Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 42


__ADS_3

Pagi pun tiba, jam menunjukkan pukul 7.30. Rendra, dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang makan. Rendra akan berbicara kepada orang tuanya tentang rencananya untuk melakukan tes DNA hari ini juga.


"Pa, ma...hari ini Rendra mau melakukan tes DNA terhadap anak uang dikandung oleh Sherly. Rendra ingin membuktikan bahwa itu memang bukan anak Rendra" jelas Rendra.


"Apa harus hari ini Rend?" tanya pak Yudi


"Iya pa, Rendra tidak mau menunggu waktu lebih lama lagi. Masalah ini sudah terlalu menguras tenaga dan fikiran Rendra. Apa mama dan papa setuju?" tanya Rendra balik seraya menatap mama dan papanya bergantian.


"Kalau papa terserah kamu saja Rend, gak tau itu mama kamu, diem aja dari semalem!" ucap pa Yudi. Memang sejak semalam setelah berbicara dengan Rendra bu Lestari nampak terlihat murung, mungki terlalu memikirkan hal ini.


"Ma, mama setuju kan.. Aku juga gak mau lihat mama mikirin masalah ini terus!" kata Rendra menatap mamanya.


"Mama nurut aja Rend...tapi bukannya tes DNA di usia kehamilan yang masih muda bisa membahayakan janinnya!" kata bu Lestari.


"Rendra juga gak ngerti tentang itu ma, tapi Rendra gak mau nunggu lama untuk melakukan tes DNA ma. Rendra akan pilih rumah sakit yang terbaik untuk melakukan tes ini. Meskipun itu bukan anak Rendra, tapi Rendra juga tidak akan tega jika terjadi apa apa dengan anak Sherly" jelas Rendra.


"Lakukan saja Rend, selama itu baik dan bisa membuktikan semua kebenarannya!" ucap bu Lestari.


Setelah mendapat persetujuan mama dan papanya, Rendra langsung menghubungi Sherly. Dia tidak ingin berbicara dengan wanita itu, Rendra hanya mengirimkan pesan.


"Gue tunggu di rumah sakit cintabunda sekarang kita lakukan tes DNA" pesan dikirim.


5 menit kemudian pesan dibalas oleh Sherly.


"Oke sayang...dengan senang hati, aku akan kesana" balas Sherly.


Rendra tidak membalasnya lagi, kemudian dia segera menghabiskan sarapannya. Setelah 30 menit kemudian mereka telah siap untuk pergi ke rumah sakit cinta bunda untuk melakuka tes DNA.


Mereka berangkat dengan menggunakan satu mobil, tidak lupa juga Rendra mengajak Sari untuk ikut serta.


Setelah sampai dirumah sakit. Ternyata Sherly sudah berada disana terlebih dulu.Sherly yang melihat Sari ikut serta merasa sangat tidak suka.


"Hai tante,om...lho kok bawa pembantu segala tan?" tanya Sherly.


"Dia bukan pembantu tapi dia adalah keluarga" jawab Rendra ketus.

__ADS_1


"Oke, terserahlah. Oh ya kapan kita lakukan tes DNA nya!" kata Sherly.


"Sekarang" jawab Rendra singkat.


Kemudian mereka semua langsung menuju ruang dokter untuk melakukan tes DNA. Sedangkan pak Yudi, bu Lestari dan Sari menunggu di luar ruangan. Perasaan bu Lestari kali ini benar benar cemas, dia takut dengan hasil tes nya.


Sari yang melihat itu mencoba menangkan majikannya.


"Tenang ya bu, semoga hasil tesnya keluar dengan apa yang kita harapkan. Kebenaran pasti akan menang bu!" ucap Sari mencoba menenangkan bu Lestari.


"Iya Sar, ibu cuma takut kalau hasilnya nanti sampai positif.. ibu tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi!" Resah bu Lestari.


"mama jangan ambil kesimpulan seperti itu dulu. kita berdoa saja!" kata pak Yudi.


Setelah menunggu 30 menit akhirnya Sherly dan Rendra keluar dari ruangan.


"Gimana Rend hasil tesnya!" kata pak Yudi panik.


"Masih di cek dulu sama dokter pa, kita tunggu dulu!" jawab Rendra.


Semua yang berada di situ,berharap cemas tetapi tidak dengan Sherly dan Rendra.


