
Malam mpun tiba. Jam menunjukan pukul 8.00 malam waktu singapur. Sari terlihat sedang melihat pemandangan di bawahdari jendela hotel. Sari berada di lantai 5, sehingga dari atas bisa melihat pemandangan kota singapur pada waktu malam.
"Kamu sudah siap Sar, ayo kita berangkat sekarang, papa dan juga Rendra sudah menunggu di depan!" kata Bu Lestari membuyarkan pandangan Sari.
"Iya ma, Sari udah siap!" jawab Sari.
"Kamu terlihat sangat cantik Sar, dengan gaun itu, pasti Rendra makin cinta deh sama kamu!" goda bu Lestari.
"Mama bisa aja... padahal Sari gak PD pakai baju ini ma, ini buat Sari terlalu bagus ma!" kata Sari.
"Kamu harus PD Sar, gaun itu cocok sekali kamu pakai. Yaudah ayuk, nanti keburu kemalaman, kamu juga udah lapar kan!" ajak bu Lestari seraya menggandeng tangan Sari.
Saat keluar dari makar hotel, pak Yudi dan Rendra sudah menunggu di depan pintu. Ketika Rendra melihat Sari dengan gaun panjang berwarna merah muda, dia merasa terpesona. Baginya malam ini Sari terlihat begitu cantik dengan pakaian itu. Anggun dan elegan. Sari tidak seperti gadis kampung lainnya, memang dia anak kampung yang miskin, tapi dia mempunyai paras yang cantik, kulit yang bersih meskipun tidak terlalu putih.
"Ehem...ehem....!" seru pak Yudi yang mencoba membuyarkan tatapan Rendra kepada Sari.
"Ren....Rendra mau sampai kapan kita berdiri disini menunggu kamu melihat Sari seperti itu!" seru bu Lestari, yang sontak langsung mengejutkan Rendra.
"ma..maaf ma... masak lihatin pacar sendiri gak boleh!" jawab Rendra merasa malu.
Sari hanya tersenyum melihat tingkah Rendra, karna bukan sekali ini Rendra menatapnya seperti itu.. Sehingga Sari mulai terbiasa meskipun perasaan malunya masih tetap ada.
"Ayo berangkat sekarang, papa udah lapar nih!" kata pak Yudi.
Merekapun pergi ke sebuah restoran ternama yang ada di Singapur. Mereka menaiki mobil mewah pak Yudi, dengan pengemudi Rendra dan disebelahnya pak Yudi, sedangkan bu Lestari dan Sari duduk dikursi belakang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit mereka sampai ditempat tujuan.
Kemudian mereka masuk ke restoran tersebut... Setelah mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan memesan makanan, Rendra berencana untuk melamar Sari, dan membicarakannya terlebih dahulu kepada orang tuanya.
"Pa, ma, Rendra ingin melamar Sari!" ucap Rendra.
Sari yang mendengar itu sangat terkejut, dia tidak menyangka bahwa Rendra berencana ingin segera melamarnya.
"Kalau papa terserah kamu Rend, papa hanya bisa merestui kalian!" kata pak Yudi.
"Apa kamu sudah memikirkannya matang matang Rend?" tanya bu Lestari.
"Sudah ma, Rendra segera ingin menikahi Sari, karna menurut Rendra semakin cepat semakin baik. Lagi pula Umur Rendra dan Sari sudah cukup untuk menuju kejenjang pernikahan" jelas Rendra.
"Kalau memang itu sudah keputasan kamu.. mama juga hanya bisa memberi restu Rend. Tapi bagaimana dengan Sari, apa dia mau?" tanya bu Lestari, seraya mengalihkan pandangannya kepada Sari.
__ADS_1
"Bagaimana sayang, apa kamu mau?" tanya Rendra. Dia berharap Sari mau menerima lamarannya.
"Kalau dari aku sendiri bersedia mas, tapi aku juga harus meminta restu dari kedua orang tua aku" jelas Sari.
"Kalau masalah itu sudah pasti kita harus meminta restu kepada orang tua kamu sayang!" kata Rendra.
"Lalu kapan rencana kamu untuk melamar Sari ke rumahnya Rend?" tanya pak Yudi.
"Nanti pa, setelah dari sini... Rendra akan kesana!" jelas Rendra.
"Kalau begitu, papa dan mama akan ikut pulang ke Indonesia bersama kamu... Kamu disini mau berapa lama?" tanya pak Yudi kembali.
"Rencananya cuma seminggu aja pa... Tapi bagaimana dengan pekerjaan papa disini?" kata Rendra.
