Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 53


__ADS_3

Tibalah hari dimana Sari dan Rendra akan pergi ke singapure. Mereka sudah bersiap, tinggal menunggu Rio datang untuk mengantarkan mereka ke bandara.


"Mbak Asih, aku tinggal yaa, mbak Asih gak apa apa kan kalau sendirian dirumah!" tanya Sari.


"Iya gak apa apa Sar, lagian kan juga ada pak satpam. Kamu disana baik baik yaa!" jawab Asih.


"Ya udah kalau gitu aku ke depan dulu yaa mbak!" kata Sari seraya memeluk Asih. Kemudian beranjak ke depan.


Rendra sudah siap, dia menunggu di ruang tamu.


"Udah siap sayang?" tanya Rendra yang melihat Sari menghampirinya.


"Sudah mas!" jawab Sari singkat.


"Kita tunggu Rio dulu, bentar lagi dia dateng..!" kata Rendra.


Tak berapa lama kemudian Rio datang. Kemudian Rio memasukkan koper mereka ke dalam bagasi, lalu mereka beranjak pergi menuju bandara.


Sesampainya di bandara mereka langsung masuk. Setelah cek in, mereka menunggu jam keberangkatan.


"Sayang kenapa kok kamu kelihatan gugup gitu!" tanya Rendra yang melihat Sari tampak gugup.


"sebenernya aku takut mas, aku belum pernah naik pesawat sama sekali!" resah Sari.


"Gak apa apa sayang, kan ada aku disini. Naik pesawat itu enak kok, kita bisa lihat pemandangan dari atas nanti!" kata Rendra mencoba menenangkan kekasihnya.


"Iya mas, tapi aku gugup banget ini!" kata Sari.


"Udah, gak papa sayang!" kata Rendra seraya menggenggam tangan Sari.


Jam keberangkatan mereka pun tiba... Sari dan Rendra bergegas menuju ke pesawat yang akan mereka naiki.


Rio memesankan tiket pesawat dengan kelas VIP. Agar perjalanan Sari dan Rendra terasa nyaman.

__ADS_1


Setelah menempati tempat duduknya, Sari masih merasa tegang dan takut. Rendra yang mengetahui itu, tidak pernah melepaskan pegangan tanganya dari Sari.


"Sayang, jangan tegang gitu dong... tenang yaa, ini aman kok!" kata Rendra.


"Iyaa mas, maaf ya mas, jadi merepotkan!" sesal Sari.


"Enggak merepotkan kok, aku ngerti ini pertama kali kamu naik pesawat.. nantinya kamu juga akan terbiasa!" kata Rendra yang mecoba selalu menenangkan Sari.


Sari menganggukan kepalanya seraya tersenyum. Dia mencoba untuk tetap tenang agar Rendra tidak terlalu mengkhawatirkannya.


Pesawat yang mereka tumpangi akhirnya lepas landas, menuju negara yang meraka tuju.


Setelah kurang lebih 1 jam lebih 30 menit perjalanan, akhirnya pesawat yang ditumpangi Sari dan Rendra mendarat dengan selamat di singapure Changi Airport.


Ternyata pak Yudi dan bu Lestari sudah menunggu kedatangan mereka dibandara, karena sebelumnya Rendra sudah mengabari mereka.


Setelah bertemu, Rendra langsung memeluk papa dan mamanya.. Kemudian bu Lestari memeluk Sari, lalu menyalami dan mencium tangan pak Yudi.


"Bagaimana perjalanannya Sar, kamu senang tidak?" tanya bu Lestari.


"Mulai sekarang jangan panggi saya ibu yaa, tapi panggil mama sama kayak Rendra, kam sebentar lagi kamu bakal jadi anak saya juga!" jelas bu Lestari.


"Iya Sar, dan kamu jangan Pak lagi kepada saya, tapi papa!" sela pak Yudi.


"Iya ma,pa..." kata Sari dengan perasaan yang malu dan canggung.


"Yaudah kita langsung ke hotel aja, pasti kalian capek. Itu mobil papa!" kata pak Yudi seraya menunjuk mobil BMW putih.


"Lho pa, emang papa punya mobil disini?" tanya Rendra penasaran


"Papa beli mobil disini Rend, kalau gak ada kendaraan kan susah juga mau kemana mana!" kata bu Lestari menjelaskan.


Mereka kemudian langsung pulang menuju hotel. Sesampainya di hotel berbintang lima. Bu lestari mengajak Sari untuk ke kamarnya, sedangkan Rendra dan pak Yudi memesan satu kamar lagi untuk mereka berdua. Karna tidak mungkin jika satu kamar ditempati oleh mereka berempat.

__ADS_1


"Kamu istirahat dulu yaa Sar,... pasti sekarang kamu capek kan?" kata bu Lestari setelah berada dalam kamar.


"Iya ma.." jawab Sari singkat. Dia masih merasa canggung sekali dengan papa dan mama Rendra. Karena awalnya mereka adalah majikannya. Dan sekarang malah jadi calon menantunya, rasanya benar benar seperti mimpi. Hal yang tak pernah terbayangkan atau terfikirkan oleh Sari seumur hidupnya.


Terkadang Sari masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan kenyataan ini. Mulai dari menjadi pacar Rendra, pergi keluar negeri, dan sekarang sekamar bersama dengan mantan majikannya.


"Mama sekarang harus pergi menemani papamu untuk mengurusi proyek yang ada disini, maaf yaa mama belum bisa menemani kamu sekarang. Kamu tidak apa apa kan Sar kalau mama tinggal sendiri disini?" tanya bu Lestari.


"Gak apa apa kok ma... Sari berani kok... mama tidak usah mengkhawatirkan Sari!" jawab Sari.


"Yasudah kalau gitu mama pergi sekarang yaa... Assalamualaikum..!" kata bu Lestari.


"waalaikumsalam!"...


Sari merasa sangat bahagia, karna disini dia dikelilingi dengan keluarga yang sangat peduli dan sayang dengannya. Dia sangat bersyukur dipertemukan dengan Rendra dan keluarganya. Sari merasa tidak sabar ingim segera memperkenalkan Rendra kepada ibu dan bapaknya di kampung.


Sari terlihat belum bisa tidur. Kemudian dia mengambil ponsel didalam tasnya... lantas mengirim pesan singkat kepada Rendra.


"Mas, apa kamu sedang tidur?" pesan dikirim


tak lama ponselnya berbunyi, dan Rendra membalasnya.


"belum sayang, apa kamu takut di kamar sendirian, biar aku temani kamu disana"


"tidak usah mas, aku berani kok" pesan dari Sari


"kalau begitu, istirahatlah, dan tidur sayang" balasan dari Rendra.


"iya mas, kamu juga istirhat" pesan dari Sari


"😘😘😘" balasan Rendra.


Akhirnya chatan pun berakhir.. Sari terlihat tersenyum sendiri melihat pesan terakhir dari Rendra, dia merasa bahagia dengan balasannya. Akhirnya Sari mencoba memejamkam matanya untuk tidur.. dan akhirnya Sari pun terlelap....

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACAπŸ˜ŠπŸ™...


__ADS_2