Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 47


__ADS_3

Jam 6 sore, tepat Rendra pulang dari kantornya. Sebelum menuju kamarnya, dia memanggil Sari terlebih dahulu.


"Sari...Sari..." Seru Rendra


Sari yang mendengar itu bergegas menuju arah panggilan.


"Iya den, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sari.


"Nanti temani aku jalan ya, lagi bosen dirumah pengen jalan jalan keluar" kata Rendra.


"Tapi den, masak sama saya... bukannya den Rendra temannya banyak!" kata Sari bingung.


"Temen temen aku pada sibuk semua.. jadi dari pada aku jalan sendiri, lebih baik kan ajak kamu. Lagian kan sebelumnya kita udah pernah jalan bareng sama Rio waktu itu" kata Rendra mencoba membujuk Sari.


"Ta...tapi den..." kata Sari ragu.


"Udah ya, gak ada tapi tapian, ini perintah. Sekarang kamu siap siap, nanti setengah jam lagi kita berangkat!" tegas Rendra.


"Iya den" jawab Sari singkat. Sari sudah tidak bisa menolaknya jika majikannya sudah berkata ini perintah. Kemudian Sari kebelakang setelah Rendra naik tangga menuju kamarnya.


Sari masih terlihat bingung, kenapa den Rendra mengajaknya untuk jalan. Tapi didalam lubuk hati Sari yang paling dalam, sebenarnya dia sangat bahagia, diajak jalan dengan orang yang disukainya.


Sari bergegas menuju kamar kamar Asih, dia berniat untuk meminjam pakaian yang bagus, karna Sari tidak memiliki pakaian yang bagus. Setidaknya dia harus tampil dengan rapi, agar Rendra tidak malu jika berjalan dengannya.


"Mbak Asih..." seru Sari membuka pintu kamar Asih.


"Iya Sar, ada apa?" tanya Asih


"Mbak saya boleh pinjem baju lagi tidak?" tanya Asih sedikit malu.


"Mau buat apa Sar, emang kamu mau kemana?" tanya Asih penasaran.


"Jadi begini mbak, barusan den Rendra suruh saya nemenin dia untuk jalan, katanya temen temennya pada sibuk semua!" Jelas Sari.


"Wahhh... pucuk dicinta ulampun tiba... kesempatan Sar itu namanya bisa deket sama orang yang kamu sukai!" ledek Asih.


"Apaan sih mbak... Sebenarnya saya tidak mau mbak, soalnya saya malu!" kata Sari.


"Malu kenapa Sar, malu karna kamu hanya seorang pembantu?!! Masalah itu jangan kamu fikirin, yang penting kamu sekarang bisa jalan sama cowok idaman kamu.


Aku pinjemin kamu baju, kebetulan baju baju aku waktu masih muda masih ada beberapa tersimpan disini, bentar aku cariin dulu" Kata Asih panjang lebar. Lalu dia mencari dilemari baju baju waktu mudanya dulu.


"Ini dia Sar, akhirnya ketemu... nih coba lihat bagus kan... ini dulu hadiah dari suami aku waktu kita pacaran dulu!" seru Asih, seraya menunjukkan sebuah long drees berwarna hitam lengan pendek. Dibagian dadanya dihiasi dengan bola bola mutiara kecil, menambah keanggunan long dress tersebut.


"Iyaa mbak, ini bagus sekali. Tapi apa saya cocok pakai ini mbak!" resah Sari.


"Jelas cocok dong Sar, kamu kan cantik, mau dipakaiin apa aja pasti cocok... nih buruan ganti baju, terus dandan yang cantik!" kata Asih meyakinkan Sari.


"Iya mbak kalau gitu, saya pinjem dulu ya" kata Sari, lalu bergegas menuju kamarnya untuk bersiap siap.


Sari memakai long dress tersebut, dibadannya terlihat sangat pas, dia mengurai rambut sebahunya, memoles wajahnya dengan bedak tipis, dan memberi sedikit warna merah pada bibirnya.

