
Hari menjelang sore. Bus yang ditumpangi sari akhir nya sampai di tempat tujuan. Bus berhenti di terminal. Jam menunjukkan pukul 5 sore, perjalanan yang harusnya 5 jam, menjadi lebih karna kemacetan.
Sari dan bu marni turun dari bus, sebelum mereka melanjutkan perjalanan pulang ke kost, mereka mampir terlebih dahulu ke warung soto yang ada di sekitar terminal. Perut mereka terasa sangat lapar, karna tadi hanya di ganjal dengan roti.
Setelah mereka duduk di warung dan memesan makananya, sari menanyakan tempat kost bu marni.
"Kost nya bu mar apa masih jauh dari sini?"
"Masih lumayan jauh sar, nanti kita naik angkot aja pulang ke kost.. sekarang kita makan dulu ngisi perut yang keroncongan dari tadi" kata bu marni sambil memegangi perut nya.
Tak perlu menunggu lama, akhir nya pesanan mereka pun datang, 2 porsi soto ayam dan 2 gelas es teh manis.
Sari dan bu marni, makan dengan sangat lahap.. Perut mereka memang sudah benar-benar keroncongan. Dalam sekejab makanan mereka telah habis. Rasa kenyang akhir nya menghampiri mereka.
Setelah selesai makan dan membayar nya, mereka pergi mencari angkutan umum.
Tidak sulit mencari nya. Masih sore seperti ini ada beberapa angkutan umum yang masih ngetem menunggu penumpang di sekitar terminal.
Dalam perjalanan pulang, di dalam angkot sari bertanya kepada bu marni.
"Apa masih jauh bu nyampe nya?"
"Sebentar lagi sampai kok sar, memang nya kenapa?" tanya bu marni balik.
"Sari pengen mandi bu, rasa nya badan sari udah pada lengket, gak betah" kata sari cengengesan sambil memegangi tubuh nya.
"Saya kira kenapa.. sabar, tunggu sebentar lagi, gak nyampe 5 menit kok! " kata bu marni.
Tidak sampai 5 menit akhir nya mereka pun sampai di tempat kost bu marni.. Dari jalan mereka turun dari angkot, mereka masih berjalan memasuki gang sekitar 100 meter. Dan sampailah di kost bu marni.
Bu marni langsung mempersilahkan sari masuk.. Di dalam kos yang kecil hanya ada 1 kasur, 1 lemari, 1 meja dan terdapat kamar mandi.
__ADS_1
"Ayo sari masuk, kata nya kamu pengen mandi, tapi maaf yaa, kost nya kecil" kata bu marni sambil meletakkan barang bawaannya di lantai.
" Gak apa\-apa bu, malah terlihat nyaman kalau menurut sari. Ya sudah sari mau langsung mandi dulu yaa bu" kata sari.
Kemudian mengambil baju ganti di dalam tas nya,dan pergi ke kamar mandi.
Bu marni sudah lama tinggal sendiri di kost tersebut. Semenjak dia pertama kali datang ke jakarta. Sama seperti sari, bu marni pun tak punya sanak saudara di sini, hanya sendiri berjuang untuk menafkahi keluarga nya yang berada di kampung.
Pekerjaan bu marni memang tidak mengharuskan tidur di tempat nya bekerja. Bos nya memperbolehkan, pulang atau pun tidur di kerjaan. Tapi bu marni lebih memilih untuk pulang saja ke kost, karna lebih leluasa.
Tak berapa lama sari telah selesai mandi. Badan nya sekarang terasa lebih segar dan nyaman. Bersamaan dengan waktu adzan maghrib yang telah berkumandang, sari segera mengambil mukena yang masih berada dalam tas, kemudian menunaikan ibadah nya, sebelum nya sari sudah ber wudhu bersamaan dengan mandi nya tadi.
Lalu gantian bu marni yang mandi, karna juga sudah merasa tak nyaman dengan badannya sendiri.
Setelah semua nya sudah beres,dari mandi,sholat dan merapikan pakaian masing-masing. Bu marni dan sari merebahkan tubuh nya di atas kasur yang berada di lantai karna memang kost nya tidak menyediakan ranjang. Kasur tersebut cukup. besar, cukup untuk menampung tubuh sari dan bu marni.