"Kenapa kamu tidak mempercayaiku sayang, yang ada didalam perutku ini adalah anakmu, darah dagingmu.. apa kamu cuma pura pura lupa dengan apa yang pernah kamu lakuin ke aku!" kata Sherly.


"Cukup lo ngumbar omong kosong lo itu. Kita tunggu saja hasilnya" Seru Rendra.


Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya seorang perawat keluar dari ruangan. Menyerahkan amplop berwarna putih. Rendra langsung menerimanya dan langsung membukanya.


"Ini gak mungkin. gak mungkin kalau hasilnya positif. ini pasti ada yang salah!" seru Rendra yang masih membaca selembar kertas putih.


"Ada apa Rend,kenapa kamu?" kata pak Yudi, yang langsung mengambil kertas dalam tangan Rendra.


"Apa apaan ini. Kenapa hasilnya positif!" kata pak Yudi yang tidak percaya dengan apa yang dia baca.


Bu lestari yang melihat wajah suaminya berubah langsung mendekati, dan merebut kertas dan langsung membacanya.

__ADS_1


"Ya Allah Rend... jadi benar ini anak kamu. Kenapa kamu bohongin mama nak, kamu bilang kamu tidak pernah melakukannya, lalu ini apa..kenapa ini hasilnya positif!" Seru bu Lestari dengan tangisan histeris.


Sari mencoba menenangkan bu Lestari dengan memegang kedua lengannya. Sari juga sangat terkejut dengan hasil tesnya, dia tidak menyangka dan belum bisa percaya bahwa Rendra melakukan itu.


"Mama harus percaya sama Rendra ma, Ini salah, ini gak bener. Papa...papa percaya kan sama Rendra. Rendra gak mungkin nglakuin hal hina kaya gitu" Seru Rendra mencoba menjelaskan yang sebenarnya.


"Mama harus percaya gimana Rend.. sekarang udah terbukti kalau yang dibilang oleh Sherly itu benar. Mama kecewa sama kamu Rend, kecewa!" seru bu Lestari, yang kemudian langsung pergi keluar rumah sakit. Kemudian Sari langsung menyusul bu Lestari.


"Ma tunggu.. Dengerin Rendra ma!" seru Rendra.


"Biar papa yang bicara sama mama kamu Rend!" kata pak Yudi mencoba menghentikan langkah Rendra ketika Rendra akan menyusul mamanya.


Kemudian pak yudi menyusul istrinya keluar rumah sakit. Dan tinggallah Sherly dan Rendra di sana.


"Terbuktikan sekarang, kalau ini memang anak kamu. Ini darah daging kamu sayang!" ucap Sherly mendekati Rendra.


"Gue gak akan pernah ngakuin itu anak gue. Apa sebenernya rencana lo, kenapa lo masih aja ganggu hidup gue!" seru Rendra menatap Sherly dengan tajam.


"Tapi kamu gak akan bisa lari dari kenyataan sayang. Mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab dengan anak ini. Dan kamu harus secepatnya nikahin aku!" ucap Sherly dengan gaya manjanya.


"SHIIIITTTT!!!!" seru Rendra dengan mengepalkan tangannya, rasanya dia ingin sekali memukul orang yang berada dihadapannya. Tapi Rendra sadar, bahwa Sherly bukan tandingannya. Dia hanya bisa menahan emosi yang bergejolak di dadany.


Kemudian Rendra langsung berlalu pergi tanpa memperdulikan Sherly.


Rendra segera menyusul orang tuanya dan Sari yang sudah keluar rumah sakit. Bu Lestari,pak Yudi dan Sari sudah berada didalam mobil. Kemudian mereka pulang, dalam perjalanan tak ada sepatah katapun yang terlontar. Masing masing larut dalam fikiran masing masing.


Sedangkan Sherly, dia tersenyum puas, dengan apa yang telah terjadi barusan.


"Tidak ada yang bisa menandingi kecerdikan Sherly. Tinggal selangkah lagi, rencana gue akan berhasil sepenuhnya!" kata Sherly berbicara sendiri dengan tersenyum puas.


Kemudian dia pergi dari rumah sakit. Menuju apartemen Boby, pacarnya. Dia ingin menceritakan keberhasilannya kepada Boby.


TERIMAKASIH SEMUANYA MASIH SETIA MEMBACA KARYA SAYA...


SEMAKIN SERU DAN MENDEBARKAN KAN....

__ADS_1


DITUNGGU YAA KELANJUTANNYA


🙏😊


__ADS_2