Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 97 (part 2)


__ADS_3

Didalam kamarnya hati Andra merasa tidak tenang, dia belum juga bisa tidur malam ini. Pikirannya masih saja teringat dengan Anisa. Dia ingin tau lebih banyak tentang Anisa. Entah kenapa Hati Andra merasa tertarik dengan Anisa setelah melihatnya pertama kali.


Andra berniat akan mencari tau tentang Anisa lebih jauh.


Jam sudah menunjukkan jam 11 malam, Andra mencoba untuk memejamkan matanya, karena besok pagi dia harus berangkat ke kampus.


Keesokan harinya, tepat pukul 7 Andra sudah sampai di kampus, dia berharap Anisa tidak terlambat lagi hari ini. Karena bisa bisa Dona akan memberinya hukuman yang lebih berat lagi.


Tak lama kemudian, sekitar 15 menit setelah kedatangannya, Anisa datang. Andra yang melihat kedatangannya merasa lega,dan juga senang.


Saat Anisa sudah duduk disebuah bangku,Andra mendekatinya, lalu duduk disampingnya.


"Hai, tumben dateng pagi!" sapa Andra.


"Eh kak, iyaa, saya takut kalau terlambat lagi makanya saya sengaja datang lebih awal!" jawab Anisa seraya menundukkan kepalanya karena malu.


"Tapi ini masih terlalu pagi, yang lain juga pada belum dateng!" kata Andra.


"Gak apa kak, saya malah lebih tenang, dari pada saya terlambat seperti kemarin dan mendapat hukuman lagi. Dan kakak sendiri juga dateng lebih awal dari saya!" kata Anisa.


"Ohh, gue...gue ada urusan dikampus, jadi gue berangkat lebih awal!" jawab Andra beralasan.


"Ohh" ucap Anisa singkat.


"Oh yaa kita kan belum kenalan, kenalin gue Andra!" kata Andra seraya mengulurkan tangannya.


"Saya Anisa kak!" jawab Anisa membalas uluran tangan Andra.


Disaat mereka berjabat tangan, seketika mata mereka saling menatap. Ada perasaan berbeda yang mereka rasakan saat mata mereka saling bertemu.


Pada saat mereka masih saling berjabat tangan, tiba tiba Dona datang menghampiri.


"Ehm...ehemmm... pada ngapain nih, pagi pagi udah pada pegangan tangan!" seru Dona yang sudah berada didepan mereka.


"Ehh..maaf kak!" kata Anisa gugup dan tangan, dan secara langsung melepaskan tangannya dari Andra.

__ADS_1


Kemudian Anisa langsung pamit dan pergi dari situ. Andra pun juga berniat akan pergi.


"Andra, tunggu, lo mau kemana?" tanya Dona.


"Mau ke ruangan!" jawab Andra singkat.


"Yaudah, kita bareng, gue juga mau kesana!" kata Dona.


Merekapun pergi keruangan dimana para panitia ospek berkumpul. Dona masih penasaran dengan Andra dan Anisa, dia ingin tahu kenapa mereka sampai berjabat tangan. Lalu Dona bertanya kepada Andra.


"Oh ya An, kalau boleh tau tadi lo sama mahasiswa baru itu ngapain kok gue lihat pake jabatan tangan segala?" tanya Dona penasaran.


"Gak ada apa apa, kita cuma kenalan aja!" jawab Andra.


"Kenalan? masak kamu mau kenalan sama cewek kaya begitu?" kata Dona mengejek.


"Memangnya kenapa, gak ada yang salah dari dia!" kata Andra.


"Yaa memang sih, tapi kan kalau gue lihat gak selevel aja sama lo!" kata Dona.


"Andra tunggu. . ihh,kok gue malah ditinggalin sih... dikasih tau malah pergi, dasar gak tau terimakasih.. Kalau bukan karena lo kaya dan tampan, ogah banget gue ngejar ngejar lo..... Andraaaaa, tungguin gue!" seru Dona, lalu setengah berlari mengejar Andra yang sudah jauh didepan.


Tepat pukul 8 pagi, setelah semua para mahasiswa dan mahasisiwi baru sudah datang, acara ospek hari ke 2 pun dimulai.


Mereka semua berbaris dilapangan.


Setelah sekitar 4 jam ospek, mereka semua beristirahat.


Anisa dan sahabat barunya Tara, menuju kantin untuk membeli minuman dan beristirahat disana. Saat mereka sedang duduk dan mengobrol, tiba tiba Dona datang mendekati Anisa dan Tara.


"Lo yang kemarin terlambat dateng ke kampus kan!" seru Anisa, seraya mendobrak meja dengan tangannya, yang sontak membuat kaget Anisa dan Rara. Seketika Anisa langsung berdiri dari duduknya.


"I...iiya kak!" kata Anisa terbata bata karena takut.


"Lo gak usah blagu yaa disini, lo itu anak baru, jaga sikap,jangan kecentilan disini!" seru Dona.

__ADS_1


"Ma maaf kak, maksud kakak apa, saya gak ngerti?" tanya Anisa


"Alahh, jangan sok gak tau lo, tadi lo ngapain sama ketua ospek,duduk berdua dan pake acara pengangan tangan segala.. dasar kecentilan!" kata Dona dengan mata melotot.


"Saya gak ngapa ngapain kak, saya dan kak Andra hanya mengbrol hal biasa saja!" jawab Anisa.


"Iyaa kak, mungkin kakak hanya salah paham dengan Anisa!" kata Tara yang mencoba membela sahabatnya.


"Lo diem, gue gak ada urusan sama lo!" kaya Dona seraya menunjuk ke arah Tara.


Anisa memberi isyarat kepada Tara untuk duduk kembali, dan tidak ikut dalam masalah ini.


"Dan lo, asal lo tau Andra itu gebetan gue, jadi lo jangan coba godain dia, ngerti!" seru Dona kepada Anisa.


"Ada apa nih ribut tibut!" seru Tania yang tiba tiba datang dengan temannya.


"Bukan urusan lo!" kata Dona.


"Kalau udah ada keributan di kampus itu berarti udah jadi urusan gue.. Dan lo Dona, ngapain lo bentak bentak anak baru!" seru Tania menggebu gebu.


"Gue udah bilangkan kalau ini bukan urusan lo, jadi mendingan lo pergi dari sini!" kata Dona.


"Oke, kalau lo masih aja bentak bentak dia, gue gak akan segan segan buat laporin lo ke kepala kampus, dan lo tau apa yang akan terjadi kalau kepala kampus sampai tau, gue jamin setatus wakil ketua panitia ospek lo akan dicabut dan pasti lo juga akan dapat skors!" kata Tania dengan santai.


"Dasar lo, berani beraninya... tunggu aja pembalasan dari gue,.. dan lo inget kata kata gue tadi!" kata Dona, yang menunjuk muka Anisa lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Lo gak apa kan?" tanya Tania.


"Tidak apa apa kak, terimakasih!" jawab Anisa.


"Oke, gue cabut dulu yaa, bye!" kata Tania, lalu berlalu pergi bersama temannya.


Anisa pun kembali duduk dengan menarik nafas panjang. Tara yang melihatnya mengelus bahu Anisa karena merasa iba dan kasihan.


Anisa mencoba menahan air matanya agar tidak keluar. Baru pertama kali ini dia dibentak bentak oleh orang lain, dan di maki maki seperti itu. Untung ada Tara yang menguatkan Anisa. Sehingga dia bisa menahan air matanya agar tidak keluar.....

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2