Sambil berbaring mereka saling ngbrol dan berbagi cerita.
"Kalau boleh tau bu marni tinggal di mana?" tanya sari
"Ibu tinggal di desa watu kulon, kalau kamu?" tanya bu marni balik.
"Kamu di rumah tinggal sama siapa saja sar, dan kenapa kamu mencari pekerjaan disini, apa kah di sana tidak ada pekerjaan sar?" tanya bu marni bertubi\-tubi.
"Saya di desa tinggal sama orang tua bu, saya anak tunggal,jadi di rumah cuma bertiga. Sebelum saya ke sini saya bekerja berjualan tahu di pasar bu, Tapi karna penghasilan tak menentu dan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari\-hari,akhir nya saya berniat pergi ke sini mencari pekerjaan". jelas sari panjang lebar.
"Kamu memilih jalan yang benar sar, niat kamu bagus, kamu masih muda,dan masa depan kamu masih panjang, kamu harus menggapai cita\-cita dan impian kamu. Buat orang tua kamu bangga, Allah memberi rejeki bisa dari mana dan kapan saja". kata bu sari memberi semangat.
"Insyaallah bu, sari akan berjuang meskipun sari belum tau harus mencari pekerjaan di mana, tapi besok sari akan berusaha mencari pekerjaan. Doain sari ya bu!" kata sari
__ADS_1
"Pasti bu mar doain. Dulu ibu juga seperti kamu, dateng ke sini belum tau mau kerja di mana, dengam modal nekad dan berusaha,berdoa, akhir nya ibu dapat pekerjaan, meskipun jadi seorang pembantu rumah tangga, tapi ibu merasa nyaman dan senang, karna dari hasil kerja selama 5 tahun ini, ibu bisa menyekolahkan anak\- anak dan memenuhi kebutuhan mereka" cerita bu marni panjang lebar.
"Bu mar hebat, wonder womenlah pokok nya,sari salut sama ibu... sari juga mau semangat kayak bu mar" seru sari sambil memberikan 2 jempol kepada bu marni.
"Harus semangat dong.. karna dengan semangat kita tidak akan merasa lelah dengan beban yang kita tanggung" kata bu marni.
"Siapp bu mar"....
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Suara adzan isya pun sudah mulai terdengar. Sari segera bangun untuk mengambil air wudhu.
Setelah melaksanakan sholat, bu marni menawarkan makan kepada sari
" Sar kamu mau makan tidak... kalau mau, ibu belikan nasi goreng depan" tawar bu marni.
"Tidak usah bu, sari masih kenyang makan soto di terminal tadi. Kalau bu mar mau beli, saya tidak usah saja" kata sari
"Saya juga masih kenyang sar. Saya nawarin kamu,takut nya nanti kamu lapar sedang kan saya tidak punya makanan ataupun cemilan apa\-apa, ada nya tuh cuma air minum" jelas bu marni sambil menunjuk air galon di depan nya.
"Bu mar gak usah khawatir, nanti kalau sari lapar, sari bisa kok cari makan di luar sendiri. lagian nih, masih ada roti yang sari beli di pom tadi" kata sari seraya menunjukan 2 bungkus roti.
"Ya sudah kalau gitu... saya tidur duluan ya sar, capek banget rasa nya. Kamu juga buruan tidur,besok kan kamu kata nya mau cari kerja" kata bu marni.
"Iyaa bu, sari juga udah ngantuk.. mafi tidur bu mar" ajak sari.
Akhir nya mereka pun tidur dengan nyenyak... Dan hari esok telah menunggu mereka untuk berjuang melawan keras nya hidup di perkotaan.
MAAF YA KAKAK-KAKAK KALAU DALAM PENULISAN NOVEL SAYA ISI NYA KURANG MENARIK ATAU PUN KURANG NYAMBUNG.
__ADS_1
SAYA BARU PERTAMA KALI NULIS NOVEL DAN BENER-BENER MASIH PEMULA. JADI MOHON KEMAKLUMANNYA.🙏****