Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 70


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana restoran Sari akan dibuka untuk pertama kalinya. Pagi ini sekitar jam 07.00 WIB keluarga Sari sudah bersiap untuk pergi ke restoran.


"Gimana sayang udah siap kan?" tanya Rendra. Mereka masih berada dikamar, bersiap siap untuk segera berangkat.


"Sudah mas, jadi gak sabar!" jawab Sari.


"Yaudah, mungkin mama sama papa udah nungguin dibawah!" kata Rendra.


Merekapun bergegas turun ke bawah. Dan ternyata benar, pak Yudi dan bu Lestari sudah menunggu di bawah. Setelah dirasa semuanya siap, mereka langsung berangkat menuju restoran SR Village food milik Sari.


Hanya menemouh perjalanan sekitar 30enit, akhirnya mereka sampai. Ternyata disana sudah banyak orang yang menunggu kedatangan mereka. Karena hari ini pembukaan perdana, Rio sudah mengundang para teman sahabat untuk datang ke pembukaan restoran Sari.


Disana juga telah ada para pegawai lengkap dengan seragamnya. Semuanya sudah diatur begitu rapi oleh Rio atas perintah Rendra.


Sari yang melihat itu semua nampak negitu senang dan terkejut.


Pada saat sudah berada didepan pintu, Sari dihadang oleh sebuah pita panjang yang harus dipotongnya sebagai tanda awal dari pembukaan restorannya.


Sebelum memotongnya Sari mengucapkan rasa terimakasihnya terlebih dahulu.


"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran serta kemudahan dalam membuka usaha ini. Dan untuk suami saya yang selama ini udah mendukung, membantu saya mulai dari 0 sampai sekarang ini terimakasih sekali. Tak lupa kepada mama papa, bapak ibu saya yang berada di kampung atas dukungan serta doa yang selalu mereka berikan saya ucapkan terimakasih. Dan terakhir untuk Rekan, sahabat suami saya yang sudah datang, saya ucapkan pula terimakasih banyak. Semoga di awal pembukaan restoran ini membawa keberkahan untuk kita semua... terimakasih!" ucap Sari panjang lebar dengan hati yang berdebar debar.


Setelah itu Sari langsung memotong pita panjang dengan gunting, lalu diikuti dengan tepuk tangan yang sangat meriah.


Sari memasuki restorannya lalu diikuti semua orang.


Sari langsung menuju dapur karena dia akan mulai memasak sendiri menu utamanya untuk para tamu yang hadir dibantu oleh para pegawainya.


Setelah 30 menit memasak akhirnya Sari selesai memasak.


Kemudian tumis kangkung andalannya disajikan kepada para tamu yang sudah menunggu.


Para tamu mulai menikmati masakan Sari.


Awalnya Sari merasa sangat takut jika masakannya kali ini tidak disukai oleh para tamu. Tapi diluar dugaan semua orang yang sudah merasakannya bertepuk tangan, karena rasa tumis kangkung buatan Sari sangatlah enak dan nikmat.

__ADS_1


Semua orang menyantapnya dengan lahap, mereka semua menyukai masakan Sari.


Sari yang melihat itupun merasa sangat bahagia dan senang. Dia tidak menyangka akan mendapat respon seperti ini.


"Mas, mereka semua bilang enak!" kata Sari bahagia.


"Iya sayang, memang tumis kangkung kamu sangat enak.. aku percaya itu... selamat yaa!" kata Rendra.


"Iya makasih. ini semua juga berkat kamu!" kata Sari.


"Yaudah yuukk kita ke mama papa!" ajak Rendra, lalu berjalan menuju ke arah mama dan papa nya duduk sambil menikmati makanannya.


"Sayang, ini enak sekali.. rasanya sama seperti yang kamu bikin waktu dirumah dulu!" kata bu Lestari.


"Iyaa mas, makasih!" ucap Sari.


"Papa yakin tumis kangkung kamu bakalan laku keras..karena cuma disini yang jual tumis kangkung seenak dan selezat ini!" tambah pak Yudi.


"Amin pa!" kata Sari.


"Enggak ma, nanti aku bakalan nyuruh Rio buat cariin koki buat masak disini, dan Sari yang akan mengajarinya khusus untuk membuat tumis kangkungnya!" jelas Rendra.


"Iya ma, tapi selama belum ada koki, Sari yang akan memasaknya sendiri dibantu dengan para pegawai disini!" tambah Sari.


Sudah hampir sore hari, restoran Sari yang baru dibuka terus saja kedatangan pembeli, sampai Sari kewalahan. Bahan bahan yang ada didapurpun sudah mulai habis.


Akhirnya Sari memutuskan untuk menutup restorannya lebih awal, karena sudah tidak ada bahan baku lagi.


Setelah para pegawai pulang, Sari masih berada direstorannya,karena menunggu suaminya pulang dari kantor.


Sari pun berniat untuk menelevon orang tuanya dikampung.


"Assalamualaikum" kata Sari setelah tersambung.


"Waalaikumsalan nak, apa kabar!" kata bu siti.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik bu... bapak sama ibu gimana kabarnya baik baik aja kan?" tanya Sari.


"Alhamdulillah kami baik baik saja Sar!" jawab bu siti.


"Bapak kemana bu?" tanya Sari kembali.


"Bapak lagi beli barang barang yang udah habis Sar buat ditoko. Kata bapak kamu buka restoran ya Sar, lalu bagaimana apa restoran kamu sudah dibuka?" tanya bu Siti.


"Alhamdulillah bu, hari ini tadi awal pembukaan restoran Sari. Maaf ya bu kalau Sari baru bisa kasih kabar!" kata Sari.


"Selamat yaa nak kalau begitu, semoga restoran kamu selalu diberi kelancaran dan keberkahan oleh Allah SWT. Maaf kalau bapak dan ibu belum bisa kesana!" kata bu Siti bahagia.


"Iya gak papa kok bu... nanti kapan kapan biar Sari sama mas Rendra yang jemput kesana" kata Sari.


"Ibu ikut bahagia Sar. Kamu tetap jaga kesehatan yaa, jangan terlalu capek!" ucap bu Siti.


"Iya bu pasti. Yaudah kalau gitu, Sari tutup yaa bu televonnya, titip salam buat bapak!" kata Sari.


"iyaa nak, hati hati yaa!" ucap bu Siti


"iya bu, assalamualaikum.."


"waalaikumsalam"ucap bu Siti.


Setelah mengakhiri televonnya, Sari mengirim pesan kepada suaminya bahwa restorannya sudah tutup.


"Mas, restoran udah tutup.. mas udah mau pulang belum" tulis Sari.


Sekitar 10 kemudian pesan baru dibalas oleh Rendra.


"Ini baru mau keluar sayang. tunggu sebentar disitu aku jemput kamu"balas Rendra.


Sari pun menunggu Rendra menjemputnya.


Dia menunggu diruang kerjanya. Saking lelahnya diapun tertidur di shofa ruang kerjanya...

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2