Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 67


__ADS_3

Tepat pada hari ini adalah hari minggu. Seperti yang mereka sudah rencanakan, Sari dan Rendra akan mencari lahan atau ruko untuk membuka usaha restoran.


Sebelum pergi mereka sarapan terlebih dahulu dengan kedua orang tuanya..


"Ma,pa, nanti aku sama Sari mau cari ruko!" kata Rendra ditengah sarapannya.


"Buat apa Rend cari ruko segala?" tanya pak Yudi penasaran.


"Jadi begini pa, ma... Sari rencananya mau buka restoran. Sari pengen punya usaha sendiri!" jelas Sari.


"Mama dukung sekali sayang... hebat kamu punya pemikiran seperti itu!" kata bu Lestari.


"Iya Sar, papa juga dukung kamu. Dalam usaha jangan pernah takut gagal, yang penting kita selalu punya niat dan tekad, berusaha dan berdoa.. insyaallah Allah akan beri kemudahan!" kata pak Yudi memberi nasehat.


"Amin pa... terimakasih mama dan papa udah dukung Sari. Sari janji akan selalu berusaha dan berdoa dan membuktikan kepada mama,papa,dan juga mas Rendra kalau Sari bisa!" jelas Sari.


"Iya sayang, kita semua percaya sama kamu!" kata Rendra.


Setelah selesai sarapan, Rendra dan Sari langsung berangkat untuk mencari lahan ataupun ruko. Mereka sengaja mencari sendiri karena ingin mensurvai langsung lokasinya. Sebenarnya Rendra bisa saja menyuruh orang untuk mecarinya, tapi Sari berkeinginan untuk mencarinya sendiri.


"Gak apa apa kan mas kalau kita keliling biat nyari ruko sendiri?" tanya Sari dalam perjalanan.


"Gak papa kok sayang. Cuma aku gak mau aja kamu kecapean, makanya aku mau nyuruh orang aja buat cariin tempat. Lalu kita tinggal terima beres!" jelas rendra.


"Tapi rasanya kurang lega mas... kalau nyari sendiri gini kan bisa lihat langsung lokasi dan kondisinya" kata Sari.


"Yaudah gak papa sayang. Sekalian kita bisa jalan jalan. Oh ya, apa kamu gak mau pergi honeymoon?" tanya Rendra.


"Honeymoon itu apa mas, aku gak ngerti!" jawab Sari bingung.


"Honeymoon itu bulan madu sayang, ngerayain pernikahan kita dengan jalan jalan ke luar kota ataupun ke luar negri!" jelas Rendra dengan senyuman lebar di bibirnya.


"Kalau aku terserah mas saja... tapi aku pengen ngurusin usaha ini dulu mas!" kata Sari.

__ADS_1


"Iyaa sayang, lagian kita bisa honeymoon kapan aja kok!" kata Rendra.


Mereka masih berkeliling kota jakarta.


Setelah cukup lama berkeliling mereka menemukan sebuah ruko yang cukup besar dan luas dipinggir jalan besar. Tertulis di depan pintunya bahwa ruko itu akan dijual.


Tanpa pikir panjang Rendra langsung menelevon nomer tersebut.


Setelah mendapat persetujuan untuk melakukan pertemuan, Rendra memilih untuk bertemu di sebuah cafe dekat situ.


"Gimana sayang, kamu suka gak sama ruko itu?" tanya Rendra sebelum menemui sang pemilik.


"Aku suka mas, lokasinya juga strategis... luas dan besar juga!" kata Sari seraya melihat ruko dari cendela mobil.


"Yaa udah sekarang kita langsung ketemu sama pemiliknya!" kata Rendra.


"iya Mas..."


Mereka pun menuju cafe tempat pertemuan dengan pemilik toko. Sampainya di cafe mereka langsung bertemu.


"Saya Rendra, dan ini istri saya... Mari pak silahkan duduk!" kata Rendra memperkenalkan diri.


"Iyaa...terimakasih pak.... Lalu bagaimana,apakah anda tertarik dengan ruko saya pak?" tanya Herman to the point.


"Istri saya tertarik dengan ruko bapak, lokasinya strategis dan rukonya juga luas cocok untuk dibuka sebuah restoran!" kata Rendra.


"Iyaa pak, sangat cocok untuk dibuka restoran, anda dan istri bapak tidak akan salah pilih!" kata Herman.


"Mau dijual berapa pak rukonya?" tanya Rendra.


"1,5 M pak... itu sudah termasuk lahan dan bangunannya!" jawab pak Herman.


"Oke pak, saya beli... ini cek nya!" kata Rendra seraya menyerahkan sebuah cek kepada Herman.

__ADS_1


"Baiklah pak, ini semua berkas berkasnya sudah saya bawa, silahkan diperiksa dulu!" kata Herman seraya menyerahkan sebuah map yang berisi berkas pembelian ruko tersebut.


Rendra memeriksa berkasnya satu persatu dengan teliti. Setelah dirasa berkasnya asli dan lengkap, dia langsung pamit untuk pulang.


"Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi... semuanya sudah deal kan!" kata Rendra lalu berjabat tangan dengan Herman.


"Sudah pak, dan ini kunci rukonya... saya juga ucapkan terimakasih banyak... senang bekerja sama dengan anda!" kata Herman, lalu bergantian berjabat tangan dengan Sari.


Setelah melakukan pembayaran, mereka berniat untuk menuju ke ruko yang telah di belinya tadi.


Sesampainya disana, Rendra dan Sari langsung memasuki ruko tersebut.


"Ini sangat luas mas... aku suka dengan tempat ini!" kata Sari seraya melihat sekeliling ruko tersebut.


"Iya sayang, syukur kalau kamu menyukainya...jadi tidak sia sia kita membelinya!" kata Rendra.


"Makasih yaa mas... maaf kalau hari ini kamu jadi ngeluarin uang banyak buat beli ruko ini!" kata Sari yang merasa tidak enak.


"Gak papa dong sayang... kamu gak usah memikirkan soal uang yang penting kamu seneng" kata Rendra, lalu merangkul istrinya.


"Makasih banyak mas!" kata Sari,kemudian mencium pipi Rendra.


"Setelah ini aku akan menyuruh orang untuk merenovasi tempat ini, sesuai selera kamu. Jadi kamu tinggal bilang gimana yang kamu mau!" jelas Rendra.


"Iya mas... lalu kapan mas mulai renovasinya?" tanya Sari.


"Mungkin besok, nanti aku suruh Rio buat cariin orang yang handal dalam urusan renovasi kayak gini. Biar besok orangnya langsung nemui kamu dirumah. Jadi kamu bisa langsung bilang ke orangnya!" jelas Rendra.


"Iya mas.... aku jadi gak sabar buka restorannya!" kata Sari bahagia.


" Sabar sayang!" kata Rendra.


Lalu mereka berlanjut untuk melihat lihat ruko tersebut..

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2