Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
part 123


__ADS_3

9 bulan kemudian....


Keesokan harinya seperti biasa Rendra dan Anisa sedang sarapan bersama.


Kehamilan Anisa bulan ini sudah menginjak usia 9 bulan, hanya tinggal hitungan hari mereka menunggu kelahiran sang buah hati. Segala perlengkapan dan keperluan bayi pun sudah sangat lengkap.


"Mas nanti pulangnya agak sorean ya"pinta Anisa.


" Memangnya kenapa sayang?"tanya Rendra.


"aku takut nanti kalau sewaktu-waktu aku lahiran mas" jawab Anisa.


"Kan ada bibi yang selalu nemenin, ada sopir juga" kata Rendra.


"Iya sih mas... tapi aku pengennya kamu selalu nemenin aku mas... rasanya akhir-akhir ini aku deg-degan banget" jelas Anisa.


"Iya sayang, nanti aku usahain pulang sore ya" ucap Rendra.


"Auw... sakit mas perut aku... aduhh mas sakit bangettt" seru Anisa tiba-tiba seraya memegangi perutnya.


"Kamu kenapa sayang.... apanya yang sakit?" tanya Rendra panik.


"Perut aku sakit bangett mas, aduhh" rintih Anisa.


"Bibi.... bi....!" seru Rendra memanggil asisten rumah tangganya.


"Iya den, ada yang bisa saya bantu?" tanya bibi.


"Bi tolong istri saya kesakitan" kata Rendra.


"Sepertinya non Anisa mau melahirkan den, dibawa ke rumah sakit saja den" kata bibi yang juga terlihat panik.


"Melahirkan?!!... yaudah bi, saya bawa ke rumah sakit sekarang. Saya minta tolong nanti antarkan ganti buat Anisa dan juga perlengkapan bayi ya bi ke rumah sakit" kata Rendra panik.

__ADS_1


"Iy... iya den... saya akan antarkan" kata bibi.


Rendra pun langsung membawa istrinya menuju rumah sakit terdekat. Terlihat jelas kepanikan diwajah Rendra melihat istrinya yang sedang kesakitan.


"Sabar sayang... tahan sebentar lagi ya" kata Rendra mencoba menenangkan istrinya.


"Aduhh mas sakit banget..." rintih Anisa.


"Sebentar lagi kita sampai rumah sakit, tahan ya sayang" kata Rendra.


20 menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit. Anisa langsung dibawa ke ruang persalinan, dan langsung diperiksa oleh dokter.


"Pak Rendra, sepertinya istri anda akan segera melahirkan. Saya akan mempersiapkan untuk proses kelahirannya" kata dokter lalu langsung beranjak pergi dari hadapan Rendra.


Rendra pun langsung menghubungi kedua orang tuanya. Setelah itu dia masuk ke ruang bersalin untuk menemani istrinya melahirkan.


"Sakit mas, Anisa gak kuaatt" rintih Anisa.


"Ayo bu Anisa, pasti bu Anisa bisa... tarik nafas yang panjang pelan-pelan ya bu" kata dokter memberi aba-aba kepada Anisa.


"Aaaarrkhhhh!!!" Seru Anisa...


Dan akhirnya lahirnya seorang bayi mungil, setelah perjuangan dan rasa sakit yang teramat sangat, semua telah terbayarkan dengan kelahiran bayi yang selama ini mereka nanti-nantikan.


"Alhamdulillah... terimakasih sayang telah berjuang untuk anak kita" kata Rendra lalu mencium hangat kening istrinya.


Anisa menangis haru, rasa sakit yang baru saja dia rasakan kini telah berubah menjadi rasa bahagia.


"Selamat ya pak buk, anak anda perempuan, sehat dan cantik" kata Dokter.


"Alhamdulillah" ucap Anisa tersenyum bahagia.


"Saya bersihkan dulu ya bu bayinya... mari pak ikut saya untuk mengadzani anaknya" kata salah satu perawat.

__ADS_1


Rendra mengikuti langkah perawat tersebut. Setelah selesai dibersihkan dan di adzani, bayi tersebut lalu diberikan kepada Anisa dan Rendra.


"MasyaAllah, cantik sekali anak kita mas. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan karunia yang begitu besar kepada kami" kata Anisa yang sedang memangku bayinya.


"Amin... mirip sekali seperi kamu... Oh ya kita beri nama siapa? " tanya Rendra.


"Aku udah siapkan nama buat anak kita mas, nama Naura Putri Adalah..rendra, gimana mas, kamu setuju gak? " tanya Anisa.


"Nama yang sangat bagus... aku setuju sekali sayang" jawab Rendra.


Tak lama Sari, Andra dan Aira pun tiba di rumah sakit. Mereka langsung menuju ke ruangan Anisa.


"Mama, papa, Aira" kata Anisa yang melihat kedatangan keluarganya.


"Alhamdulillah, semua sehat dan selamat. Mama bahagia sekali..." kata Sari yang langsung memeluk Anisa.


"Ini ponakan Aira yaa... ya ampunnn lucu banget... boleh Aira gendong kak? " kata Aira.


"Boleh donk Aira.. " jawab Anisa.


"Hati-hati Aira" ucap Andra.


"Iya pa... tenang aja, Aira bisa kok. Oh ya kak namanya siapa? " tanya Aira.


"Namanya Naura.... Naura Putri Arendra.. " jawab Rendra.


"Bagus sekali namanya, cocok" kata Aira.


"Selamat ya sayang, kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu yang seutuhnya" kata Sari.


"Makasih ya ma.. mama dan papa juga udah jadi nenek dan kakek seutuhnya" kata Anisa.


"Bisa aja kamu sayang" ucap Sari tersenyum.

__ADS_1


Setelah sekitar 3 hari di rumah sakit, akhirnya Anisa dan bayinya diijinkan pulang ke rumah. Selama sebulan penuh Sari selalu menemani Anisa untuk merawat anaknya. Sari mengajari Anisa bagaimana cara merawat anaknya dengan baik dan benar....


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏


__ADS_2