"Itu urusan gampang Rend.. disini ada kaki tangan papa... papa akan serahkan tanggung jawab disini ke dia!" jelas pak Yudi.
Rendra berharap semoga rencana Rendra untuk segera menikahi sari berjalan dengan lancar, tanpa ada masalah atau kendala apapun.
Rendra berniat akan membuat Sari dan keluarganya bahagia. Dia sangat mencintai Sari, Meskipun terbilang pertemuan dan kedekatannya dengan Sari terbilang singkat, tapi Rendra merasakan rasa cinta yang tulus untuk Sari.
Tak berapa lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang. Lalu mereka menikmati makan malah dengan rasa penuh suka cita.
"Bener juga Rend apa yang dibilang sama mama kamu.. sekalian aja mumpung kalian disini, biar disana nanti kalian tidak terburu buru menyiapkan segala sesuatunya!" jelas pak Yudi menambahkan.
"Iya pa ma, Rendra setuju kok, nanti habis dari sini kita cari toko perhiasan...
gimana sayang?" tanya Rendra kepada Sari.
"Iya mas, aku nurut saja!" kata Sari seraya tersenyum.
" Yaudah makannya dilanjutin dulu, dihabiskan, nanti keburu kemaleman!" kata pak Yudi.
Setelah selesai makan, mereka kemudian bergegas untuk mencari toko perhiasan.
Setelah beberapa lama mencari akhirnya mereka menemukan toko perhiasan yang masih buka. Toko perhiasan tersebut cukup besar dan mewah. Lalu tanpa berpikir panjang mereka memasuki toko tersebut, tetapi pak Yudi tidak ikut serta, dia lebih memilih untuk menunggu di mobil.
Penjaga toko mendekati Rendra.
Kebetulan penjaga toko tersebut bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan fasih.
**(biar semuanya bisa mengerti kita menggunakan bahasa indonesia asli aja yaa guys😁😁)**
__ADS_1
"ada yang bisa saya bantu tuan dan nyonya!" sapa penjaga toko tersebut.
"Saya mau cari sepasang cincin untuk tunangan!" kata Rendra.
"Ada, silahkan tuan disebelah sini!" kata penjaga toko, mengarahkan mereka ke tempat lain.
"Mau pilih yang mana sayang!" tanya Rendra seraya menundukkan kepalanya melihat lihat dari balik kaca.
"Terserah mas saja, semuanya bagus mas... atau mama mau pilihkan buat kita!" kata Sari.
"coba kamu yang pilih Sar, kan yang mau tunangan kamu bukan mama.. Apapun pilihan kamu, pasti Rendra suka!" kata bu Lestari seraya tersenyum.
"emmmm.... yang itu aja mas, bagus!" kata Sari seraya menunjuk sepasang cincin yang dia pilih.
"Coba yang lihat yang itu mbak!" kata Rendra kepada penjaga toko.
Kemudian penjaga toko tersebut mengambilkan sepasang cincin yang dipilih oleh Sari. Cincin berwarna silver,, dihiasi dengan satu permata berwarna biru tua,untuk ceweknya. Dan cincin berwarna senada polos untuk cowoknya.
"Gimana, kamu suka yang ini?" tanya Rendra menunjukkan sepasang cincin yang masih berada didalam kotak kecil.
"Iya mas, aku suka.... gimana menurut mama?" tanya Sari.
"Pilihan yang bagus Sar, cocok buat kalian!" jawab bu Lestari.
Sebelum deal untuk membeli, mereka mencobanya terlebih dahulu... ternyata ukurannya pas dua duanya.
"Saya mau ambil yang ini mbak" kata Rendra.
"Iya tuan, silahkan ditunggu dulu, saya buatkan kuitansinya!" kata penjaga toko.
Tak berapa lama, penjaga toko kembali dengan kuitansinya...
"Silahkan tuan, ini kuitansinya, jadi yang harus dibayar 35 juta untuk sepasang cincin, ada tambahan lagi!" jelas penjaga toko.
Tanpa menjawab Rendra langsung mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya.
Selesai pembayaran dan menerima cincinya, mereka berniat langsung kembali ke hotel.
Malam ini menjadi malam yang begitu indah untuk Sari. Keberuntungan yang selalu dia dapatkan tak pernah terfikirkan dalam hidupnya. Rasa syukur yang selalu dia panjatkan tanpa henti, membawanya menuju kebahagiaan yang dia impikan bersama dengan keluarganya.....
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...
__ADS_1