
"Mas aku televon bapak sama ibu dulu yaa, mau kasih tau kalau aku hamil" kata Sari ketika mereka sudah berada dikamar.
"Iya sayang!" ucap Rendra.
Lalu Sari mengambil handphone nya dan menghubungi orang tuanya.
"Assalamualaikum!" kata Sari
"Waalaikumsalam nak.." jawab bu Siti.
"Bu bapak dimana?" tanya Sari.
"Bapak ada Sar, ini lagi sama ibu.. apa kamu mau ngomong sama bapak?" tanya bu Siti.
"Sari ingin ngomong sama bapak dan ibu.. suaranya dibikin speaker aja bu, biar keras, biar bapak juga dengar!" kata Sari.
"Iyaa Sar, sudah.. kamu mau ngomong apa sama bapak dan ibu?" tanya bu Siti kembali.
"Pak, bu, Sari cuma mau kabarin kalau Sari udah hamil!" Seru Sari.
"Alhamdulillah!" seru pak Pardi dan bu Siti bersamaan.
"Ibu sangat bahagia nak, akhirnya kamu sudah hamil!" kata bu Siti.
"Bapak juga turut bahagia.. Akhirnya kita sebentar lagi akan punya cucu bu!" kata Pak Pardi.
"Iya pak, Masyaalah... ibu gak sabar pengen segera gendong cucu!" kata bu Siti.
"Iya pak ,bu.. doain Sari dan cucu bapak sama ibu, agar selalu sehat!" kata Sari.
"Iya nak, pasti ibu dan bapak selalu doain kamu dan juga anak yang ada diperut kamu... kamu juga harus selalu jaga kesehatan, jagan terlalu capek.. dan makan yang teratur yaa Sar!" kata bu Siti.
"Iya bu... Sari akan selalu ingat itu. Kalau gitu Sari tutup dulu yaa bu, pak, nanti kapan kapan Sari televon lagi!" kata Sari.
__ADS_1
"Iya nak... hati hati disana, salam untuk suami dan mertua kamu!" kata pak Pardi.
"Iyaa pak... assalamualaikum"
"Waalaikumsalam...."
Setelah memtuskan sambungan televon. Rendra langsung memeluk Sari dari belakang,yang sedang duduk diatas tempat tidur.
"Udah sayang telvon bapak sama ibu?" tanya Rendra.
"Udah mas" jawab Sari
"Kalau gitu ayoo!" ajak Rendra.
"Ayoo kemana mas?" tanya Sari bingung.
"Kita pergi ke surga dunia.... kamu udah gak mual lagi kan!" kata Rendra.
"Udah enggak sih mas habis minum obat tadi. Tapi kan aku lagi hamil mas, emang boleh?" tanya Sari.
"Beneran ya mas pelan pelan!" kata Sari.
"Iya sayang"
Kemudian Rendra menidurkan Sari. Rendra segera membuka baju dan celana Sari, setelah itu dia membuka baju dan celananya juga. Lalu ia mulai dengan aksinya. Pertamanya dia mencium lembut bibir istrinya, lalu mulai turun kebawah, menciumi setiap inci tubuh istrinya, dan sampai dia pada milik istrinya. Dan ia memulai permainannya disana.
Sari hanya bisa mendesah, memejamkan matanya menikmati setiap perlakuan. suaminya.
Rendra tidak melakukannya seperti biasanya yang penuh dengan nafsu yang membara. Tapi kali ini dia melakukannya dengan sangat lembut dan pelan,takut jika menyakiti istri dan calon anaknya yang berada didalam. Tapi itu tak mengurangi rasa nikmat yang mereka rasakan. Mereka tetap merasakan kepuasan dan kenikmatan yang tiada tara.
Jam menunjukkan pukul 6.00 WIB, Sari sudah bangu dan mandi. Lalu ia membangunkan suaminya.
"Mas, bangun udah pagi!" kata Sari.
__ADS_1
"Iya sayang, udah bangun kok!" jawab Rendra
"Buruan mandi kalau gitu mas!"Kata Sari
"Iya sayang. Kamu kok udah mandi!" tanya Rendra yang sudah membuka matanya.
"Sudah mas, buruan mandi nanti telat lho berangkat ke kantornya!" Kata Sari.
"iya iya sayang... ohya, kamu hari ini gak usah pergi kerestoran ya.. istirahat aja dirumah, serahin aja semuanya sama Ana, asisten kamu!" kata Rendra.
"Iya mas,memang hari ini aku rencananya gak kerestoran kok,, aku juga udah bilang ke Ana buat ngurusin semuanya!" jelas Sari.
"Yaudah aku mandi dulu ya!" kata Rendra.
"Iya mas, aku udah siapin baju kamu, aku tunggu kamu dibawah yaa!" kata Sari.
"Iya sayang!" kata Rendra lalu beranjak menuju kamar mandi.
Kemudian Sari turun menuju ruang makan, disana sudah ada Asih yang sedang menyiapkan Sarapan.
"Pagi mbak Asih..!" sapa Sari.
"Pagi juga Sar... Sari selamat yaa atas kehamilan kamu, aku turut bahagia dengernya!" kata Asih.
"Kok mbak Asih bisa tau kalau aku hamil?" tanya Sari penasaran.
"Semalem aku gak sengaja denger pembicaraan tuan Yudi dan dokter Setiawan saat tuan mengantarkan dokter setiawan kedepan!" jelas Asih.
"Ohhh, iya mbak... makasih yaa... sebentar lagi mbak Asih bakal punya ponakan nih!" kata Sari.
"Iyaa Sar, jadi gak sabar gendong ponakan baru!" kata Asih.
Sari membantu Asih menyiapkan sarapan dengan saling berbagi cerita bersama.
__ADS_1
Asih ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Sari. Meskipun Asih hanya seorang pembantu dirumah itu, tapi dia merasa dianggap seperti keluarga oleh majikannya, apalagi Sari yang selalu manganggapnya sebagai kakaknya sendiri..
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...