Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 41


__ADS_3

Setelah selesai mandi Rendra belum bisa melupakan semuanya. Hatinya masih terbalut emosi karena kebohongan yang Sherly lakukan. Dia bingung harus bagaimana, Baginya Sherly terlalu licik. Apapun bisa dia lakukan untuk meraih apa yang dia inginkan.


Rendra membutuhkan teman untuk melipur hatinya, dan dia langsung teringat dengan Sari. Kemudian Rendra langsung bergegas turun memanggil Sari..


"Sari... tolong buatkan aku kopi, antar ke ruang kerja yaa" teriak Rendra dan langsung mendapat jawaban dari Sari. Kebetulan Sari sedang membuat teh untuk dirinya sendiri.


Kemudian Sari bergegas membuatkan kopi dan mengantarkannya ke ruang kerja Rendra. Sari mengetuk pintu secara perlahan...tok...tok...tok...


"Masuk" kata Rendra dari dalam.


Sari membuka pintu dan masuk, lalu meletakkan secangkir kopi di meja kerja Rendra. Saat Sari hendak permisi untuk kembali ke belakang Rendra melarangnya.


"Kamu disini saja Sar, temani aku, aku butuh teman!" kata Rendra


"I...iya den" ucap Sari, dia menatap lelaki dihapannya itu, Sari merasa bahwa Rendra sedang tidak baik baik saja, raut wajahnya terlihat lesu. Saat Sari menatapnya Rendra juga menatap Sari, dan itu langsung membuat Sari mengalihkan pandangannya dan menjadi salah tingkah. Rendra sedikit tersenyum melihat tingkah Sari.


"Duduklah Sar, apa kamu tidak capek berdiri terus disitu?" tanya Rendra.


"Oh..i..iya den..." jawab Sari, dan kemudian duduk di kursi berhadapan dengan Rendra.


"perasaan apa ini, kok jadi deg deg an gini" batin Sari. Dia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat ketika duduk berhadapan dengan Rendra.


"Kamu kenapa Sar, kok gugup gitu!" tanya Rendra yang melihat Sari tampak gugup.


"Ti...tidak apa apa den, sa...saya hanya merasa tidak enak hati jika duduk disini" jawab Sari mencoba menyembunyikan kegugupannya.


"Santai aja Sar... emmm aku boleh cerita gak sama kamu?" tanya Rendra.


"Boleh den, silahkan cerita saja!" jawab Sari.

__ADS_1


"Aku lagi ada masalah nih sama Sherly" kata Rendra memulai cerita.


"Masalah apa den, bukannya setahu saya, den Rendra dan mbak Sari sudah tidak ada masalah apa apa lagi!" jawab Sari.


"Memang Sar, aku anggep kemarin masalahnya udah selesai, tapi ternyata belum, dan sekarang dia malah bikin masalah baru!" kata Rendra.


"Masalah apa lagi den kalau boleh tau!" tanya Sari ingin tahu.


"Tadi siang dia ngajak ketemu mama, terus dia mengarang cerita kalau dia lagi hamil... dan yang buat aku gak habis pikir dia bilang kalau aku yang udah ngehamilin dia" cerita Rendra.


"Kok bisa gitu den, itu sama saja kalau mbak Sherly sudah memfitnah den Rendra!" ucap Sherly.


"Maka dari itu, dan sekarang mama belum bisa percaya sepenuhnya sama aku. Aku bingung Sar harus membuktikan dengan cara apa biar mama percaya sama aku..


Karna dari cerita mama, Sherly bilang kalau dia bisa membuktikan dirinya memang beneran sedang hamil" jelas Rendra.


"itu namanya tes DNA...tapi Bener juga kamu Sar.. mungkin dengan cara itu semuanya bakalan terungkap, makasih yaa solusinya" kata Rendra.


"Iya den sama sama"kata Sari.


Rencananya besok Rendra akan melakukan tes DNA. Semakin cepat semakin baik. Dia tidak mau jika harus bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Dan Rendra juga harus secepatnya menyelesaikan masalah ini sebelum semua orang tau tentang kebohongan ini, dia harus menjaga nama baik dirinya dan nama baik kedua orang tuanya.


"Oh ya Sar aku boleh nanya gak sama kamu?" tanya Rendra.


"Boleh den silahkan" jawab Sari.


"Kamu udah punya pacar belum" tanya Rendra. Rendra berharap jawaban yang akan diberikan Sari adalah belum.


"Sa...saya tidak pernah pacaran den" jawab Sari jujur.

__ADS_1


Sari memang tidak pernah pacaran. Sejak kecil dia didik sangat baik oleh kedua orang tuanya, meskipun hidup dalam kemiskinan.


Bagi Sari dia harus bisa membahagiakan kedua orang tuanya terlebih dahulu sebelum menemukan kebahagiaannya sendiri.


"Serius kamu Sar. Kok bisa!" tanya Rendra heran. Sebab mana mungkin cewek secantik Sari tidak ada yang menyukai. Dia masih belum bisa percaya dengan jawaban Sari barusan.


"Iya den, saya serius, memang saya belum pernah pacaran, saya mau buat orang tua bahagia dulu den, kalau urusan itu belakangan, jodoh sudah ada yang mengatur den!" jelas Sari.


"Luar biasa kamu Sar, kamu memang anak yang sangat berbakti sama orang tua kamu" kata Rendra salut kepada Sari. Di samping itu perasaan Rendra juga senang karna Sari tidak mempunyai pacar. Mungkin kali ini pilihannya tidak salah. Dia berharap Sari adalah jodohnya.


"Biasa saja den, itu memang sudah menjadi kewajiban sebagai anak, membahagiakan orang tuanya" kata Sari, dia merasa malu dengan pujian yang dikatakan Rendra barusan untuknya.


"Oh ya Sar, aku minta kamu besok ikut yaa waktu tes DNA dirumah sakit biar kamu jadi saksi!" kata Rendra.


"Iya den, insyaallah!" jawab Sari singkat.


"Ya udah, sekarang kamu boleh kembali kebelakang, makasih yaa udah mau diajak cerita!" kaya Rendra.


"Sama sama den,saya permisi!" kata Sari kemudian langsung beranjak keluar dari ruang kerja Rendra menuju dapur.


Sari mempercepat langkahnya agar segera sampai dapur. Kemudian dia meletakkan nampan, kemudia. bergegas ke kamarnya.


"Kenapa perasaanku jadi deg deg an terus gini sih, Ya allah, apa mungkin perasaan ini suka dengan den Rendra....enggak....enggak... enggak mungkin. Ayo Sari, sadar diri kamu ini siapa, gak sepantesnya kamu punya perasaan terhadap majikan kamu sendiri. Lagian mana mungkin den Rendra mau sama kamu" Ucap Sari kepada dirinya Sendiri. Dia mencoba melawan perasaannya sendiri tapi tidak bisa.


Kemudian dia berbaring ditempat tidur,mencoba memejamkan matanya.


Butuh waktu agak lama untuk dia bisa tertidur nyenyak,karna mencoba menghilang perasaan yang dia rasakan....dan sampai akhirnya dia terlelap bersama mimpi indahnya.


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...

__ADS_1


__ADS_2