
Pagi ini Sari akan berbelanja sayur. Seperti biasa dia akan membeli sayur keliling di depan rumah.
"Sar, kamu tolong yang beli sayur yaa, ini uangnya" kata Asih seraya menyerahkan uang kepada Sari.
"Iya mbak, beli sayur apa aja mbak?" tanya Sari.
"Beli sayur bayam, brokoli terus sama ayam Sar" jelas Asih.
Sari menganggukkan kepala dan lekas pergi membeli sayur.
"Pagi mang Ujang,.. kenapa mang kok pegangin perut terus?" tanya Sari setelah sampai gerbang dan melihat mang Ujang yang memegangi perutnya.
"Aduhh,ini mbak perut mang Ujang sakit, kayak nya karna kebanyakan makan sambel semalam!" jawab mang Ujang dengan meringis kesakitan.
"Udah diobatin belum mang?" tanya Sari kembali.
"Udah kok mbak, baru aja minum obat, yaudah saya ketoilet dulu, kalau mbak mau keluar silahkan,gerbangnya gak saya kunci" Kata mang Ujang kemudian langsung berlari menuju toilet.
Sari yang melihat tingkah mang Ujang hanya tertawa. Kemudian dia keluar gerbang,menunggu tukang sayur keliling.
Cukup lama Sari menunggu tapi tak kunjung dia melihat tukang sayur.
Tiba tiba ada mobil sedan warna Merah berhenti tepat di depannya. Sari mundur beberapa langkah.
Seorang wanita turun dari mobil tersebut, dan ternyata itu adalah Sherly.
Sari langsung terkejut dengan apa yang dilihatnya, Sari bingung dan merasa takut.
"Kebetulan kita ketemu disini.. sebenernya lo itu siapa, kenapa lo ada di depan rumah Rendra. dan wow...pakaian lo seperti pakaian pembantu. Jawab gue dengan jujur, siapa lo?" Seru Sherly, menatap tajam pada Sari.
"Ma..maaf mbak, sa...saya cuma pembantu di rumah ini!" jawab Sari ketakutan.
__ADS_1
"Oh jadi lo pembantu dirumah ini, cocok dengan casing lo yang kampungan. Bisa bisa nya Rendra bilang kalau lo itu pacarnya. Tapi pinternya gue gak langsung percaya dengan omongannya, karna apa...karna Rendra gak mungkin mau pacaran sama cewek kampungan kayak lo.
"Maaf saya memang hanya pembantu mbak, tapi saya bukan cewek kampungan"kata Sari pelan memberanikan diri untuk membela diri.
"Berani lo nantang gue. yang namanya pembantu itu yaa kampungan, ngerti lo" kata Sherly dengan suara agak keras seraya mendorong Sari kebelakang.
Dari dalam Rendra yang ingin memanasi mobil mewahnya mendengar keributan yang ada di depan gerbang, segera ia menghampiri keributan itu.
Setelah keluar gerbang betapa terkejutnya dia melihat Sherly bersama dengan Sari.
"Apa yang lo lakuin sama dia" Seru Rendra dengan tatapan marah kepada Sherly.
"Hai sayang, aku gak nglakuin apa apa kok sama pembantu kamu ini" ucap Sherly yang agak terkejut dengan teriakan Rendra.
"Dia bukan pembantu disini. Sekarang gue minta lo pergi dari sini!" kata Rendra seraya merangkul bahu Sari.
"Gue udah tau semuanya, dia udah ngakui kalau dia pembantu disini, mau ngelak apa lagi. Cewek kampungan murahan kayak dia memang gak pantes buat lo!" seru Sherly sambil menunjuk nunjuk Sari.
"Sudah cukup mbak,anda menghina dan merendahkan saya. Saya memang cuma pembantu disini tapi saya masih punya harga diri. Saya bukan pacarnya den Rendra, saya hanya bekerja disini dan tidak tahu menahu tentang masalah mbak dan den Rendra, jadi tolong jangan hina saya lagi!" kata Sherly dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.
