Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 83


__ADS_3

Malam harinya Rendra Sari, beserta kedua orang tuanya makan malam bersama.


Tiba tiba ditengah makan malamnya, handphone Rendra berbunyi, ternyata panggilan dari Rio. Rendra segera mengangkatnya.


"Hallo Rio... gimana udah ada kabar belum?" tanya Rendra antusias.


"Udah Rend, gue tadi langsung nyuruh beberapa orang buat cari orang itu, dan salah satu dari mereka udah dapetin alamat tempat tinggalnya. Lalu gimana?" kata Rio.


"Oke, lo bawa orang itu ke rumah gue sekarang. lo suruh aja orang lo buat bawa dia kesini, bagaimana pun caranya... gue tunggu dirumah!" kata Rendra.


"Oke!" ucap Rio singkat, lalu memutus sambungan televonnya dengan Rendra, kemudian langsung menelevon orang suruhannya untuk membawa orang tersebut ke rumah Rendra.


"Gimana mas, apa Rio udah nemuin orangnya?" tanya Sari penasaran.


"Udah sayang, sebentar lagi dia bakalan kesini buat mempertanggung jawabkan semuanya!" kata Rendra.


Pak Yudi dan bu Lestari terlihat bingung dengan pembicaraan antara anak dan menantunya. Sebab Sari ataupun Rendra belum menceritakan kepada mereka atas kejadian yang menimpa Sari dan Rendra siang tadi.


"Ada apa sayang, kalian kok kelihatan serius gitu ngomongnya... dan siapa yang akan kesini?" tanya bu Lestari.


"Apa ada masalah di kantor Rend?" tambah pak Yudi.


"Enggak pa, bukan masalah kantor, tapi masalah dalam rumah tangga Sari dan Rendra!" kata Rendra.


"Kenapa dengan rumah tangga kalian... jangan bikin mama dan papa jadi khawatir..kalian ini baru saja menikah, dan sebentar lagi akan mempunyai anak. Jika memang ada masalah dalam rumah tangga kalian, selesaikanlah secara baik baik, dengan kepala dingin!" kata bu Lestari yang sudah terlihat cemas.


"Sari, Rendra, ada apa sebenarnya... jangan buat papa dan mamamu ini khawatir!" tambah pak Yudi yang ikut cemas.


"Jadi begini ceritanya pa ma... Siang tadi ada yang mengirimi Rendra foto, dan foto itu adalah foto Sari bersama pria lain, dan terlihat mesra. Lalu Rendra meminta penjelasan kepada Sari, dan juga bukti cctv direstoran, Ternyata pria tersebut memang sengaja menjebak Sari!" jelas Rendra.


"Astaghfirullah, Kenapa bisa seperti itu... siapa orang yang tega memfitnah kamu Sar!" kata bu Lestari panik.

__ADS_1


"Sari juga gak tau ma, karena selama ini Sari merasa tidak mempunyai musuh sama sekali!" ucap Sari.


"Lalu bagaimana Rend, apa orang nya sudah ketemu?" tanya pak Yudi.


"Sudah pa, tadi Rendra langsung menyuruh Rio untuk mencari orang itu.. dan sekarang orang suruhan Rio akan membawanya ke rumah kita!" jelas Rendra.


"Laporkan saja dia ke polisi... Itu sudah tindakan kriminal namanya!" kata pak Yudi geram.


"Iya pa, Rendra sudah mengatur semuanya, Rendra akan menyelidiki terlebih dahulu, semua ini adalah rencananya sendiri atau ada orang yang menyuruhnya!" kata Rendra.


"Tapi kamu tidak mengenal pria itu kan Sar?" tanya bu Lestari.


"Tidak ma, Sari sama sekali tidak mengenalnya, bahkan bertemupun baru pertama kali tadi!" jawab Sari sungguh sungguh.


"Ya sudah, yang terpenting fitnah ini tidak sampai membuat rumah tangga kalian hancur. Ini jadikan pelajaran buat kalian. Jangan sampai mudah percaya dengan orang lain, sebelum kalian mendengarkan penjelasan dan mencari bukti yang ada!" kata pak Yudi memberi nasehatnya.


