
Hari ini adalah hari minggu, seperti biasa rendra dan keluarganya libur.
Rendra berencana untuk mengajak Sari membeli oleh oleh untuk orang tua Sari. Tapi sebelum itu Sari meminta ijin untuk menemui Bu Marni terlebih dahulu, di temani Asih.
"Mas, aku pergi menemui bu Marni dulu ya, teman kerja Sari!" kata Sari.. Pagi itu mereka sedang duduk di taman sambil memberi makan ikan ikan peliharaan Keluarga Rendra.
"Teman kerja kamu yang mana sayang, setahu aku teman kerja kamu cuma bi Asih disini!" kata Rendra.
"Ada mas, dia bekerja jadi pembantu di kompleks perumahan sini juga. Dia orang yang pertama kali aku kenal waktu aku ke jakarta mas, dan dia juga yang udah banyak membantu aku selama dijakarta sebelum aku mendapat pekerjaan!" jelas Sari.
"Yaudah kalau gitu, apa perlu aku anter?" tanya Rendra.
"Tidak usah mas, nanti aku perginya ditemani mbak Asih kok.. Aku cuma sebentar aja!" jawab Sari.
"Iya.. aku tunggu dirumah... nanti setelah itu kita langsing pergi cari oleh oleh buat orang tua kamu!" kata Rendra.
"Iya mas, yaudah kalau gitu aku pergi sekarang yaa, biar nanti gak kesiangan!" ucap Sari.
Rendra menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Kemudian Sari pergi menuju dapur untuk menemui mbak Asih dan mengajaknya untuk pergi sekarang.
Mereka pergi keluar kompleks dengan berjalan kaki. Setelah sampai depan mereka menaiki angkutan umum untuk sampai ke kosan bu Marni.
Tak perlu waktu lama untuk sampai di kosan bu Marni. Setelah menuruni angkutan dan membayarnya. Sari dan Asih berjalan memasuki gang kecil tempat dimana kosan bu Marni berada.
Setelah sampai didepan pintu kosan bu Marni, Sari mengetuk pintu perlahan dan mengucapkan salam. Sari berharap bu Marni ada dikosannya.
Terdengar suara jawaban dari dalam. Sari tersenyum kepada Asih, karena tak sia sia mereka kesini.
Saat pintu terbuka, Sari langsung memeluk bu Marni, bu Marni pun awalnya kaget, tapi setelah mengerti itu Sari,dia membalas pelukannya. Mereka berpelukan seperti seorang anak yang sudah lama tidak bertemu dengan ibunya sendiri. Rasa haru dan bahagia membuat keduanya menangis. Asih yang melihat itupun juga ikut menangis.
Setelah merasa cukup puas berpelukan, bu Marni langsung mempersilahkan mereka masuk dan duduk.
"Bagaimana kabarmu Sar, kamu baik baik saja kan?" tanya bu Marni yang masih memegang tangan Sari.
__ADS_1
"Alhamdulillah bu, Sari baik... Bu Mar juga baik kan?" tanya Sari balik.
"Baik juga Sar, alhamdulillah. Bagaimana dengan kerjamu, kamu betah kan kerja disana dengan mbak Asih?" tanya Bu Marni.
"Saya betah bu, sangat betah.. apalagi kerja dengan mbak Asih.. Saya senang sekali!" jawab Sari.
"Tapi sekarang Sari sudah tidak bekerja sebagai pembantu lagi bu disana!" sela Asih.
"Lho kenapa, katanya kamu betah disana tapi kok tidak bekerja lagi?" tanya bu Marni bingung.
"Sari mau dilamar sama anak majikan saya bu!" jawab Asih.
"Masyaallah Sar, apa bener yang dibilang mbak Asih kalau kamu mau dilamar sama anak majikan kamu?" tanya bu Marni tak percaya.
"Iya bu Mar... benar yang dikatakan mbak Asih. Awalnya saya sendiri juga tidak percaya bu, tapi memang ini kenyataan dan bukan mimpi. Mungkin Allah sudah mentakdirkan kehidupan saya seperti ini bu!" jelas Sari.
"Alhamdulillah Sar. Saya turut bahagia mendengarnya. Allah memang maha baik.. Orang yang baik sepertimu pantas mendapatkan jodoh yang baik pula,insyaallah!" kata bu Marni ikut bahagia.
"Lalu kapan rencananya kalian akan menikah?" tanya bu Marni kembali.
"Belum tau bu, tapi besok rencananya saya akan pulang ke kampung bersama dengan mas Rendra untuk melamar saya dan meminta restu kepada bapak dan ibu saya bu!" jelas Sari.
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya Sar, saya doakan dari sini!" kata bu Marni.
"Amin... terimakasih bu Mar!" jawab Sari.
Mereka masih melanjutkan mengobrol bersama. Setelah satu jam berlalu Sari dan Asih pamit pulang. Sebenarnya Sari ingin lebih lama mengobrol dengan bu Marni, tapi dia takut jika nanti Rendra menungguinya terlalu lama.
"Kami pulang dulu ya bu Mar, kapan kapan saya pasti kesini lagi!"kata Sari berpamitan.
"Iya Sari... hati hati yaa... salam untuk semua keluarga kamu!" kata bu Marni kemudian memeluk Sari kembali.
Setelah Asih juga berpamitan, mereka langsung pulang dengan menaiki angkutan umum.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Rendra sudah menunggu kepulangannya, dia menunggu Sari diruang tv, sambil menonton acara tv.
"Maaf yaa mas, lama yaa nunggunya!" Kata Sari menghampiri Rendra.
"Enggak kok sayang... udah ketemu sama bu Marni nya?" tanya Rendra.
"Sudah kok mas... jadi kita pergi mas?" tanya Sari.
"Jadi donk, sekarang yukk!" ajak Rendra kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Mama sama papa gak diajak mas?" tanya Sari.
"Mama sama papa tadi pergi Sar, mau kerumah rekan bisnis katanya!" jawab Rendra.
"Oh.. yaudah kalau gitu mas, ayuk berangkat!"
Merekapun langsung berangkat mencari oleh oleh untuk kedua orang tua Sari di kampung.
Rendra bingung apa yang harus dibawa untuk orang tua Sari. Rendra ingin memberikan hadiah yang bagus untuk calon mertuanya.. Hadiah yang berharga dan juga berguna untuk mereka.
"Sayang, bagaimana kalau aku beri hadiah perhiasan dan jam tangan untuk bapak dan ibu kamu!" tanya Rendra.
"Apa itu gak berlebihan mas, kata nya mau kasih oleh oleh bukan hadiah!" jawab Sari.
"Enggak apa apa Sar, aku pengen memberi mereka hadiah yang berguna dan bermanfaat untuk mereka.. Mereka kan juga nantinya akan jadi orang tuaku!" jelas Rendra.
"Ya sudah mas, kalau mas Rendra ingin memberi hadiah untuk bapak dan ibuku. Aku senang mas peduli dengan keluarga aku... makasih yaa mas!" kata Sari bahagia.
"Sama sama sayang...!" kata Rendra.
Merekapun mencari toko perhiasan untuk membelikan ibu Sari perhiasan, berupa kalung,cincin dan anting...Sedangkan untuk bapaknya Sari, Rendra membelikan sebuah jam tangan bermerk. Tidak tanggung tanggung Rendra membelikan hadiah tersebut, dan uang yang dia keluarkanpun tidak sedikit. Yang terpenting baginya, Sari dan keluarganya bahagia..
...TERAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...
__ADS_1