Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 34


__ADS_3

Sherly langsung mengendarai mobilnya untuk pulang ke apartemennya. Dia sangat marah dan merasa sudah dipermalukan oleh Rendra di depan orang tuanya.


"Sial... apa yang harus gue lakuin lagi agar Rendra kembali sama gue" kata Sherly berbicara sendiri dalam mobilnya.


Kali ini Sherly belum merasa kalah. Dia terus memikirkan cara selanjutnya. Bagaimanapun caranya, dia harus dapetin Rendra kembali.


Sherly melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, melampiaskan amarah yang ada dalam dirinya.


Sesampainya di apartemen Sherly melampiaskan amarahnya dengan membanting sebuah vas bungan yang ada di meja. Boby yang berada disitu merasa terkejut dengan tindakan Sherly.


"Kenapa Sher, apa yang terjadi?" tanya Boby yang langsung beranjak dari duduknya.


"Sial, kurang ajar si Rendra, dia udah mempermalukan gue tadi di depan orang tua nya. Dan dia pasti sudah menceritakan semua pada orang tuanya. Gagal, gagal semuanya"! jawab Sherly membanting tubuhnya di sofa.


"Rendra udah mempermalukan lo apa Sher, hingga lo bisa semarah ini!" seru Boby menghampiri Sherly di sofa.


"Dia sudah mengusir gue di depan orang tuanya. Lo bisa bayangin betapa malunya gue, harga diri gue udah diinjak injak sama dia. Apa yang harus gue lakuin lagi. Semua cara yang telah kita susun,semuanya gagal, tak ada satupun yang berhasil" ucap Sherly dengan tatapan tajam ke depan.


"Lo sebaiknya menyerah saja Sher, untuk apa lo lakuin ini. Setelah gue pikir pikir kita udah buang buang tenaga dan pikiran apalagi lo. Sekarag lo udah punya gue, gue juga bisa menuhi apa yang lo inginkan!" kata Boby mencoba menasehati Sherly.


Awalnya Boby memang mendukung apa yang Sherly lakukan. Tapi selama ini selalu gagal dan gagal. Dan sudah beberapa kali juga Boby mencoba menasehati Sherly, tapi tidak pernah di dengar. Kalau bukan karna cinta nya pada Sherly mungkin Boby sudah meninggalkannya. Apapun yang Sherly lakukan dia hanya bisa menurutinya.


"Apa lo bilang,nyerah?? itu gak ada dalam kamus gue. masih ada banyak cara agar Rendra bertekuk lutut dikaki gue.

__ADS_1


Dan gue udah menemukan cara yang luar biasa, gue jamin pasti ini akan berhasil" kata Sherly dengan senyuman lebar.


"Apa lagi yang akan lo lakuin Sher?" tanya Boby penasaran.


Sherly membisikkan sesuatu ditelinga Boby. Setelah mendengar apa yang Sherly bilang Boby terkejut, tetapi Sherly malah tersenyum puas.


"Gila lo Sher... nanti kalau ketahuan, malah tambah hancur rencana lo dan juga lo sendiri!" seru Rendra.


" Kenapa lo takut.... kalau lo gak mau bantu gue ya udah, gue bisa lakuin ini sendiri.


Lihat saja kali ini rencana gue pasti berhasil. Selalu ada cara untuk menuju kemenangan,haha..." seru Sherly dengan tawa penuh kemenangan.


Boby hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Sherly yang masih tertawa. Dia tidak habis pikir dengan Sherly. Cara apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia mau.


Sedangkan Sherly, kali ini dia merasa kalau rencananya kali ini akan berhasil. Dia sudah mempunyai rencana besar untuk mendapatkan Rendra kembali. Tidak ada yang bisa menghalangi langkahnya.


Dalam perjalanan menuju kantor, Rendra menahan emosinya karna kejadian di rumah tadi. Diapun mengendarai mobilnya dengan cukup kencang.


Sesampainya di kantor dia langsung menuju ruangannya. Dia mencoba menenangkan hatinya ,sebab sebentar lagi ada meeting bersama klien penting.


Rio tiba tiba masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu.


"Akhirnya lo udah dateng, ni ada berkas yang harus lo baca sebelum meeting" kata Rio memberikan map berwarna biru.

__ADS_1


"Hem.." jawab Rendra singkat.


"Kenapa lo bro, muka lo asam amat. Ada masalah apa lagi,. jangan bilang kalau tentang Sherly!" tanya Rio.


"Siapa lagi kalau bukan dia, yang selalu membuat hidup gue dalam masalah. rasanya gue hampir gila karna dia" kata Rendra mengusap wajahnya dengan kasar.


"Emang dia bikin ulah apa lagi Rend... ini masih pagi lho?" tanya Rio penasaran.


"Dia tadi dateng kerumah dan ikut sarapan. Gue tau itu cuma rencana dia buat ambil hati nyokap bokap gue. Terus gue usir!" keluh Rendra, dengan suara yang direndahkan.


"Makin berani aja tuh anak. salut gue sama dia, gak ada nyerahnya. Terus gimana sama nyokap bokap lo?" tanya Rio kembali.


"Mereka bingung, melihat gue yang secara tiba tiba ngusir Sherly. Lo kan tau sendiri kalau gue belum cerita tentang hubungan gue dengan Sherly" jawab Rendra.


"Mungkin setelah dari kantor lo harus cerita semua ke orang tua lo. Kalau menurut gue sih mereka berhak tau, biar nyokap sama bokap lo tau Sherly itu wanita seperti apa!" kata Rio mencoba memberi saran.


"Bener bro apa yang lo bilang. Memang udah waktunya gue cerita ke nyokap ama bokap!" ucap Rendra membenarkan.


"Sekarang gak usah mikirin itu lagi, gak ada gunanya. Sekarang kita bahas tentang meeting nanti, oke!" kata Rio.


Obrolan mereka berganti dengan masalah pekerjaan.


Rio sebenarnya merasa kasihan dengan sahabatnya. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa memberi nasehat dan saran untuk Rendra. Dia tidak mau terlalu dalam ikut campur dalam masalahnya. Karna Riopun yakin bahwa Rendra mampu menyelesaikan semua masalahnya sendiri...

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA...


NANTIKAN EPISOD SELANJUTNYA YAA....


__ADS_2