Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
part 138


__ADS_3

Setelah satu jam berjalan kaki untuk mencari tempat menginap, akhirnya merekapun mendapat hotel. Memang bukan hotel bintang lima, namun mau tidak mau Nico harus menginap di hotel yang bukan kelasnya.


"Alhamdulillah kak, itu ada hotel" kata Naura senang, seraya menunjuk ke arah hotel.


"Iya Ra, akhirnya kita nemuin hotel juga., yuk langsung kesana" ajak Nico.


"Eh kak, tapi bagaimana dengan mobil kak Nico?" tanya Naura yang ingat dengan mobil Nico.


"Tidak apa-apa Ra, besok aku akan telfon orang bengkel buat derek mobilnya, untuk malam ini biarkan ditempat itu, aman kok" jelas Nico.


"Oh, yaudah kalau gitu kak" ucap Naura.


Saat memasuki halaman Hotel, terlihat banyak kendaraan yang terpakir di tempat parkiran. Nico khawatir jika nanti hotelnya ternyata sudah penuh.


"Permisi tuan, nona, ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis


"Saya mau pesan dua kamar untuk malam ini" jawab Nico.


"Tunggu sebentar, saya lihat dulu apakah masih ada kamar yang kosong atau tidak" kata resepsionis.


Sang resepsionis lalu melihat ke layar komputer untuk mengecek kamar yang masih kosong.


"Mohon maaf tuan, kamar yang kosong hanya tinggal satu saja" kata resepsionis.


Sejenak Nico berpikir. Jika dia tidak mengambil kamar tersebut lalu mereka akan tidur dimana. Akhirnya Nico memutuskan untuk mengambil kamar tersebut.


"Yaudah saya ambil" ucap Nico.

__ADS_1


"Ini kunci kamarnya tuan, terimakasih" kata resepsionis seraya menyerahkan kunci kamar kepada Nico.


Naura mengikuti langkah Nico dari belakang. Setelah sampai kamar yang mereka tuju, mereka berdua pun masuk ke dalam.


"Maaf Naura, dengan terpaksa malam ini kita tidur satu kamar, sebab hanya tinggal sekamar saja. Tapi kamu tidak usah khawatir, aku akan tidur di sofa dan kamu tidur di kasur" jelas Nico.


"Kak Nico tidak perlu meminta maaf. Justru aku malah merasa bersalah karena hari ini kakak menemui aku, akhirnya malah jadi seperti ini" sesal Naura.


"Tidak ada yang salah dalam hal ini Ra.. lupakan saja, anggap saja kita sedang liburan" kata Nico.


"Hehe, kak Nico bisa aja, yaudah aku mau bersih-bersih dulu ya kak" kata Naura.. lalu beranjak menuju kamar mandi.


Nico mengambil ponsel dari sakunya, dia berniat memesan makanan online untuk makan malam.


Setelah memesan, Nico merebahkan tubuhnya diatas shofa.


"Kak Nico" panggil Naura pelan.


"Hm... kenapa Ra?" tanya Nico.


"Kakak mau mandi tidak, aku sudah selesai" kata Naura.


"Iya.. nanti kalau ada yang anter makanan kamu Terima ya, aku pesen tadi buat kita makan malam" kata Nico.


"Iya kak" ucap Naura.


Nico pun beranjak dari shofa lalu berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Ya Allah Naura, mimpi apa kamu semalem bisa berada satu kamar sama Nico Wijaya. Ayo Naura bangun dari mimpi kamu.....


awww... sakitt, , tapi ini kenyataan dan bukan mimpi" lirih Naura berbicara sendiri.


Dirinya benar-benar tidak menyangka dengan apa yang terjadi hari ini. Bertemu dengan idolanya,makan bareng, jalan bareng lalu ini sampai satu kamar juga. Sungguh hal yang tidak pernah Naura bayangkan.


Tak berapa lama, terdengar ketukan pintu dari luar, Naura segera membukanya, ternyata seorang pelayan yang mengantarkan makanan pesanan Nico tadi.


"Selamat malam nona, ini pesanannya" kata pelayan tersebut.


"Terimakasih" ucap Naura.


"Sama-sama. saya permisi" kata pelayan, lalu pergi.


Naura membawa masuk ke dalam, lalu menyajikannya diatas piring, setelah itu dia menata makanan tersebut diatas meja dan menunggu sampai Nico selesai mandi.


10 menit kemudian Nico telah selesai mandi, lalu menghampiri Naura yang tengah duduk dengan makanan dihadapannya.


"Kok kamu gak makan duluan Ra?" tanya Nico.


"Aku nungguin kak Nico" jawab Naura.


"Harusnya kamu makan duluan saja, tidak perlu menungguku" kata Nico.


"Tidak apa-apa kak" kata Naura.


Merekapun menyantap makan malam bersama. Terasa sedikit cangggung bagi Naura, sebab baru pertama kali ini dirinya makan malam berdua dengan seorang pria dalam satu kamar...

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊


__ADS_2