Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 71


__ADS_3

Sudah seminggu sejak restoran Sari dibuka. Hingga saat ini restorannya tak pernah sepi pelanggan. Sari juga telah menambah pekerjanya menjadi 20 orang.


Pencapaian yang sangat luar biasa bagi Sari. Restoran yang dia jalankan tidak sia sia. Berkat usaha dan doa restorannya berjalan dengan sangat baik dan pesat.


Sari juga telah memiliki asisten pribadi. Jadi dia hanya perlu mengawasi dan memantau restorannya.


Setelah selesai sarapan bersama mereka berangkat ke kantor masing masing. Sari masih diantar jemput oleh Rendra terkadang juga naik taksi. Sebenarnya Rendra akan membelikannya mobil dan mencarikan seorang sopir untuknya. Tapi Sari menolaknya, sebab dia ingin membeli mobil dengan uang hasil kerja kerasnya sendiri. Dia ingin terlebih dahulu belajar menyetir dengan suaminya.


"Oh ya sayang, nanti kamu pulangnya naik taksi yaa, soalnya dikantor ada beberapa meeting yang harus aku temui!" kata Rendra ditengah perjalanannya.


"Iya mas, gak papa kok!" kata Sari seraya tersenyum.


"Gimana sayang restoran kamu?" tanya Rendra.


"Alhamdulillah mas, lancar dan semakin pesat. Pelanggan setiap harinya nambah terus. Sehari aja kita bisa dapat penghasilan sekitar 25 juta!" jelas Sari.


"Alhamdulillah.. semoga kamu bisa buka cabang baru secepatnya ya sayang!" kata Rendra.


"Iyaa mas, ini semua juga berkat dukungan kamu!" kata Sari.


Setelah sampai di depan restoran Sari langsung turun,kemudian Rendra berangkat menuju kantornya.


Sesampainya dikantor,Rendra langsung menuju ruangannya. Ketika baru saja duduk dikursinya,tiba tiba pintu diketuk oleh seseorang.


"Masuk" ucap Rendra singkat.


"Selamat pagi pak" Ternyata yang datang adalah Rena sekertaris Rendra.


"Iya... kenapa Ren?" tanya Rendra.


"Boleh saya duduk pak!" tanya Rena gugup


"Boleh,silahkan duduk Ren... ada apa?" tanya Rendra balik.


"Sebelumnya saya mohon maaf pak... Saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan bapak!" jelas Sari.

__ADS_1


"Lho kenapa Ren, kenapa kamu tiba tiba mengundurkan diri.. ada masalah apa?" tanya Rendra.


"Begini pak, saya akan menikah!" jawab Rena.


"Kalau kamu memang mau menikah kenapa kamu harus keluar dari perusahaan ini. Kamu bisa ambil cuti sesuka hati kamu!" jelas Rendra.


"Karena suami saya orang luar kota pak. Dan saya menikah karena saya dijodohkan oleh orang tua saya. Dan setelah saya menikah nanti saya akan ikut suami saya pindah ke sana!"jelas Rena..


"Lalu kamu langsung mau kalau dijodohkan Ren, dan kamu tidak merasa tertekan dengam perjodohan ini!" tanya Rendra kembali.


"Tidak pak, saya sudah menyetujui perjodohan ini!" jawab Rena.


"Ya sudah kalau itu memang sudah keputusan kamu, saya tidak bisa mencegahnya. Lalu kapan kamu akan keluar dari perusahaan ini!" kata Rendra.


"Mulai besok saya sudah keluar pak!" kata Rena.


"Oke kalau begitu, nanti uang pesangon kamu langsung saya transfer aja ke rekening kamu. Semoga kamu bahagia atas pernikahan kamu!" kata Rendra.


"Terimakasih pak... kalau begitu saya permisi!" kata Rena kemudian keluar dari ruangan Rendra.


Sebenarnya Rendra tidak menginginkan Rena untuk mengundurkan diri dari kantornya, sebab selama ini kerja Rena sangat bagus, tidak pernah ada kesalahan ataupun kekeliruan. Dan dia juga sangat cekatan, tidak pernah membantah perkataannya. Tapi Rendra tidak bisa melarangnya ataupun mencegahnya, jika sudah menyangkut urusan pribadi, Rendra tidak berhak berbuat apa apa.


Tak lama kemudian Rio datang ke ruangan Rendra.


"Kenapa Rend?" tanya Rio.


"Rena mulai besok mengundurkan diri dari kantor ini!" kata Rendra.


"Lho kok tiba tiba sih... kenapa memangnya!" tanya Rio.


"Katanya mau merid dia... lo cariin sekertaris baru, kalau bisa sekarang juga lo cariin, soalnya besok rena udah gak kerja lagi!" perintah Rendra.


"Gimana kalau gue kirim lowongan lewat web aja biar cepet!" kata Rio.


"Terserah lo... tapi jangan sembarangan juga lo pilih orang, harus bener2 smart dan bisa bertanggung jawab!" kata Rendra.

__ADS_1


"Oke... siap... ohya bentar lagi lo ada meeting... setelah itu nanti juga ada meeting lagi tapi mereka ngajak di outdoor!" jelas Rio.


"Oke, lo atur aja!" ucap Rendra singkat.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Rendra baru saja pulang dari kantornya.


Sari sedang menungguinya diruang tamu.


"Mas, malem banget pulangnya!" kata Sari yang sudah membukakan pintu untuk suaminya.


"Iyaa sayang, kerjaan hari ini banyak banget. Kok kamu belum tidur sih, nungguin aku yaa!" kata Rendra.


"Iya mas, aku sms aku televon kamu gak ada jawaban sama sekali, aku kan jadi khawatir!" resah Sari.


"Iyaa kah, maaf sayang, aku tadi gak sempat buka hp... dan sewaktu meeting tadi hp nya aku silent dulu!" kata Rendra.


"Yaudahh gak apa apa mas, masuk yukk. Kamu belum makan kan!" kata Sari Seraya berjalan menuju ke kamar.


"Belum sayang... kamj udah makan kan?" tanya Rendra.


"Aku juga belum mas, aku sengaja nungguin kamu pulang. Aku pengen makan malem bareng sama kamu!" jawab Sari


"Ya ampun sayang... harusnya kamu makan dulu gak perlu nungguin aku sampai pulang!" cemas Rendra.


"Gak papa mas.. udah buruan mandi dulu,terus kita makan!" kata Sari.


"Iyaa sayangku!"....


Rendra pun bergegas mandi. Setelah Sari mengambilkan baju ganti dia menunggu suaminya diruang.


"Mas, aku tunggu diruang makan yaa!" seru Sari.


"Iya sayang, aku sebentar lagi selesai!" seru Rendra dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi Rendra segera menyusul istrinya ke ruang makan.

__ADS_1


Lalu menikmati makan malam bersama....


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2