Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
part 149 (MARLINA)


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 30 menit, akhirnya mereka pun sampai di sebuah hotel berbintang dimana tempat acara Veronika diadakan.


Amar membukakan pintu mobil untuk Marlina, lalu menggandeng tangannya masuk ke dalam pesta.


Baru pertama kali ini Marlina datang ke acara semewah ini. Dan itu membuatnya gugup. Terlihat para tamu yang hadir adalah orang-orang kaya dan terpandang, sebagian teman-teman kuliahnya. Mereka semua nampak cantik dengan pakaian yang mahal.


Pada saat Marlina dan Amar memasuki tempat pesta, Veronika melihat kedatangan mereka. Veronika sangat terkejut melihat Marlina datang dengan Amar, dan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Seketika Veronika dibakar api cemburu.


"Bre***k, berani-beraninya si cewek uduk datang dengan Amar" lirih Veronika marah.


Terlihat Marlina dan Amar sedang mengobrol berdua di pinggir kolam renang. Tanpa pikir panjang Veronika mendekati mereka.


"Hay Amar" sapa Veronika.


"Eh Hay Vero, selamat ulang tahun ya" kata Amar memberi selamat pada Veronika.


"Makasih ya Mar" ucap Veronika.


"Selamat ulang tahun ya Ver, semoga selalu sehat dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi" kata Marlina.


"Maksud Lo apa ngucapin kayak gitu ke gue, emang Lo pikir gue ini bukan pribadi yang baik?" kata Veronika sewot.


"Bukan seperti itu maksud aku Ver" kata Marlina.


"Alah, gue tau kok Lo mau jelek-jelekin gue kan secara tidak langsung" seru Veronika.


"Kamu jangan salah paham dulu Ver, Marlina ngucapin buat kamu gak ada maksud apa-apa, maksud dia baik" kata Amar mencoba membela Marlina.


"Kok kamu malah belain dia sih Mar, bukannya belain aku, jelas-jelas dia yang salah" kata Veronika seraya menunjuk wajah Marlina.


"Kalau memang perkataan aku tadi ada yang salah, aku minta maaf" kata Marlina.


"Maaf, maaf...segampang itu Lo minta maaf, setelah apa yang Lo udah ucapin ke gue" seru Veronika.


"Apaan sih Ver, cuma masalah sepele aja kamu anggep serius" kata Amar.


"Amar, mending kamu diem aja ya, urusan aku sama ni cewek" kata Veronika.


"Dan buat Lo.. gue nyesel tau gak udah ngundang elo ke acara gue. Bikin mood gue jadi berantakan. Dan lagi nih, pasti Lo minjem kan pake gaun ini. Mana mungkin Lo punya gaun sebagus ini. Dasar malu-maluin" seru Veronika.


"Cukup Vero, kalau memang kedatangan aku kesini bikin acara kamu berantakan, aku minta maaf. Tapi tolong jangan hina aku seperti ini" kata Marlina.

__ADS_1


"Elo emang pantes di hina, ngerti" kata Veronika. Lalu dia mendorong tubuh Marlina hingga terjatuh ke kelom renang.


Byuuurr!!!!


Marlina yang tidak bisa berenang mencoba meminta tolong. Tanpa pikir panjang Amar langsung menceburkan dirinya ke kolam renang untuk menolong Marlina.


Dengan cepat Amar membawa tubuh Marlina ke pinggir. Untung saja tidak terjadi apa-apa pada Marlina.


Amar langsung membawa Marlina untuk pergi dari pesta tersebut.


"Amar, tunggu Lo mau kemana!" seru Veronika.


Amar sama sekali tak menggubris panggilan dari Veronika.


"Sialan...." seru Veronika marah.


Amar membawa Marlina masuk ke dalam mobil. Lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.


"Lin, kamu gak papa kan?" tanya Amar tampak khawatir.


"Gak papa kok kak, anterin aku pulang ya kak" pinta Marlina seraya menangis.