"Iya pa!" kata Sari dan Rendra bersamaan.


Setelah diberitahu oleh pembantunya bahwa Pria yang ditunggunya sudah datang, Sari dan Rendra langsung menemui pria tersebut di depan bersama dengan pak Yudi dan bu Lestari.


"Sayang, apa benar pria ini yang bertemu denganmu di restoran siang tadi?" tanya Rendra seraya menunjuk orang tersebut.


Mereka semua berada didepan rumah, Farhatpun kedua tangannya dipegangi oleh orang suruhan Rio, terlihat jika sebelum dibawa kerumah Rendra mereka membawanya secara paksa.


"Iya mas, benar dia orangnya!" jawab Sari.


"Heh, lo.. jawab gue dengan jujur. Apa tujuan lo bikin foto itu!" kata Rendra,yang sudah terlihat marah.


"Gak ada tujuan apa apa" jawab Farhat dengan santai.


"Jawab, atau lo gue laporin lo ke polisi!" ancam Rendra.

__ADS_1


Farhat yang mendengar ancaman Rendra terlihat takut dan bingung. Dia tidak mau jika sampai dirinya masuk penjara, disisi lain, dia sudah berjanji tidak akan bilang kepada siapapun tentang orang yang menyuruhnya.


"Ayo jawab.. Oh jadi lo lebih milih masuk penjara!" ancam Rendra kembali. Lalu Rendra mengambil handphone nya dan akan memanggil polisi.


"Tunggu.... gue hanya disuruh!" kata Farhat, seraya menundukkan wajahnya.


"Disuruh???? siapa yang nyuruh lo...bilang!" seru Rendra.


"Gue akan bilang siapa orangnya, asalkan lo berjanji tidak akan melaporkan gue ke polisi!" kata Farhat.


"Oke, gue tidak akan melaporkan lo ke polisi, asalkan lo bicara dengan jujur, dan ikuti rencana gue buat menangkap basah orang yang telah menyuruh lo!" kata Rendra.


"Oke. Orang yang udah menyuruh gue adalah Bella, sekertaris lo!" ucap Farhat.


Semua yang ada berada disitu merasa terkejut. Sari dan Rendra merasa tidak percaya bahwa orang dibalik semua ini adalah Bella, karyawannya sendiri.


"Apa... kamu jangan main main dengan omongan kamu!" kata Rendra yang merasa tak percaya.


"memang itu kenyataannya, Bella dia adalah dalang dari semua ini. gue hanya disuruh dengan imbalan yang udah dia janjikan ke gue!" jelas Farhat.


"Kurang ajar... berani berani nya dia memfitnah bosnya sendiri. Lihat saja pembalasan atas semua perbuatannya!" kata Rendra.


Lalu Farhat menceritakan semua kebusukan Bella yang pernah dia lakukan kepada bos bos besar lainnya, hingga dia menghancurkan rumah tangga orang lain dan berbuat licik agar mendapatkan kekayaan dari targetnya. Farhat sebenarnya juga telah merasa lelah dengan rencana busuk yang selalu melibatkan dirinya. Tapi karena giuran uang yang ditawarkan Bella sangat banyak maka terpaksa dia menerimanya. Dan untuk kali ini Farhat merasa sudah cukup menjadi suruhan Bella. Dia takut akan terkena dampak dari semua perbuatannya.


"Oh, jadi ternyata dia wanita yang berhati busuk... oke, kita akan membalas segala perbuatan dia, agar dia bisa menyesal dan menyadari kesalahannya. Dan gue butuh kerja sama dari lo!" jelas Rendra.


"Oke, asalkan setelah ini, gue udah gak ada urusannya lagi dengan lo dan Bella!" kata Farhat.


"Oke!" ucap Rendra.


Kemudian mereka menyusun rencana untuk menjebak Bella, dan membuat bukti atas segala perbuatannya..

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2