
Setelah selesai makan, Marlina langsung pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. masih ada waktu untuk Marlina menunaikan ibadah sholat dhuhur.
Setelah selesai sholat dan mandi, Marlina menghampiri ibunya yang sedang memasak di dapur sederhana milik mereka.
"Bu, masak apa?" tanya Marlina.
"Ini, ibu tadi beli ikan asin sama masak sayur asem" jawab Bu Harti seraya menggoreng ikan asin.
"Biar aku bantu Bu" kata Marlina.
"Itu kamu potongin sayur asemnya" kata Bu Harti.
Mereka memasak masih menggunakan kayu bakar. Sebab mereka tak mampu membeli kompor gas ataupu tabung gas. Kehidupan Marlina dengan ibunya sangatlah sederhana.
Namun tak membuat mereka malu dan berputus asa.
Setelah selesai memasak Marlina dan Bu Harti makan bersama.
"Bu, nanti malam ada acara ulang tahun temen aku, aku ijin pergi kesana ya Bu" kata Marlina ditengah makannya.
"Kamu pergi dengan siapa kalau malam-malam?" tanya Bu Harti.
"Nanti ada temen aku Bu, namanya kak Amar, dia jemput aku" jawab Marlina.
"Yasudah ibu ijinin, tapi pulangnya jangan malam-malam ya" pesan Bu Harti.
"Iya Bu, makasih" ucap Marlina.
Selesai makan, Marlina masuk ke dalam kamar. Dia terlihat sedang memilih baju untuk pergi ke pesta nanti malam. Namun tak ada satupun baju yang bagus. Marlina bingung harus mengenakan apa. Satupun tak ada baju pesta yang dia punya.
"Kamu kenapa Lin, kenapa semua baju kamu keluarkan dari lemari?" tanya Bu Harti yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Marlina.
"Eh ibu... ini Bu aku cari baju untuk ke pasta nanti malam, tapi sepertinya gak ada baju yang bagus" jawab Marlina malu.
"Kamu mau pakai baju apa saja bagus nak. Gak harus dengan pakaian yang mahal dan mewah, yang terpenting terlihat sopan dan rapi" jelas Bu Harti.
"Iya Bu, aku ngerti kok. maaf ya Bu, bukan maksud aku ingin tampil mewah, tapi aku hanya ingin terlihat pantas saja" kata Marlina.
"Iya nak, ibu tau. Sini ikut ke kamar ibu" ajak Bu Harti.
Sesampainya di kamar Bu Harti....
"Coba kamu lihat ini, ibu punya dress yang cantik buat kamu pakai nanti malam" kata Bu Harti, seraya menunjukkan sebuah dress panjang, berwarna hitam polos, tanpa lengan dihiasi bunga dibagian pundak kanan...terlihat anggun dan elegan.
"Ibu punya dress sebagus ini dari mana?" tanya Marlina takjub melihat dress milik ibunya.
__ADS_1
"Ini pemberian dari bapak kamu dulu sewaktu kami pacaran. Dulu ibu pengen sekali punya dress, lalu dengan uang yang bapak punya beliau membelikan dress ini untuk ibu" jelas Bu Harti.
"Dresnya cantik dan bagus sekali Bu, aku suka" kata Marlina.
"Bagus kan. ini buat kamu, nanti malam kamu bisa pakai dress ini, pasti kamu bakalan cantik banget" kata Bu Harti tersenyum bahagia.
"Makasih ya Bu, untung ibu punya ini" kata Marlina lalu memeluk ibu beserta dressnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB.
Terlihat Marlina sedang bersiap di dalam kamar.
Terdengar suara klakson mobil dari depan rumah. Bu Harti pun segera beranjak untuk melihat siapa yang datang.
Terlihat Amar turun dari mobil sport hitamnya. Lalu Amar berjalan menuju teras rumah Marlina. Disana sudah berdiri Bu Harti.
"Assalamualaikum" sapa Amar mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam" balas Bu Harti.
Bu Harti belum mengenal Amar. Sebab baru pertama kali ini Bu Harti melihat Amar.
"Perkenalkan saya Amar Bu, teman kuliahnya Marlina" kata Amar memperkenalkan diri, seraya menjabat tangan Bu Harti.