"Udah ya, kamu jangan nangis terus. Aku pasti anterin kamu pulang kok, tapi tidak dengan keadaan kamu yang basah kuyup seperti ini. Kalau ibu kamu sampai tau, pasti ibu kamu bakalan sedih" jelas Amar.


"Kamu tenang aja ya, kita bisa beli baju dulu" kata Amar.


Marlina setuju dengan perkataan Amar. Dirinya tidak ingin membuat ibunya sedih jika melihat keadaannya seperti ini.


Tak berapa lama mereka sampai di sebuah distro yang menjual pakaian pria dan wanita.


Amar mengajak Marlina untuk masuk dan memilih baju disana.


"Makasih ya kak, maaf udah ngerepotin" kata Marlina. setelah mereka keluar dan berganti pakaian.


"Iya sama-sama. Lagian aku tidak merasa direpotkan kok. Kamu jangan sedih lagi ya, lupain semua yang udah terjadi tadi" kata Amar.


"Iya kak, aku udah gak papa kok, tadi cuma takut aja waktu jatuh di kolam renang" kata Marlina.


"Udah bener-bener keterlaluan itu si Vero. Sikapnya gak bisa dimaafin" kata Amar marah mengingat perlakuan Veronika terhadap Marlina.


"Biarin kak gak papa. Mungkin memang aku tadi yang salah. Udah kak gak usah dibahas lagi ya. Mendingan kita sekarang pulang yuk" ajak Marlina.

__ADS_1


"Hati kamu terbuat dari apa sih Lin, dengan mudahnya kamu maafin orang yang jelas-jelas udah berbuat jahat sama kamu, aku kagum sama kamu" kata Amar.


"Hati kita semua sama kok kak" ucap Marlina.


"Kalau gitu kita makan dulu yuk sebelum pulang" ajak Amar.


Marlina menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


Amar mengajak Marlina menuju ke restoran mewah tempat biasa dirinya makan.


"Kak, kenapa makannya disini?" tanya Marlina seraya menatap bangunan megah yang ada di depannya.


"Memangnya kenapa Lin, disini makanannya enak-enak, kamu pasti suka" jawab Amar.


"Tapi kak, disini pasti harga makanannya mahal-mahal" kata Marlina.


"Udah Lin, kamu gak usah mikirin itu. Yang penting kita makan, oke.. yuk masuk" ajak Amar, lalu menggandeng tangan Marlina.


Baru pertama kali ini Marlina masuk dan makan di restoran yang begitu mewah seperti ini. Boro-boro restoran, makan di warung saja hampir tidak pernah sama sekali.


Setelah duduk di salah satu bangku, Amar kemudian memesan beberapa makanan dan minuman.


Tak berapa lama kemudian makanan yang Amar pesan pun datang.


Marlina takjub melihat ada beberapa makanan yang terlihat asing baginya, namun dari baunya rasanya pasti sangat enak, batin Marlina.


"Dimakan Lin, jangan cuma dilihatin aja" kata Amar yang melihat Marlina bengong menatap makanannya.


"Iy..iya kak. Jadi bingung kak mau makan yang mana" kata Marlina.


"Gak usah bingung, makan aja semuanya. Nanti kita bawain buat ibu kamu juga" kata Amar.


"Makasih ya kak" ucap Marlina.


Merekapun menikmati makan malam bersama.


Setelah selesai makan, Amar langsung mengantarkan Marlina untuk pulang.


Malam ini adalah malam yang bahagia bagi Marlina. Meskipun sempat ada insiden yang tidak mengenakan namun Amar mampu mengobati dan melupakan semua itu.


"Makasih kak, karena malam ini kamu udah buat aku bahagia, udah mengobati hati aku yang sempat terluka. Terimakasih atas perhatian dan juga kepedulian yang kakak berikan ke aku. Ingin sekali rasanya perhatian itu selalu kakak berikan untukku, namun semua itu hanya mimpi bagiku. Maaf kak karena aku sudah lancang menyukai dan mengagumi kakak secara diam-diam" batin Marlina..

__ADS_1


😊😊😊


__ADS_2