
Keesokan harinya Anisa begitu bersemangat untuk berangkat ke kampus hari ini. Dia berharap hari ini bisa langsung bekerja ditempat yang Andra tawarkan kemarin kepadanya. Sebelum Anisa berangkat ke kampus, dia terlebih dahulu bilang kepada ibunya, dan menyiapkan sarapan serta makan siang untuk ibunya. Segala perlengkapan yang ibunya butuhkan sudah disediakan Anisa didekatnya.
"Ibu, Anisa berangkat dulu yaa, ibu jangan lupa minum obatnya.. Dan doakan Anisa, semoga diterima kerja ditempat teman Anisa bu!" kata Anisa yang masih duduk disisi ranjang,seraya memegang tangan ibunya.
"Iya nak, ibu selalu mendoakan kamu..kamu hati hati ya!" kata bu Tini.
Setelah berpamitan, Anisa langsung beranjak pergi ke kampus. Seperti biasa, dia menaiki bus untuk pergi kesana. Jarak rumah ke kampusnya lumayan cukup jauh, sekitar 20 menit naik angkutan umum.
Sesampainya di kampus, Anisa mencoba mencari keberadaan Andra, dengan melihat ke kanan dan kekiri seraya berjalan pelan.
Tapi tak juga dia melihat Andra. Karena pada saat itu Andra belum datang.
Anisa kemudian duduk disebuah bangku didekat taman, suasana kampus memang masih lumayan sepi, Anisa memang sengaja berangkat pagi pagi sekali, berharap dia bisa bertemu dengan Andra sebelum Dona datang dan melihatnya berbicara dengan Andra. Tapi kenyataannya yang dia harap tak kunjung datang.
Sekitar 5 menit kemudian, Anisa melihat Andra sudah datang. Wajah Anisa langsung tersenyum lebar melihat kedatangan Andra. Anisa pun langsung memanggilnya.
"Kak Andraaa!" seru Anisa, seraya melambaikan tangannya.
"Hai, Nis!" balas Andra, kemudian Andra berjalan mendekati Anisa.
__ADS_1
"Maaf kak, saya sengaja menunggu kedatangan kakak, soalnya saya pengen tahu,bagaimana tentang tawaran kakak untuk saya bekerja di restoran mamanya kak Andra?" tanya Anisa.
"Oh iya Anisa, maaf juga yaa kalau lo udah nunggu lama. Semalem gue udah tanya sama nyokap, dan nyokap bilang kamu boleh langsung bekerja hari ini juga, setelah pulang dari kampus!" jelas Andra.
"Alhamdulillah, terimasih ya Allah... Terimakasih kak Andra. Akhirnya saya dapat pekerjaan. Kalau bukan karena kak Andra, mungkin sampai sekarang ini saya masih bingung mencari pekerjaan!" kata Anisa bahagia.
"Bukan karena gue, tapi karena Allah.. gue disini hanya sebagai perantara. Oh ya, nanti setelah kampus selesai, kita pergi ke restoran sama sama, lo kan belum tau alamatnya kan!" kata Andra.
"Emmmm... iya kak, sekali lagi terimakasih... Kalau begitu saya permisi dulu ya kak, mau lihat Tara udah dateng apa belum!" kata Anisa beralasan. Dia hanya takut jika Dona tiba tiba datang dan melihatnya kembali bersama Andra. Jadi Anisa beralasan untuk bisa pergi menjauh dari Andra.
"Oke Nis!"kata Andra singkat.
Setelah agak jauh, Anisa bernafas lega, dia merasa beruntung karena Dona belum sampai di kampus. Kebetulan Tara pun datang.
Sambil menunggu ospek dimulai, Anisa dan Tara duduk disebuah bangku, dan memakan roti yang dibawa oleh Tara. Kebetulan sekali karena pagi ini Anisa belum sarapan. Eh, tapi bukan hanya pagi ini saja, tapi setiap pagi Anisa memang tak pernah sarapan dirumah terlebih dahulu.
Akhirnya acara ospek pun selesai, tepat pada jam 1 siang. Anisa sengaja menunggu Andra didepan gerbang kampus, agar tidak dilihat anak anak lain, termasuk Dona.
Tapi ternyata Anisa salah, justru Dona melihat dari parkiran mobil Andra berhenti didepan gerbang, Dona celingak celinguk ingin melihat siapa wanita yang menaiki mobil Andra. Tanpa menunggu lama, Dona pun segera mengikuti mobil Andra dari belakang.
__ADS_1
"Sebelum kita ke restoran, kita makan siang dulu yukk, lo pasti belum makan siang kan!" ajak Andra
"Tapi kak, apa tidak sebaiknya kita langsung saja ke restoran, urusan makan siang, saya bisa belakangan saja kak!" kata Anisa.
"Gak apa Nis, santai aja... gue juga laper nih, jadi lebih baik kita makan terlebih dahulu, Oke!" kata Andra
"Iya kak!" kata Anisa, yang akhirnya menuruti permintaan Andra.
Tanpa Andra dan Anisa sadari ternyata Dona masih membuntuti mereka sampai di sebuah restoran. Saat Andra memarkirkan mobil, Dona hanya menunggu didepan sambil mengamati mobi Andra dari dalam mobilnya. Betapa kagetnya Dona setelah mengetahui wanita yang berada di dalam mobil Andra.
"Cewek sialan, berani beraninya dia mengacuhkan ancaman gue kemarin. Dia malah semakin mendekati Andra. Dasar cewek kampung, lihat besok apa yang akan gue lakuin ke elo karena lo udah berani mendekati Andra" gerutu Dona sambil terus menatap ke arah mereka sampai masuk ke dalam restoran.
Dona pun akhirnya pergi dari sana. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak berhenti mengumpat Anisa. Hatinya sudah dipenuhi oleh dendam,serta kebencian terhadap Anisa. Baru kali ini, dia merasa memiliki saingan. Karena baru kali ini juga Andra mengajak seorang perempuan ke restoran dan hanya berdua saja. Selama dia mengenal dan menyukai Andra, sekalipun Dona tidak pernah merasakan naik mobil Andra dan jalan,bahkan makan berdua dengannya. Itulah yang membuat hati Dona semakin panas, karena rasa iri yang begitu besar.
Sedangkan Andra dan Anisa menikmati makan siang mereka. Meskipun Anisa masih terlihat malu dan canggung, tapi dia tidak sungkan untuk menghabiskan makan siangnya, karena jujur saja, bahwa Anisa memang sangat lapar siang itu.
Tanpa disadari Anisa, Andra selalu memperhatikannya. Entah kenapa Andra merasa senang bila menatap gadis yang ada dihadapannya tersebut. Hatinya terasa begitu damai dan tenang.
Setelah menghabiskan makan siangnya, mereka langsung beranjak menuju ke restoran Sari, mamanya Andra....
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😁🙏...