__ADS_1


Sari sudah bersiap, kemudian dia menuju kamar Asih sebelum berangkat.


"Mbak Asih gimana penampilan aku.... cocok tidak saya pakai baju ini... kok saya ngerasa gak cocok yaa!" keluh Sari yang merasa kurang percaya diri.


"Kamu cantikk banget Sar, dan baju itu sangat cocok buat kamu. Pasti kalau orang orang lihat nanti kamu dikira pacarnya den Rendra. Kalau kamu dandan kayak gini, disandingi sama den Rendra serasi banget tau!" Kata Asih yang terkagum kagum melihat penampilan Sari.


"Mbak asih ini terlalu berlebihan deh.. saya kan jadi malu.. Yaudah Sari ke depan sekarang yaa mbak, takutnya nanti kalau den Rendra yang nungguin duluan!" ucap Sari.


"Iya... Hati hati yaa Sar, dan selamat bersenang senang!" seru Asih.


Sari hanya tersenyu kepada Asih, dan kemudian bergegas menuju ruang tamu.


Di ruang tamu belum ada Rendra. Sari menungguinya sambil berdiri.


Rendra menuruni tangga, dia memakai kemeja panjang berwarna hitam. Tanpa janjian ternyata pakaian yang mereka kenakan berwarna senada.


Rendra melihat Sari yang berdiri membelakanginya. Dari belakang Sari terlihat begitu anggun, Rendra sedikit terkejut melihat penampilan Sari dari belakang.


"Udah siap Sar?" kata Rendra, yang membuat Sari kaget dan langsung berbalik arah menatap ke arah suara.


" Su...sudah den!" kata Sari seraya menundukkan wajahnya. Dia merasa sangat malu, dia takut ditertawakan oleh Rendra karena penampilannya.


Rendra yang melihat penampilan Sari dari depan merasa takjub dan terpesona. Hanya 2 kata yang ada dalam fikirannya sangat cantik... Rendra menjadi begong sejenak melihat penampilan Sari.


"Den Rendra maaf... kapan ya kita mau berangkat!" Ucap Sari membuyarkan tatapan Rendra terhadapnya.


"Oh.... iya... ayo sekarang kita berangkag!" kata Rendra.


Sekitar 45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di restoran tersebut.


"Kita makan dulu yuuk Sar!" Ajak Rendra setelah memakirkan mobilnya.


"Iyaa den" Kata Sari.


Kemudian mereka turun dari mobil, Sari merasa takjub dengan restoran tersebut, dari depan tampak mewah sekali.. Dihiasi dengan lampu lampu redup nan romantis dan syahdu. Sari berfikir, apakah Rendra salah tempat mengajaknya makan ditempat semewah ini.


" Ayo Sar kita masuk, kok malah bengong disitu sih!" kata Rendra membuyarkan lamunan Sari.


Kemudian Sari mengikuti langkah Rendra dari belakang. Sampai didepan pintu restoran Rendra mempersilahkan Sari untuk jalan terlebih dulu.


Kemudian seorang pelayan mendekati mereka..


"Mari tuan saya antarkan ketempat anda" kata pelayan tersebut.


Mereka mengikuti pelayan tersebut dari belakang. Menaiki lift menuju lantai 2.


Setelah itu si pelayan menunjukan sebuah meja yang dekat dengan cendela kaca besar, yang memperlihatkan pemandangan jalan raya dengan banyak sorot lampu berwarna warni.


"Silahkan tuan, nyonya...,permisi!" ucap si pelayan.


"Maaf den, apa den Rendra tidak salah tempat mengajak saya kesini?" tanya Sari mencoba memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Tidak Sar, memang ini kok tempat makannya.. yukk duduk!" ajak Rendra.


