
Sherly sampai di apartemen Boby dan kebetulan Boby berada disana.
Kemudian Sherly menceritakan rencananya yang sudah berhasil. Bukannya senang Boby malah marah.
"Gue gak habis pikir dengan kelakuan lo Sher. Lo anggap apa gue disini. Sadar lo itu sedang hamil, dan anak yang lo kandung itu anak gue" Seru Boby.
"Iya gue sadar kok, kalau ini memang anak lo. Tapi ini cuma sementara aja, setelah gue dapetin apa yang gue mau. Kita akan menikmatinya sama sama dengan anak kita!"
"Mau itu sementara atau selamanya,itu tetep perbuatan yang gak bener. Dengerin gue,tolong,sekali ini, demi anak kita" kata Boby yang mencoba menasehati Sherly.
"Gue udah pernah bilang sama lo, kalau gue gak akan pernah berhenti sebelum rencana gue berhasil seutuhnya.
Sekarang gue mau tidur dulu.. capekk berdebat sama lo mulu!" tegas Sherly, yang kemudian langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur.
Boby merasa sudah muak dengan kelakuan Sherly. Sekarang dia berniat akan mengungkap yang sebenarnya kepada Rendra dan keluarganya.
Dia akan pergi ke kantor Rendra sekarang juga. Boby sudah sejak dulu mengetahui alamat kantor Rendra. Siapa yang tidak tahu dengan perusahaan terbesar yang ada di jakarta milik Rendra.
Dia bergegas menuju kesana mumpung Sherly masih tidur.
Hanya 15 menit perjalanan akhirnya Boby sampai diperusahaannya Rendra.
Didalam ruang kerjanya Rendra nampak murung,dia masih bingung bagaimana bisa hasilnya bisa positif. Rendra yakin bahwa itu sebagian dari rencana Sherly. Tapi untuk membuat mamanya percaya itu susah.
Tiba tiba terdengar seseorang mengetuk pintu dari luar..
__ADS_1
"Masuk" kata Rendra singkat.
Ternyata yang mengetuk adalah sekertaris Rendra..
"Maaf pak, ada yang mencari bapak, namanya Boby, katanya ada hal penting yang ingin disampaikan ke bapak!" jelas sekertaris tersebut.
Rendra terdiam sejenak dan berfikir... untuk apa Boby sampai datang kemari dan ingin menemuinya.
"Suruh saja dia masuk" kata Rendra.
Tak berapa lama pintu kembali diketuk...
"Masuk"kata Rendra singkat.
"Untuk apa lo dateng kesini. Apa lo juga punya rencana untuk ngehancurin gue" kata Rendra dengan sinis.
"Gue kesini, karna gue mau bilang kebenaran tentang Sherly!" ucap Boby.
Setelah mendengar itu,Rendra langsung menyuruhnya duduk.
"Apa yang ingin lo bilang" tanya Rendra.
"Lo udah tau kan kalau Sherly lagi hamil. Dia hamil anak gue, tapi dia membuat rencana untuk memfitnah lo dengan mengakui kalau anak yang ada didalam kandungannya adalah anak lo"jelas Boby.
Rendra yang mendengar itu biasa saja, karena pada kenyataannya memang benar kalau yang dikandung Sherly bukanlah anaknya.
__ADS_1
"Gue udah tau. Tapi nyokap gue yang mengira kalau semua ini benar. Nyokap gue lebih percaya dengan hasil tes dari pada penjelasan gue. Dan gue yakin kalau hasil tes itu adalah hasil rekayasa Sherly!" kata Rendra.
"Lo bener, hasil tes itu palsu.. dia sudah membayar suster dirumah sakit itu untuk mengelabui hasil tesnya. Kemungkinan suster itu sudah bekerja sangat lama dirumah sakit itu, jadi dia mahir untuk masalah seperti itu!" jelas Boby kembali.
"Udah bener bener gila dia. Demi keinginannya dia rela mengorbankan anaknya sendiri.
Oke sekarang gue minta tolong sama lo. nanti malem gue akan nyuruh Sherly untuk dateng kerumah gue bertemu dengan nyokap dan bokap gue. Dan setelah itu lo susulin dia kerumah gue. Lo jelasin semua kebenarannya ke keluarga gue. Dan gue pengen bikin Sherly malu didepan nyokap dan bokap gue" Jelas Rendra panjang lebar.
"Oke.. Gue juga udah muak dengan kelakuan Sherly. Kalau bukan demi anak yang dia kandung, mungkin gue udah ninggalin dia. Ini gue lakuin cuma demi anak gue!" kata Boby.
"Thanks bro, akhirnya lo mau ngungkapin kebenarannya. Dan sorry waktu itu gue udah pernah mukul lo" Sesal Rendra.
"gue ngerti kok, kalaupun gue jadi lo..gue juga bakal ngelakuin hal yang sama.
Oke, kalau gitu gue langsung cabut aja, Nanti lo tinggal hubungin gue!" kata Boby seraya berdiri.
Mereka berdua kemudian bersalaman, dan tak lupa Rendra meminta nomer Boby, agar bisa menghubunginya nanti malam.
Akhirnya Rendra bisa bernafas dengan lega. Dia bisa memberikan bukti yang nyata untuk mamanya..
TUNGGU YAA CERITA SELANJUTNYA...
DAN UNTUK KAKAK KAKAK YANG TIDAK MENYUKAI KARYA SAYA, TIDAK APA APA, MEMANG SAYA SENGAJA MEMPERPANJANG KONFLIK AGAR PEMBACA MERASA PENASARAN DENGAN CERITA SAYA, TAPI JIKA SUDAH BISA DITEBAK MUNGKIN KALIAN SUDAH BEGITU BANYAK MEMBACA NOVEL BERGENRE SEPERTI INI. BAGI YANG TIDAK SUKA SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH KARENA SUDAH SEMPAT MAMPIR KESINI.
DAN UNTUK YANG MASIH SUKA DAN SETIA DENGAN KARYA SAYA, SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH SEMOGA KALIAN MASIH SELALU SETIA. MOHON DUKUNGANNYA TERUS YAA😊🙏🙏
__ADS_1