Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 66


__ADS_3

Akhirnya Sari dan Rendra sampai di rumah sudah larut malam. Mereka memutuskan untuk langsung tidur karena rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat.


**Paginyaa***


Jam sudah menunjukkan pukul 8.00 WIB. Sari baru saja terbangun dari tidurnya. Dia langsu g melihat ke arah jam dinding. Betapa terkejutnya Sari saat melihat jarum jam sudah berada di angka 8.


Sontak dia langsung membangunkan suaminya yang masih tidur.


"Mas, mas Rendra, bangun, udah siang!" Seru Sari lalu menarik selimaut Rendra.


"Apa sih sayang... masih ngantuk!" kata Rendra yang hanya merubah posisi tidurnya.


"Mas, ini itu udah siang, ayoo bangun.. udah jam 8!" seru Sari kembali.


"Haaaa.... serius yang, ini udah jam 8!" seru Rendra yang langsung bangkit dari tidur nya dan langsung melihat ke arah jam dinding.


"Iyaa mas, buruan mandi sana!" kata Sari.


"Padahal hari ini ada meeting penting yang... Rio juga udah nelvon beberapa kali ini!" kata Rendra seraya melihat handphone nya yang ternyata terlihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Rio.


"Iya kah mas, kamu ada meeting. buruan kalau gitu mas mandinya!" kata Sari yang ikutan panik.


Rendra langsung bergegas menuju kamar mandi. Sedangkan Sari menyiapkan baju kerja Rendra. Lalu di turun menuju ruang makan, terlihat ruang makan sudah tidak ada orang. Ternyata mama dan papanya sudah berangkat ke kantor. pak Yudi ataupun bu Lestari memang sengaja tidak membangunkan Sari dan Rendra karena semalam mereka tau kepulangan mereka sudah sangat larut.


"Mbak Asih" Seru Sari seraya berjalan menuju dapur.


"Iya... kenapa Sar?" tanya Asih.


"Mbak mama sama papa udah berangkat ke kantor ya?" tanya Sari.


"Udah Sar, setengah jam yang lalu mereka berangkat!" jawab Asih.


"Aku sama mas Rendra bangun kesiangan nih mbak... padahal hari ini mas Rendra ada meeting penting!" jelas Sari.


"Tadi nyonya dan tuan, memang sengaja tidak membangunkan kaliam Sar, soalnya mereka tau pasti kamu dan den Rendra kecapean!" jelas Asih.

__ADS_1


"Iya mbak gak apa apa... Oh ya mbak, ada kotak makan enggak, biar aku bekalin mas Rendra sarapan!" tanya Sari.


"Ada Sar, tunggu sebentar aku ambilin!" jawab Asih lalu mengambilkan kotak makan, dan menyerahkannya pada Sari.


"Makasih yaa mbak Asih.. aku ke ruang makan dulu!" kata Sari, lalu beranjak ke ruang makan.


Sari berniat membekali sarapan untuk suaminya. Karena pagi ini Rendra tidak mungkin untuk sarapan dirumah, karena dia sudah sangat telat.


Setelah dirasa cukup, dia menunggu Rendra untuk turun kebawah.


Tak berapa lama,Rendrapun sudah siap berangkat ke kantor. Dia menuruni tangga, seraya memanggil istrinya.


"Sayang... aku langsung berangkatnya yaa!" seru Rendra.


Sari yang mendengar suara suaminya langsung beranjak menghampirinya.


"Mas, ini aku udah siapin bekal buat kamu, dimakan yaa nanti di kantor!" kata Sari seraya menyerahkan tas yang berisi kotak makan.


"Makasih sayang, pasti aku makan kok. Maaf yaa kamu sarapan sendiri!" kata Rendra.


"Iya mas, gak apa kok. Nanti aku bisa ditemenin sama mbak Asih dan bi Sri!" kata Sari.


"Iyaa mas, hati hati yaa!" kata Sari, lalu mencium tangan Rendra.


"Assalamualaikum!"...


"Waalaikumsalam" balas Sari.


Setelah kepergian Rendra ke kantor, Sari menuju kamar untuk mandi. Setelah mandi dia menuju ruang makan. Sebelum sarapan dia ke dapur mencari Asih dan Sri.


"Mbak Asih, bi Sri... sarapan yuk didepan sama aku!" kata Sari setelah sampai dapur.


"Kita makan disini saja Sar, gak enak.. masak pembantu makan satu meja sama majikannya!" kata Asih.


"Tuh kan gitu ngomongnya. Aku kan kemarin udah bilang sama mbak Asih, jangan pernah bedain setatus yang sekarang. Aku mau kita sama kayak dulu, bukan sebagai majikan ataupun pembantu mbak, tapi sebagai saudara, bi Sri juga yaa!" jelas Asih.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu Sar, kita sarapan sama sama... mbak Sri, yuk!" kata Asih.


"Ini beneran tidak apa apa non, saya takut dimarahin!" kata Sri takut.


"Gak ada yang bakal marahin bi Sri. Saya yang tanggung jawab nanti!" jelas Sari.


Kemudian mereka bertiga menuju ruang makan dan sarapan bersama.


Setelah selesai makan, Sari lalu menuju taman dekat kolam renang untuk sekedar bersantai, dan dia ingin menelevon orang tuanya. Sari akan memberi tahu tentang rencananya membuka restoran, dia ingin meminta doa restu mereka.


Setelah televon tersambung...


"Assalamualaikum... "sapa Sari


"Waalaikumsalam nak, apa kabar!" balas pak Pardi.


"Alhamdulillah Sari baik pak, bapak dan ibu juga baik saja kan!" tanya Sari


"Alhamdulillah juga Sar, kami baik!" kata pak Pardi.


"Bagaimana pak tokonya, udah mulai dibuka belum?" tanya Sari kembali.


"Udah Sar, itu ibumu lagi melayani orang yang beli. dan alhamdulillah tokonya lumayan rame.!" jawab pak Pardi.


"Alhamdulillah pak, semoga makin rame dan berkah. Ohya pak, rencananya Sari mau membuka restoran, Sari minta doa restu dari bapak dan ibu ya!" jelas Sari.


"Amin nak. Masyaallah, bapak dan ibu turut senang Sar, kalau kamu berniat membuka usaha sendiri. Bapak dan ibu akan selalu mendoakan kamu dan suami mu yang terbaik. Semoga Allah selalu melancarkan segalanya!" jelas pak Pardi bahagia.


"Amin ya Allah. Terimakasih pak... yasudah kalau gitu ,sari tutup telvonnya ya pak, salam buat ibu.. selalu jaga kesehatan ya pak!" kata Sari.


"Iya Sar.. kamu dan keluargamu disana juga jaga kesehatan!" ucap Pak Pardi.


"Iya, assalamualaikum pak..."


"Waalaikumsalam" balas pak Pardi.

__ADS_1


Setelah menutup televonnya, hati Sari merasa sangat lega setelah mendengar bahwa usaha toko kelontong orang tuanya berjalan lancar. Sari juga berharap nantinya usaha yang akan dia rintis berjalan dengan lancar.


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2