Kemudian mereka duduk. Sari masih merasa bingung dengan ini semua. Kenapa den Rendra mengajaknya ketempat seperti ini.


Tak lama pelayan datang membawa beberapa makanan dan minuman.


Setelah itu,Rendra mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya. Entah kenapa baru pertama kali ini Rendra merasakan perasaan yang begitu membuatnya gugup. Tapi dia mencoba menghilang rasa gugupnya.


Kemudian dia menatap Sari yang sedang melihat pemandangan dari cendela kaca.


" Sar.." panggil Rendra lembut.


"Iyaa den, ada yang bisa saya bantu?" jawab Sari yang tidak bisa menghilangkan kebiasaannya.


"Jangan panggil aku dengan sebutan den yaa... kita kan lagi diluar. Terserah kamu mau panggil aku apa, yang penting jangan den,atau tuan" jelas Rendra.


"Ma maaf den...eh maksud saya ma...mas... saya boleh panggil dengan sebutan mas saja?" kata Sari dengan gugup.


"Oke gak papa kok. Oh ya, ada hal yang ingin aku sampaikan sama kamu Sar!" kata Rendra.


"Hal apa den...eh mas!" kata Sari.


"Begini Sar. Sebenarnya dari awal aku ketemu sama kamu, ada yang beda dengan perasaan aku, awalnya aku gak tau perasaan apa itu. Apa lagi sejak aku merasakan masakan tumis kangkung buatan kamu, aku merasa kagum denganmu. Dan lama kelamaan seiring berjalannya waktu, akhirnya aku paham dengan perasaan aku sendiri. Setiap aku deket sama kamu, perasaan aku langsung berubah, jantung aku rasanya berdebar lebih cepat, dan dalam fikiran aku sering sekali teringat kamu. Dan sekarang aku mau jujur tentang perasaan aku sama kamu... bahwa sebenarnya aku suka sama kamu Sar, dan cinta sama kamu!" kata Rendra panjang lebar.


Sari yang mendengar kalimat terakhir Rendra, merasa jantungnya akan copot. Sari merasa debaran di jantungnya sangatlah cepat. Dia masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan apa yang baru saja didengarnya. Sari menutup mulutnya dengan tangan, karna membuatnya benar benar terkejut.


Setelah dirasa agak tenang Sari berkata kepada Rendra.


"Maaf den.. kayaknya den Rendra ada salah ngomong!" kata Sari mencoba membenarkan.


"Tidak Sar, aku ngomkng apa adanya, aku jujur sama kamu dengan perasaanku ini. Memang ini kenyataannya Sar, bahwa aku cinta sama kamu!" jelas Rendra meyakinkan Sari.


"Tapi den, apa saya pantes mendapatkan itu... saya ini hanya seorang pembantu!" jelas Sari.


"Mau kamu pembantu, atau apapun itu, aku gak peduli Sar, yang aku peduliin itu sekarang adalah perasaan aku sama kamu.


Kamu gak perlu jawab sekarang. kamu fikir fikir dulu. aku juga gak akan maksa kamu untuk nerima perasaan aku. Yang penting aku udah jujur sama kamu!" Jelas Rendra.


Akhirnya Sari memberanikan diri untuk menceritakan tentang perasaannya juga kepada Rendra.


Rendra yang mendengar itu, merasa tidak percaya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa perasaan mereka berdua memang benar adanya.


Rendra sangat bahagia setelah tau bahwa perasaan Sari sama dengannya.


"Sar, jadi kamu mau kan nerima aku jadi pacar sekaligus calon suami kamu?" tanya Rendra seraya memengang tangan Sari diatas meja.


Sari hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Dan tak terasa bahwa Sari juga telah meneteskan air mata karena bahagia.


Rendra menggenggam tangan Sari semakin erat, dan menghapus air mata yang menetes di pipi Sari.


Selanjutnya mereka menikmati makan malam bersama, dengan perasaan yang luar biasa bahagia........

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2