Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 77


__ADS_3

Pagi harinya Sari sudah terlihat cantik dan rapi, dia berniat hari ini akan ke restoran, sebab dia merasa bosan dirumah tanpa ada hal yang ia lakukan.


"Mas Rendra bangun, udah pagi!"kata Sari.


"Hmmmm.... masih ngantuk yang!" kata Rendra masih memejamkan matanya


"Emang mas gak masuk kerja hari ini!" kata Sari.


"Kerja sayang!" ucap Rendra.


"Yaudah buruan mandi mas... oh ya mas,aku hari ini mau ke restoran, bosen aku dirumah gak ada kerjaan... boleh yaa mas!" pinta Sari.


"Tapi kamu harus banyak istirahat sayang, restoran juga udah yang ngurusin kan!" kata Rendra


"Iyaa mas, aku tau..lagian aku disana cuma ngawasin ajaa kok!" kata Sari.


"Yaudah, tapi ada syaratnya!" kata Rendra.


"Apa mas syarat ya?" tanya Sari penasaran.


"Gak boleh kerja terlalu capek.. oke..!" kata Rendra.


"Oke mas...udah buruan mandi sana... aku udah siapin baju mas. Aku tunggu di bawah ya mas!" kata Sari.


"Iyaa sayang...!"


Setelah selesai mandi, lalu sarapan. Mereka berangkat ke kantor masing masing. Rendra mengantarkan Sari ke restorannya terlebih dahulu.. setelah itu Rendra langsung menuju kantornya.


"Selamat pagi bu.. apa kabar!" sapa Ana menyambut kedatangan Sari di pintu masuk.

__ADS_1


"Selamat pagi juga Ana... gimana udah beres semuanya?" tanya Sari


"Sudah bu... hari ini bahan bahan yang ada di pantri saya lebihi bu dari hari hari biasanya!" kata Ana.


"Oke Ana.. semoga hari ini habis yaa!" kata Sari.


"Iya bu, semoga..!" ucap Ana.


"Yasudah kalau gitu, saya keruangan dulu ya, kalau ada apa apa langsung cari saya di ruangan!" kata Sari, kemudian berjalan menuju ruangannya.


Rendrapun telah sampai dikantornya. Saat akan memasuki ruang kerjanya, Bella sudah berada didepan ruangan Rendra.


"Selamat pagi pak Rendra!" sapa Bella.


"Pagi juga. ada apa Bella kenapa menunggu didepan ruangan!" tanya Rendra saat berhenti de depan Bella.


"Tidak kenapa kenapa pak... saya hanya ingin mengucapkan selamat pagi ke bapak!" kata Bella.


Bella kemudian langsung berjalan menuju ruangannya dengan wajah kesal. Dia pikir Rendra akan merasa senang dengan sikapnya barusan.. tapi kenyataannya secara tidak langsung Rendra menolaknya.


Sampai ruangannya pun Bella masih merasa sangat kesal,dan mengomel sendiri..


"Kurang ajar. bisa bisanya dia ngomong seperti itu sama gue.. harusnya dia seneng donk,bukannya malah nolak. Sampai gue bela belain berangkat pagi pagi kayak gini.. Sial memang!" kata Bella.


Rendra yang merasa aneh dengan tingkah laku Bella, segera menelevon Rio untuk ke ruangannya.


"Kenapa Ren?" tanya Rio setelah sampai diruangan Rendra.


"Gue ngerasa aneh sama tingkah laku Bella!" ucap Rendra.

__ADS_1


"Aneh gimana maksud lo?" tanya Rio penasaran.


"Yaa aneh, masak tadi waktu gue baru dateng dia udah nungguin gue didepan ruangan, hanya untuk ngucapin selamat pagi ke gue... kurang kerjaan amat dia!" kata Rendra yang sedikit kesal.


"Masak sih Rend, kok gue gak lihat ya... mungkin memang niat dia baik Rend!" kata Rio.


"Iya baik, tapi aneh aja... baru kali ini ada karyawan diperusahaan ini seperti itu!" kata Rendra.


"Udahlah Rend, gak usah terlalu diambil pusing. Biarin ajalah, selama sikapnya masih bisa diwajari!" kata Rio.


"Gue kurang suka aja dengan sikap dia yang seperti itu!" kata Rendra.


"Nanti biar gue yang bilang sama Bella!" kata Rio.


"Terserah lo lah, lagian tadi gue juga udah bilangin dia gak usah pake acara ngucapin selamat pagi segala ke gue!" kata Rendra.


"Atau jangan jangan dia suka sama lo?" Tebak Rio.


"Jangan asal kalau ngomong. udah lah, omongan lo malah jadi ngawur.


jadwal hari ini ada apa?" tanya Rendra mengalihkan bahan pembicaraan.


"Hari ini hari sabtu kan... gak ada jadwal apa apa... nanti cuma ada berkas berkas penting yang harus lo tanda tanganin" ucap Rio.


" Oke" ucap Rendra singkat.


Sedangkan Bella yang masih berada didalam ruangannya, masih sibuk memikirkan cara untuk mendekati bos nya tersebut. Kali ini orang yang menjadi targetnya sangat susah untuk didekati. Padahal sebelum ia mendekati pria incarannya, pria tersebut sudah mendekatinya lebih dulu, tapi lain dengan Rendra. Dia justru sama sekali tak tertarik pada Bella.


"Kali ini gue harus dapetin pak Rendra. Dan gue harus bisa menikah dengannya. Tapi sebelumnya gue akan menyingkirkan istrinya terlebih dahulu. Tunggu saja... siapa yang akan menang!" kata Bella berbicara sendiri diruangannya.

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2