
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menemui dokter yang dulu menangani Sari waktu melahirkan kedua anaknya.
Setelah pemeriksaan selesai dan menunggu hasilnya, Sari dan Anisa merasa gugup. Tak henti-hentinya Anisa berdoa semoga apa yang diharapkannya selama ini bersama dengan suaminya terwujud pada hari ini.
"Apapun hasilnya nanti kamu harus menerimanya ya Nis" kata Sari.
"Iya mas" ucap Anisa.
Tak lama kemudian seorang dokter wanita menghampiri mereka.
"Bagaimana dok, saya sakit apa?" tanya Anisa.
"Dari hasil pemeriksaan, anda tidak sedang sakit, tapi anda sekarang sedang hamil" jawab dokter tersebut.
"Apa dok, sa....saya hamil... Ya Allah, ma...Nisa hamil" seru Anisa yang langsung memeluk Sari.
"Alhamdulillah, akhirnya doa kamu dijawab sama Allah, selamat yaa sayang. Mama ikut bahagia" kata Anisa.
"Selamat ya Bu, usia kehamilan anda masih sangat muda, sekitar 2 Minggu, jadi anda harus lebih banyak istirahat dan tidak boleh kecapean" kata Dokter.
"Iya dokter, terimakasih" ucap Anisa.
"Ini resep obat untuk penguat kandungan dan mengurangi rasa mualnya ya" kata Dokter tersebut seraya menyerahkan resep obat kepada Anisa.
"Terimakasih dok.. kalau begitu saya permisi" kata Anisa.
"Iya silahkan" ucap dokter.
Setelah menebus obat, mereka tidak langsung pulang ke rumah. Sari mengajak Anisa untuk mampir ke restorannya terlebih dahulu untuk makan.
__ADS_1
"Ma, Anisa bahagia banget, akhirnya Anisa hamil juga, makasih yaa ma, karena mama Anisa bisa selalu sabar hingga akhirnya Allah menjawab semua doa Anisa" kata Anisa terharu.
"Iya sayang. Jaga kandungan kamu baik-baik ya, inget apa pesen dokter tadi" kata Sari.
"Iya ma, Nisa akan selalu jaga kandungan Nisa sangat baik. Mas Andra pasti bakalan bahagia banget ma kalau tahu kabar ini. Apa baiknya mas Andra aku telvon suruh kesini aja yaa ma, sekalian kita makan siang bareng" kata Anisa.
"Ide bagus, coba kamu telvon suami kamu" kata Sari.
Anisa lalu mengambil ponselnya kemudian menelepon suaminya untuk datang di restoran orang tuanya.
30 menit kemudian Andra datang bersama dengan papanya. Tanpa sepengetahuan Anisa, ternyata Sari telah mengirim pesan kepada suaminya untuk makan siang bersama, Sari juga telah memberitahu suaminya terlebih dahulu bahwa Anisa positif hamil.
"Gimana sayang, kamu tadi udah periksa ke dokter kan, lalu dokter bilang kamu sakit apa?" tanya Andra, setelah mereka duduk bersama.
"Aku gak sakit apa-apa kok mas, Alhamdulillah aku sehat" jawab Anisa.
"Apa yang dibilang Anisa benar An, Nisa tidak sakit apa-apa, mama saksinya" sela Sari.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Andra.
Terlihat Anisa, Sari dan Rendra saling pandang memandang seraya tersenyum sehingga membuat Andra jadi bingung dan penasaran.
"Ma pa, ada apa, kok seperti ada yang disembunyikan ke aku.... sayang, kamu juga, sebenarnya ada apa ini?" tanya Andra bingung.
"Tanya saja ke istrimu Ndra!" kata Rendra.
"Sayang, ada apa, jangan buat aku bingung" tanya Andra kembali.
"Ada kabar gembira buat mas" ucap Anisa.
__ADS_1
"Kabar apa sayang?" tanya Andra antusias.
"Anisa hamil mas" ucap Anisa seraya mengelus perutnya.
"Ap....apa.... kamu gak lagi bohongin aku kan sayang!" kata Andra yang merasa tak percaya.
"Enggak mas, Nisa serius, ini buktinya" jawab Anisa, lalu memperlihatkan hasil foto USG nya.
"Ya Allah... ini...ini beneran. Alhamdulillah, akhirnya kamu hamil sayang, Terimakasih ya Allah" ucap Andra, seraya memeluk istrinya.
"Selamat untuk kalian... papa dan mama ikut bahagia... akhirnya yang kalian tunggu selama ini datang juga, dan sebentar lagi papa dan mama bakalan jadi kakek dan nenek, iya kan ma" kata Rendra.
"Iya pa, jadi gak sabar pengen buruan gendong cucu" kata Sari.
Kini kebahagiaan mereka lengkap sudah. Anisa merasa seakan telah menjadi seorang istri dan perempuan yang sempurna. Rasa syukur tak lepas dari ucapan mereka, rasa bahagia yang tak terhingga telah mereka dapatkan. Mereka berharap semoga Allah selalu memberi kesehatan kepada calon anaknya sampai waktu kelahiran tiba.
"Oh ya gimana kalau kita adakan syukuran ma atas kehamilan Anisa" kata Andra.
"Ide yang sangat bagus itu sayang... mama setuju" kata Sari.
"Kalau gitu lusa kita adakan acaranya" kata Andra.
"Nanti biar mama semua yang urus untuk catering dan urusan lainnya, biar Anisa istirahat aja" kata Anisa.
"Makasih yaa mas, Nisa serahin semuanya sama mama" ucap Anisa.
Lalu mereka berlanjut makan siang bersama. Setelah itu, Anisa dan Sari kembali pulang ke rumah. Sedangkan Andra dan Rendra kembali ke kantor.
Terimakasih sudah membaca🙏😊
__ADS_1