu.


"SAHHHH!" seru para saksi bersamaan.


Lalu mereka mengucapkan rasa syukur dan membaca doa.


Tak terasa air mata Sari sudah menetes di pipinya. Dia tidak pernah menyangka akan menikah dengan orang yang begitu baik dan peduli dengannya dan juga keluarganya. Allah begitu baik kepadanya. Allah telah mendengar dan mengabulkan doa doa Sari, sehingga sekarang dia bisa merasakan kebahagiaan tiada tara.


Kemudian mereka bertukar cincin, setelah itu Sari mencium tangan Rendra,lalu Rendra mencium kening Sari dengan penuh kasih sayang.


Kemudian mereka sungkem kepada orang tua dan mertua. Momen itupun tak luput dari rasa haru dan tangisan kebahagiaan.


Setelah para tamu sudah pulang semua, kemudian keluarga Rendra pun berpamitan untuk pulang ke Jakarta.


"Pak Pardi, bu Siti kami mohon pamit untuk kembali ke jakarta. Terimakasih untuk semuanya pak,bu. Kami tunggu kedatangan bapak dan ibu ke jakarta!" kata Pak Yudi.


"Iya pak... saya juga mengucapkan banyak banyak terimakasih. Kalau begitu hati hati dijalan pak bu, dan semuanya saja, mohon maaf jika ada rasa tidak nyaman selama acara berlangsung!" kata pak Pardi.


Setelah semua pamit dengan orang tua Sari, Sari sendiri dan juga Rendra, mereka semua pun meninggalkan rumah Sari.


Sedangkan Rendra masih tetap berada dirumah Sari. Rencananya dia akan ke jakarta bersama Sari dan juga kedua mertuanya untuk menggelar acara resepsi pernikahan mereka di jakarta. Acara nya sekitar 1 minggu lagi.


"Bu Sari bersih bersih diri dulu yaa, nanti aku bantu beresin semuanya!" kata Sari.


"Tidak udah Sar, biar bapak saja yang bantu ibumu, kamu dan suamimu mandi dan istirahatlah, pasti kalian lelah!" kata pak Pardi.

__ADS_1


"Tidak kok pak, kami tidak lelah. Kami akan bantu bapak dan ibu dulu baru setelah itu kami akan istirahat!" kata Rendra.


"Ya sudah nak... terserah kalian saja... gantilah baju kalian dulu!" ucap bu Siti.


Merekapun berlalu menuju kamar untuk berganti pakaian dan sedikit membersihkan diri. Setelah itu mereka segera membantu membereskan rumah. Sebenarnya masih ada para tetangga yang masih berada disana untuk membereskan barang barang di dapur. Tapi Sari dan Rendra lebih memilih membantu dari pada istirahat.


Setelah hari menjelang sore, semua pekerjaanpun selesai. Sari dan Rendra bergegas untuk mandi.


Jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, adzan maghribpun telah berkumandang. Segera keluarga Sari melaksanakan sholat berjamaah, dengan sebagai imam pak Pardi.


Selesai sholat, mereka berkumpul diruang tengah, seraya menikmati makan malam.


Sebenarnya Rendra tidak terbiasa dengan keadaan yang seperti ini. Memang rumah Sari sudah diperbaiki, bangunannya sudah diganti dengan tembok, lantainyapun dengan keramik, dan atapnya pun sudah terlihat rapi dan tidak ada yang bocor jika hujan turun, tetapi didalam rumah Sari. belum ada perabot yang lengkap. Seperti televisi, kursi meja tamu, meja makan dan lain lain. Mereka sekarang hanya duduk dibawah dengan alas tikar.


Rendra berniat akan melengkapi isi rumah orang tua Sari. Rendra pun menciba membiasakan diri dengan keadaan. Bagaimanapun juga ini adalah rumah orang tua istrinya.


" Pak bu, bagaimana kalau besok kita beli perabot rumah, sekalian jalan jalan, saya kan belum tau daerah sini!" kata Rendra.


"Tidak usah nak Rendra. Nak Rendra sudah terlalu banyak membantu kami. Tapi jika nak Rendra mau jalan jalan, kami siap menemani!" kata Pak Pardi.


"Sekarang saya kn sudah jadi anak bapak dan ibu. Jadi sudah kewajiban saya untuk memenuhi kebutuhan istri dan orang tua saya. Rendra mohon yaa pak bu, apapun yang rendra ingin kasih ke bapak dan ibu jangan pernah di tolak!"jelas Rendra.


"Iya pak,bu... apa yang dibilang mas Rendra benar. Mas Rendra sekarang udah jadi anak ibu dan bapak!" tambah Sari.


"Ya sudah kalau begitu bapak dan ibu nurut saja sama kalian... yang penting kalian seneng...iya kan pak!" kata bu siti.


Pak Pardi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


Merekapun melanjutkan makan malam dengan diselingi canda dan tawa...


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2