
Sesampainya di rumah Sari.....
"Aku langsung berangkat ke kantor ya sayang... Salamin buat mama" ucap Rendra.
"Iya mas, hati-hati ya" ucap Anisa.
Setelah kepergian Rendra, Anisa langsung berjalan menuju pintu depan yang sudah dibukakan oleh asisten rumah tangga.
"Mama di mana Bi?" tanya Anisa.
"Nyonya ada di kamar non" jawab bibi.
"Yaudah biar aku ke kamar mama aja" kata Anisa.
Di kamar Sari...
tok...tok...tok...
"Iya,masuk aja!" seru Sari dari dalam.
"Ma, masih sibuk ya?" tanya Anisa seraya membuka pintu kamar.
"Anisa....kamu udah Dateng, sama siapa tadi kesini?" Tanya Sari agak terkejut dengan kehadiran Anisa.
"Tadi aku dianterin sama mas Rendra ma, tapi habis anterin aku mas Rendra langsung berangkat ke kantor, tadi juga titip salam buat mama" jawab Anisa.
"Rencananya tadi mama mau kesana jemput kamu, gak taunya kamu udah sampai duluan kesini" kata Sari.
"Tadi sekalian mas Rendra berangkat kerja ma" kata Anisa.
"Yaudah kita berangkat sekarang yuk, mumpung masih pagi jadi gak terlalu rame" ajak Sari.
__ADS_1
"Iya ma, Ayuk" ucap Anisa mengiyakan.
Sari dan Anisa pun berangkat menuju toko perlengkapan bayi yang cukup terkenal di kota tersebut. Semua jenis perlengkapan bayi tersedia di toko tersebut. Anisa dan Sari pun membeli semua kebutuhan calon bayinya nanti. Dari mulai baju, sepatu,popok, dan perlengkapan lainnya. Memang mereka belum tau jenis kelamin anak Anisa nanti. Sengaja memang mereka tidak ingin mengetahuinya. Apapun jenis kelaminnya nanti Anisa dan Rendra menerimanya.
"Makasih ya ma, udah nemenin Nisa beli semua perlengkapan bayi, untung ada mama, kalau gak mana bisa Nisa beli ini semua sendiri" kata Anisa bahagia.
"Iya sama-sama sayang, mama janji akan selalu mendampingi kamu dan mengajari kamu untuk mengurus dan merawat anak kamu nanti mumpung mama masih ada" jelas Sari.
"Lho kok mama ngomongnya gitu, memangnya mama mau kemana, mama akan tetap selalu ada kan" tanya Anisa bingung.
Sari hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari menantunya tersebut. Sari sendiri pun tidak mengerti dengan perkataannya sendiri. Kata-kata itu tanpa dia sadari keluar dari mulutnya. Namun Sari tidak terlalu memikirkan hal itu.
"Mama langsung anterin kamu pulang ya" kata Sari.
"Iya ma" ucap Anisa.
Setelah mengantarkan Anisa pulang dan mampir sebentar, Sari kemudian pulang ke rumah. Saat sampai di rumah terlihat Aira sedang menunggu kepulangannya.
"Maaf sayang, mama tadi kan juga harus mengantarkan kak Nisa pulang ke rumahnya dulu" jelas Sari.
"Gimana ma tadi, udah lengkap beli perlengkapan bayinya?" tanya Aira.
"Udah sayang. Lucu-lucu deh... jadi gak sabar nungguin cucu mama lahir" jawab Sari.
"Harusnya tadi Aira ikut, jadi Aira bisa pilihin baju buat dedek bayinya nanti"sesal Aira.
"Tadi mama kan udah ajakin kamu, tapi kamunya dibangunin susah betul. Yaudah mama tinggal aja" kata Sari.
"Oh ya ma .. Aira pengen deh lanjutin sekolah di luar negri" kata Aira mengutarakan keinginannya.
"Kenapa sayang, kok tiba-tiba pengen sekolah di luar negri?" tanya Sari bingung.
__ADS_1
"Aira pengen cari pengalaman ma dan menambah wawasan. Gimana ma boleh kan?" tanya Aira.
"Kalau mama sih boleh aja, tapi kan kamu juga harus minta ijin sama papa. Lagian kelulusan kamu masih 5 bulan lagi kan" kata Sari.
"Iya ma... Tapi mama nanti bantuin Aira bilang ke papa ya" bujuk Aira.
"Iya sayang. Yaudah kita makan siang yukk" ajak Sari.
Wajah Aira begitu bahagia setelah mendapat ijin dari mamanya untuk bersekolah di luar negri. Memang sudah sejak lama Aira ingin melanjutkan sekolah di luar negri,namun baru sekarang dia mengutarakan keinginannya.
Sore harinya di rumah Anisa...
"Sebentar lagi mas Rendra pulang, aku pengen masakin dia ah" kata Anisa.
Anisa pun langsung beranjak menuju dapur. Dia ingin memasak untuk suaminya sebelum suaminya pulang kantor. Rasanya sudah lama Anisa tidak memasak untuk suaminya selama dia hamil. Kali ini Anisa akan memasak Sayur asem dan ayam goreng, masakan sederhana namun itu adalah favorit suaminya.
"Bi, buat makan malam biar aku yang masak aja ya" kata Anisa.
"Tapi non, nanti non Anisa kecapekan" kata bibi
"Gak papa Bi, lagian cuma mau masak sayur asem sama goreng ayam buat mas Rendra" jelas Anisa.
"Kalau begitu biar bibi bantu ya non"kata Bibi.
Anisa pun mulai memasak dibantu oleh bibi. Sekitar 1 jam akhirnya Anisa selesai memasak. Makanan pun sudah siap di meja makan. Tinggal menunggu kepulangan suaminya.
Tak lama Rendra pulang dari kantor. Selesai mandi Anisa dan Rendra berlanjut untuk makan bersama.
"Enak banget sayang masakan kamu" kata Rendra.
"Makasih mas, dihabisin ya makanannya" ucap Anisa...
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