
Nico kini sudah sampai di cafe Blue. Setelah memarkir mobilnya dia masuk ke dalam cafe tersebut. Nico langsung menuju ke ruangan VVIP yang sudah dibooking oleh adiknya.
"Mana dia, katanya udah nunggu disini. Dasar anak tukang bohong, kebiasaan banget" kata Nico ngomel sendiri.
Lalu Nico duduk di kursi yang sudah disediakan., seraya menunggu kedatangan Naura dia memainkan ponselnya.
Naura turun dari bus, lalu berjalan masuk ke Cafe Blue. Naura merasa ragu untuk masuk ke dalam cafe, sebab setau dia cafe tersebut hanya didatangi oleh orang-orang kaya saja.
Setelah lama berfikir akhirnya Naura memberanikan masuk ke dalam cafe. Dan mencari ruangan yang sudah diberitahu oleh Santi.
"Ruangan VVIP? ini beneran gak sih si Santi ngasih tau ruangannya, kok ruangan VVIP" batin Naura setelah berada di depan pintu ruangan VVIP.
Naura membuka pintu tersebut secara perlahan, dirinya takut jika salah ruangan dan membuat dirinya malu sendiri.
Naura melihat seorang pria yang sedang bermain ponsel. Dengan hati-hati dia berkata...
"Permisi" ucap Naura.
Nico mendongakkan kepalanya saat mendengar sapaan Naura, lalu tersenyum kepada Naura.
Terlihat Naura mengucek matanya karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Naura sangat terkejut, apa dirinya sedang bermimpi, atau malah dia salah ruangan, pikirnya.
"Kak... kak Nico?" ucap Naura tak percaya.
"Iya, emm kamu temennya Santi bukan?" tanya Nico memastikan.
"Iy... iya kak... sa... saya temennya Santi" jawab Naura gugup.
"Silahkan masuk kalau gitu, apa kamu mau berdiri saja disitu" kata Nico.
"Tap... tapi kak, ini bener kakaknya Santi?" tanya Naura.
"Iya bener, saya kakaknya Santi" jawab Nico.
__ADS_1
Astaga! Jantung Naura serasa berhenti berdetak, jadi selama ini Santi membohongi dan menutupi semua darinya. Tapi bagaimana bisa. Ini seperti mimpi, batin Naura.
"Kok malah bengong disitu, duduklah" kata Nico.
Naura pun duduk di hadapan Nico. Jantungnya berdetak secara tak beraturan. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan idolanya hari ini dengan cara yang sangat tak terduga.
Haruskah dia senang, takut atau malah khawatir. .
"Nama kamu siapa?" tanya Nico.
"Naura kak" Jawa Naura malu.
Nico sejenak memperhatikan Naura. Gadis polos, lembut, cantik dan apa adanya, itulah yang Nico lihat.
Tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Permisi tuan, nona... maaf mengganggu... silahkan mau pesan apa?" tanya pelayan., seraya menyerahkan buku menu kepada Naura dan Nico
"Kamu mau pesan apa Ra?" tanya Nico.
"Terserah kak Nico saja" jawab Naura akhirnya menyerah dengan pencariannya di buku menu.
"Kalau gitu, saya pesan steak sama coffe milk 2" kata Nico.
"Baik, kalau begitu saya permisi" kata pelayan tersebut, lalu pergi keluar dari ruangan.
Setelah kepergian si pelayan, terlihat Naura dan Nico hanya diam, tak ada pembicaraan diantara mereka. Naura yang gugup dibuat semakin gugup dengan situasi seperti itu.
Sedangkan Nico terlihat memainkan ponselnya.
Tak berapa lama kemudian, pesanan mereka pun datang.
"Silahkan tuan, nona. Selamat menikmati" kata pelayan, lalu pergi.
__ADS_1
"Ayo Ra dimakan dulu steak nya, pasti kamu belum sarapan kan" kata Nico.
"Iy... iya kak" ucap Naura.
Mereka pun menikmati hidangannya. Namun Naura masih belum bisa percaya dengan apa yang dialaminya sekarang. Sehingga makanannya pun terasa hambar di lidahnya.
"Emm.. maaf kak Nico, apa benar kakak ini adalah kakaknya Santi?" tanya Naura memberanikan diri.
"Benar Ra, masak aku bohongin kamu sih, kalau gak percaya tanya aja sama Santi sendiri" jawab Nico.
"Emangnya Santi gak pernah cerita sama kamu?" tambah Nico.
"Enggak kak, dia gak pernah cerita tentang keluarganya" jawab Naura.
"Oh, begitu" ucap Nico.
"Kak Nico hari ini gak kerja?" tanya Naura yang sudah mulai terbiasa dengan Nico.
"Hari ini aku libur, sebenernya sih niatnya pengen istirahat dirumah, tapi Santi pagi-pagi udah teriak-teriak ngebangunin aku" jelas Nico.
"Pasti dia nyuruh kakak buat ketemu sama aku ya" tebak Naura.
"Iya" ucap Nico seraya tersenyum.
"Maaf yaa kak, aku sendiri juga gak tau, Tiba-tiba aja Santi juga nyuruh aku buat kesini ketemu sama kakak. Lebih baik setelah ini kita pulang saja, biar kakak bisa istirahat di rumah" kata Naura menjadi tak enak hati.
"Kenapa kamu minta maaf, kamu kan gak salah apa-apa. Lagian aku juga seneng kok bisa kenal dan ketemu sama kamu" kata Nico.
Memang pada kenyataannya Nico senang dengan pertemuannya bersama Naura. Baginya Naura berbeda dengan perempuan-perempuan lainnya yang banyak dia temui. Naura adalah perempuan yang lembut, apa adanya dan sangat sopan, terlebih lagi dia memiliki wajah yang cantik natural. Itulah yang membuat Nico merasa tertarik dengan Naura.
"Setelah ini kita jalan-jalan, oke, habisin dulu makanannya" ajak Nico.
Naura terlihat tersenyum malu. Dia tidak menyangka bahwa sosok Nico adalah seseorang yang ramah, baik dan tidak sombong. Tidak salah jika selama ini Naura mengidolakannya.
__ADS_1
Merekapun kembali menikmati makanannya....
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