"Iya Bu, itu saya. Apa Marlina nya ada?" tanya Amar.
"Ada, mari silahkan masuk dulu nak Amar, biar ibu panggilkan dulu Marlina nya" jawab Bu Harti seraya mempersilahkan Amar masuk.
"Iya Bu, terimakasih" ucap Amar.
Amar masuk ke dalam rumah Marlina. Terlihat hanya ada 2 kursi kayu dan sebuah meja kayu dengan warna cat yang sudah mulai memudar.
Amar yang melihat pemandangan seperti itu merasa iba dan kasihan. Baru pertama kali ini Amar masuk ke dalam rumah Marlina.
Tak lama kemudian Marlina menemui Amar.
"Maaf kak sudah menunggu lama" kata Marlina sedikit mengagetkan Amar yang terlihat melamun.
Amar terpesona melihat penampilan Marlina. Baginya Marlina terlihat sangat cantik dan anggun. Dengan rambut hitam lurus yang terurai panjang, ditambah gaun hitam panjang yang terlihat sangat pas dan cocok ditubuhnya membuat Marlina sangat mempesona. Wajahnya yang cantik natural hanya terpoles dengan bedak tipis dan bibir berwarna merah muda membuat dirinya semakin sempurna. Marlina membuat Amar benar-benar jatuh hati kepadanya.
"Kak Amar" panggil Marlina.
"Eh..sorry sorry... a..ayo kita berangkat sekarang" kata Amar benar-benar gugup.
"Kalian hati-hati dijalan ya" kata Bu Harti yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Iya Bu, kami berangkat ya Bu" kata Marlina.
"Mari Bu.. assalamualaikum" kata Amar.
"Waalaikumsalam" balas Bu Harti.
Amar membukakan pintu untuk Marlina.
Setelah itu, Amar melajukan mobilnya menuju hotel dimana tempat pesta berlangsung.
"Lin, kamu malam ini cantik banget" kata Amar ditengah perjalanan.
"Ma..makasih kak" ucap Marlina malu.
"Oh ya Lin, apa kamu belum mau cerita tentang masalah tadi pagi?" tanya Amar yang masih penasaran.
"Emm... itu..sebenarnya...." kata Marlina ragu untuk menceritakan yang sebenarnya.
"Cerita aja Lin, aku cuma pengen tau aja kok apa yang sebenarnya terjadi. Karena jujur aja aku masih gak percaya dengan pengakuan kamu yang kamu bilang kalau jatuh" kata Amar.
"Sebenarnya tadi pagi keranjang aku diserempat sama mobil kak" kata Marlina yang akhirnya jujur.
"Apa... diserempet mobil..kok bisa... terus kamu tau gak siapa yang nyerempet?" tanya Amar terlihat kaget.
"Ve...Veronika kak" jawab Marlina gugup.
"Apa kamu bilang, Veronika... astaga jadi si Vero yang udah nyerempet kamu. Pasti dia sengaja lakuin itu" kata Amar, terlihat marah.
"Dia gak sengaja kak, aku yakin kok" kata Marlina membela Veronika.
"Gak mungkin kalau dia gak sengaja Lin, aku tau gimana sifat Veronika. Mending kita gak usah jadi aja ke acara dia" kata Amar.
"Eh jangan kak. Aku gak papa kok, mau dia sengaja atau enggak, aku udah maafin dia kok. Udah aku lupain juga. Jangan dibatalin ya kak" pinta Marlina.
Amar tak bisa menjawab apa-apa. Dirinya menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ingin rasanya Amar marah pada Veronika.
"Kak, nanti disana kakak jangan tanya apapun sama Veronika ya. Anggap saja ini rahasia kita berdua" pinta Marlina kembali.
"Iya Lin" ucap Amar seraya menganggukkan kepalanya.
Entah terbuat dari apa hati Marlina. Tak hanya terlihat cantik di luar namun di dalamnya jauh lebih cantik dan mulia. Itulah yang ada dalam fikiran Amar.
Amar pun semakin dibuat jatuh cinta pada wanita yang sedang duduk disampingnya saat ini...
😊😊😊
__ADS_1