Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
part 152 (MARLINA)


__ADS_3

Saat Marlina berada di ruang administrasi, ternyata Amar tengah mencarinya. Namun tak menemui Marlina.


Amar masih merasa khawatir dengan Marlina setelah keributan yang terjadi tadi pagi dengan Veronika.


Tanpa sengaja Amar melihat Mona dan Ria yang tengah duduk di sebuah bangku. Segera Amar mendekati mereka.


"Hai, sorry ganggu, kalian lihat Marlina gak?" tanya Amar to the point.


"Marlina masih ke ruang administrasi kak, kita juga lagi nungguin dia keluar" jawab Ria.


"Ada apa Marlina ke ruang administrasi?" tanya Amar kembali.


"Entah kak, kami juga gak tau. Ngomong-ngomong kak Amar ada perlu apa nyariin Marlina?" tanya Mona.


"Aku khawatir sama dia" jawab Amar.


"Khawatir kenapa kak. Oh ya tadi pagi kita lihat Marlina seperti habis nangis, terus pipinya juga merah seperti habis ditampar gitu kak. Apa kak Amar tau Marlina kenapa?" tanya Mona.


"Tadi pagi Veronika tanpa sebab dan alasan tiba-tiba marah dan setelah itu menampar Marlina" jelas Amar.


"Apa kak, jadi bener kalau Marlina habis ditampar, dan itu sama Veronika?" seru Ria.


"Kurang ajar banget itu perempuan, mesti dikasih pelajaran biar tau rasa" kata Mona yang terlihat marah.


"Sudah, percuma mau balas apapun sama Veronika, gak akan ngaruh" kata Amar.


"Tapi kak, dia sudah keterlaluan" kata Mona.


"Iya aku tau... kita lihat saja suatu saat pasti dia akan mendapat balasannya sendiri kok. Aku sudah tidak mau berurusan dengan dia lagi" kata Amar mencoba bijak, agar Mona tidak lebih terbawa emosi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, terlihat Marlina yang sudah keluar dari ruang administrasi.


Marlina mencoba tetap tenang dan tegar, agar para sahabatnya tidak mengetahui apa yang terjadi.


Terasa sangat sedih yang dirasakannya sekarang. Marlina sebenarnya masih tetap ingin melanjutkan kuliahnya, namun karena keterbatasan biaya, Marlina tak sanggup lagi untuk melanjutkannya.


"Ada apa Lin kamu di panggil ke ruang administrasi?" tanya Ria.


"Gak apa-apa kok, cuma Bu Sukma tadi nanyain tanggal masuk kuliah aku dulu tanggal berapa" jawab Marlina berbohong.


"Kok aneh sih, kan harusnya ada dicatatan kenapa harus nanyain langsung ke kamu" kata Mona curiga.


"Ya...ya mungkin aja Bu Sukma lupa atau hilang catatannya. Udah ah, gak usah dipikirin, gak penting itu.


Kak Amar ada disini udah dari tadi ya?" tanya Marlina mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Aku gak kenapa-kenapa kok kak" kata Marlina.


Seperti biasa tanpa disangka dan tanpa di duga, Veronika datang mendekat. Dimana ada Amar dan Marlina pasti Veronika akan mendatangi mereka seakan Veronika tak rela jika Amar selalu dekat-dekat dengan Marlina.


"Dia lagi dia lagi... bosen gue lihat mukanya" kata Mona dengan wajah jutek.


"Apa lagi gue lihat muka-muka kalian ini. Bikin gue pengen muntah. Gue kesini karena Amar jadi jangan ge-er kalian" seru Veronika.


"Ngapain lagi nyari gue?" tanya Amar.


"Gue pengen bicara sama Lo Mar, bisa kan" jawab Veronika.


"Udah gak ada yang penting lagi. Kalau memang Lo mau bicara, bicara aja disini" tegas Amar.

__ADS_1


"Kok Lo gitu sih Mar. Gue kesini niatnya baik-baik mau ngajak Lo bicara penting. Tapi tanggepan Lo malah kayak gini. Apa gara-gara cewek uduk ini yang bikin Lo udah berubah ke gue" seru Veronika.


"Bisa gak sih Lo jaga omongan Lo. Kalau Lo kesini cuma mau bikin keributan mending sekarang Lo pergi dari sini" seru Mona yang sudah terlanjur emosi.


"Mona sudah. biarkan saja. Kak Amar mungkin Veronika memang ada hal yang ingin dibicarakan, coba kak Amar dan Veronika bicara dulu" kata Marlina.


"Udah gak ada yang penting Lin, itu cuma akal-akalan dia aja" kata Amar.


"Mending sekarang kita pergi dari sini" ajak Amar. Lalu menggandeng tangan Marlina.


"Tunggu.. kenapa Lo jadi berubah sih Mar semenjak kenal sama cewek uduk ini. Kenapa Lo sedikitpun gak ada menghargai dan peka terhadap perasaan gue ke elo. Gue sayang gue cinta sama Lo Mar. Tapi kenapa balasan elo kayak gini ke gue. Elo malah lebih milih cewek miskin yang gak ada apa-apanya dibanding gue" jelas Veronika merasa tak terima dengan perlakuan Amar.


"Gue memang gak pernah peka dengan perasaan Lo karena gue memang gak pernah suka apalagi cinta sama elo. Bagi gue, Marlina lebih segala-galanya dibanding elo, ngerti" jelas Amar.


"Ayo Lin kita pergi" ajak Amar. Lalu membawa Marlina pergi.


"Tunggu kalian, hey,, tunggu. Dasar cewek gak tau diri, cewek gatel" seru Veronika.


"Tutup mulut elo, jika gak mau gue tampar.


Sadar diri kalau Amar itu lebih mencintai Marlina ketimbang elo. Haha, rasain Lo, selamat menikmati sakit hati karena penolakan" kata Mona.


"Udah Mon kita pergi yuk. Gak guna ngladenin cewek macem gini" aja Ria. Lalu mereka pun pergi meninggalkan Veronika yang terlihat menahan amarah dengan kedua tangannya mengepal dengan keras.


Amar membawa Marlina masuk ke dalam mobilnya. Amar tidak menghiraukan omongan Marlina yang menyuruhnya untuk kembali pada Veronika. Marlina merasa tidak enak hati pada Veronika. Dirinya tidak mau dianggap bahwa telah merebut Amar dari Veronika.


Amar sudah tetap pada pendiriannya bahwa dirinya tidak mau lagi berurusan dengan Veronika. Yang terpenting baginya sekarang adalah Marlina. Dia ingin melindungi Marlina dari orang-orang jahat seperti Veronika..


😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2