"Lo udah berani sama gue. Bagus, kalau lo emang sadar kalau lo itu cuma seorang pembantu. Jadi gak usah blagu, sok sok an bangga karna udah diakuin Rendra sebagai pacar. Gue ingetin sama lo, jangan pernah bermimpi untuk jadi seorang putri. Dan hormati gue karna sebentar lagi gue bakal jadi majikan lo juga, emang di kampung tempat lo tinggal, orang tua lo gak pernah ngajarin atau ngedidik lo!" Seru Sherly dengan wajah sinisnya.
"PLAAAKKK....." sebuah tamparan langsung mendarat di pipi Sherly.
Sari yang mendengar ucapan Sherly yang telah membawa nama orang tua nya merasa tidak terima dan langsung menampar pipi Sherly.
"Kamu boleh hina dan caci maki saya sepuas hati kamu. tapi jangan pernah kamu membawa kedua orang tua saya dalam masalah ini. paham!" seru Sari, dengan wajah yang sangat marah, menatap Sherly.
Setelah berkata seperti itu Sari langsung beranjak pergi,masuk ke dalam rumah dengan air mata yang semakin deras mengalir.
Rendra yang melihat kejadian itu merasa kaget. Dia marah dengan perkataan Sherly, tapi disamping itu Rendra juga tidak menyangka bahwa Sari akan menampar Sherly.
__ADS_1
"Kurang ajar, dasar cewek kampung, berani berani nya lo nampar gue, hey...berhenti.. awas lo!" teriak Sherly,sambil memegangi pipinya,dan hendak mengejar Sari. Tapi sebelum sempat mengejar, Rendra sudah menghalangi langkahnya.
"Mending lo pergi dari sini, sebelum gue panggil satpam buat nyeret lo!" Ucap Rendra
"Tapi Ren, cewek kampungan tadi udah nampar gue, lo lihat sendiri kan.. gue gak terima diginiin, gue harus bikin perhitungan sama dia" kata Sherly.
"Perhitungan lo sama gue bukan sama dia. Mending cepetan lo pergi dari sini!" teriak Rendra.
"Gue bakal bales semua ini" kata Sherly, dan akhirnya dia pun pergi dan melajukan mobilnya.
Setelah dirasa Sherly pergi menjauh,Rendra segera masuk ke rumah.
Dia langsung pergi ke dapur untuk menemui Sari. Tapi yang dilihatnya cuma Asih.
" Bi Sari kemana?" tanya Rendra langsung tanpa basa basi.
"Sari lagi di kamar mandi den, buru buru mungkin dia lagi sakit perut, ada yang bisa saya bantu den?" kata Asih, yang memang tidak tahu apa yang telah terjadi, dan tidak mengetahui juga bahwa Sari menangis.
"Tidak ada bi, ya sudah kalau gitu" kata Rendra kemudian berlalu meninggalkan dapur.
Untuk kedua kalinya Rendra merasa bersalah, dan kali ini rasa bersalahnya teramat besar kepada Sari. Rendra tidak mengira kalau masalahnya bakal serumit ini. Malah Sari yang selalu merasa tersakiti karna dirinya yang telah membawa Sari ikut campur dalam masalahnya.
Rendra akan bersiap siap untuk pergi ke kantor, dia tidak sarapan dirumah, pikirannya terlalu kacau hari ini. Dia segera pergi sebelum mama papanya mengetahui dirinya yang sedang kacau. Rendra tidak mau orang lain mengetahui masalahnya dengan Sherly apalagi kedua orang tuanya.
Rendra segera melajukan mobil mewahnya menuju kantor...
MAAF YA KALAU UP NYA TERLALU LAMA, TAPI SETIAP HARINYA SAYA SELALU UP KOK.
TERIMAKASIH MASIH SETIA MEMBACA NOVEL SAYA.
INSYAALLAH SAYA TIDAK AKAN MENGECEWAKAN KALIAN.
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA YAA😊🙏