
Menjelang sore, Papa dan Aira baru tiba di rumah. Saat melewati halaman rumah, mereka melihat mobil Andra terparkir di bagasi.
"Pa,,Mas Andra dan Mba Anisa datang. Lihat deh,itu kan mobilnya Mas Andra kan?," Ucap Aira senang.
"Iya sayang, itu mobil kakakmu," Kata Rendra ke pada anaknya.
Aira terlihat senang sekali karena kakaknya datang. Ia sangat merindukan kakaknya itu dan juga kakak iparnya.
Rendra dan Aira masuk ke dalam rumah. Setiba nya di ruang tengah,mereka melihat sang mama sedang duduk di sofa sambil menonton tv.
"Ma , Mas Rendra sama Mbak Anisa mana?," Tanya Aira yang langsung menanyakan keberadaan kakaknya.
"Aira ,papa...kok mama nggak denger kalian sampai rumah. Kenapa sore sekali pulangnya," Ucap Sari yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Iya ma, ada masalah sedikit tadi di kantor. Tapi udah teratasi," Jawab Rendra.
"Mama !! Kok nggak di jawab sih pertanyaan Aira? Mas Andra sama mbak Anisa mana? Aira pengen ketemu sama mereka ma," Tanya Aira sedikit kesal karena pertanyaan nya tidak di tanggapi oleh mama nya.
"Mereka ada di kamar atas sayang, lagi istirahat. Nanti aja kalau mau ketemu sekalian makan malam bareng. Mending sekarang kamu mandi dulu," Ucap Sari.
"Ya udah deh Aira mandi dulu aja kalau gitu," Kata Aira. Kemudian ia pun berjalan menuju kamarnya.
"Papa juga mandi dulu kalau gitu ya ma. Capek banget seharian ngurusin kerjaan," Kata Rendra.
"Iya Pa. Kalau gitu mama mau bantuin Bibi dulu siapin makan malam," Ucap Sari.
Jam makan malam pun tiba. Terlihat asisten pembantu di rumah itu sedang menata hidangan di atas meja makan. Tak berapa lama Andra dan Anisa datang.
"Bibi, ada yang bisa Anisa bantu?," Tanya Anisa.
"Tidak ada Mba , ini juga sudah selesai. Mbak Anisa duduk aja," Jawab Bibi dengan sopan.
"Beneran nggak ada bi?," Tanya Anisa lagi.
__ADS_1
"Iya mbak. Ini juga sudah selesai. Kalau gitu Bibi permisi ke belakang dulu ya," Ucap Bibi dengan sedikit menundukkan kepalanya
"Iya Bi, Makasih ya," Ucap Anisa dengan tersenyum ramah.
Tak berapa lama Pak Rendra,Bu Sari dan juga Aira menyusul ke meja makan
"Mas Andra!! Mbak Anisa !!! Aira kangen banget sama kalian. Kenapa lama ngga datang ke rumah sih?," Seru Aira, kemudian memeluk Andra dan juga Anisa secara bergantian.
"Mas lagi banyak kerjaan dan ngga bisa di tinggal sama sekali. Jadi ini baru sempet ke sini," Ucap Andra sambil mengelus rambut sang Adik penuh sayang.
" 3 bulan nggak ketemu Aira tambah cantik ya sekarang. Pasti banyak cowok-cowok yang naksir nih," Ujar Anisa menggoda adik iparnya itu.
"Ihh Mbak Anisa bisa aja deh. Masih cantikan Mbak Anisa kok. Aira pengen tau bisa secantik mbak Anisa," Ucap Aira.
"Semua wanita itu cantik kok. Jadi harus bersyukur dengan apapun yang udah kita dapatkan sekarang," Ucap Anisa.
"Iya mbak, Aira bakalan selalu bersyukur dengan apa yang udah Aira dapatkan sekarang," Ucap Aira tersenyum manis.
Lalu mereka berlima pun makan malam bersama dengan nikmat.
Selesai makan malam, mereka menuju ke ruang tengah untuk bersantai sambil menonton tv.
Sedangkan Aira tidak ikut bergabung karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan di kamarnya.
"Gimana Ndra kerjaan kamu lancar kan?," Tanya Rendra pada anaknya.
"Alhamdulillah sejauh ini lancar Pa. Ada masalah pun paling cuma masalah kecil saja. Andra bisa mengatasinya," Jawab Andra.
"Bagus lah kalau begitu," Ucap Rendra.
"Oya ,ngomong-ngomong gimana nih, kalian udah program hamil belum? Mama sama Papa udah nggak sabar pengen nimang cucu," Tanya Sari yang langsung membuat raut wajah Anisa berubah.
Setiap kali mendengar pertanyaan seperti itu, Anisa merasakan hati nya sakit dan juga sedih.
__ADS_1
"Doakan saja Ma. Kami akan segera memberikan Mama sama Papa cucu," Jawab Andra yang langsung menjawab pertanyaan sang Mama. Karena ia tau, istrinya pasti sedih setiap mendengar pertanyaan seperti itu.
"Kalian berdua tidak punya niat untuk menundanya kan selama ini. Sudah 5 tahun pernikahan kalian sayang," Ucap Sari.
"Enggak Ma. Kami tidak ada niat sedikitpun untuk menundanya. Mungkin memang Allah belum ngasih ke percayaan buat kita. Makannya Mama sama Papa doain kita selalu ya?," Ucap Andra.
"Pasti sayang. Doa kita selalu menyertai kalian berdua. Yang terpenting rumah tangga kalian selalu harmonis dan bahagia," Ucap Hendra menimpali.
"Tapi kalian sudah mencoba untuk cek ke dokter kan?," Tanya Sari.
"Sudah Ma. Kami sudah ke dokter. Dan hasilnya pun baik. Tidak ada masalah dengan kita berdua. Ya mungkin memang belum waktunya saja," Kata Anisa mulai membuka suara.
"Ya syukur kalau hasilnya baik. Mungkin kalian harus lebih berusaha lagi," Ucap Sari.
"Ya udah Pa,Ma...Andra sama Anisa ke kamar duluan ya? Andra udah ngerasa ngantuk nih," Ucap Andra. Sebenarnya niat Andra hanya ingin menghindari pertanyaan-pertanyaan sang Mama. Ia kasian melihat istrinya yang terlihat tertunduk. Andra bisa merasakan apa yang di rasakan Anisa saat itu. Perasaan sedih dan hancur pastinya.
"Iya sayang. Kalian buruan tidur kalau gitu," Ucap Sari.
"Anisa ke kamar duluan ya Ma, Pa?," Kata Anisa seraya beranjak dari duduknya di barengi dengan Andra.
"Iya Nak, tidur yang nyenyak ya," Jawab Sari.
Lalu Andra dan Anisa pun meninggalkan ruang tengah dan berjalan menuju kamar.
Raut wajah Anisa seketika berubah. Dirinya sudah tidak bersemangat lagi. Ia merasa menjadi seorang wanita yang tidak berguna. Memang belum tentu sepenuhnya dirinya yang bermasalah. Namun pandangan orang-orang banyak yang mengira bahwa pihak wanita lah yang bermasalah jika tak kunjung mendapatkan keturunan.
Andra menggandeng tangan istrinya dengan erat, seolah-olah memberikan semangat. Agar istrinya itu tidak merasa terlalu bersedih. Andra berjanji akan terus setia dan akan tetap di sisi Anisa, apapun yang terjadi.
**TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JANGAN LUPA LIKE YA KAK 😊
Baca juga "JODOH SI GADIS MISKIN 2" yaa kak,,
Langsung klik aja di pencarian**..
__ADS_1