
Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB... Restoran Sari sudah tutup. Seperti biasa semua menu telah habis. Padahal hari ini, Sari telah menambah bahan baku lebih banyak. Sebagai hadiah untuk semua pegawainya, Sari memberikan mereka bonus uang, karena hari ini mereka bekerja dengan sangat baik. Dan keuntungan yang Sari peroleh hari ini lumayan banyak.
Sebelum para pegawainya pulang Sari mengumpulkan pegawainya. Sari memberikan mereka amplop satu persatu yang berisi uang 500 ribu rupiah. Wajah sumringah langsung menghiasi wajah mereka setelah menerima amplop dari Sari.
Mereka semua mengucapkan terimakasihnya lalu beranjak pulang, meskipun lelah dan capek.. tapi semua itu telah terobati dengan pemberian dari sang bos.
"Alhamdulillah... terimakasih ya Allah... engkau telah memudahkan jalan hamba dalam mencari rejeki dijalanmu.. Semoga Engkau selalu memberkahi setiap jalan kami.. Amin..." Doa Sari, setelah semua para pegawainya pulang.
Kemudian Sari mencoba menelevon Rendra, untuk menanyakkan apakah dirinya sudah pulang atau belum.
Televon pun tersambung..
"Assalamualaikum mas" ucap Sari.
"Waalaikumsalam... ada apa sayang?" tanya Rendra.
"Mas udah mau pulang belum,. resto aku udah tutup.. kalau mas masih banyak pekerjaan dikantor aku pulang naik taksi aja!" kata Sari.
"Jangan sayang, bentar lagi aku pulang kok, kamu tunggu disitu yaa!" pinta Rendra.
"Iyaa mas, yaudah kalau gitu... hati hati... assalamualaikum.." kata Sari.
"Waalalikum salam.... " balas Rendra.
Setelah sambungan televonnya berakhir, lalu Sari menunggu Rendra menjemputnya.
Hampir satu jam menunggu akhirnya Rendra datang.
"Sayang maaf,nunggu lama yaa!" kata Rendra yang telah masuk diruangan istrinya.
"Tumben kok lama banget mas!" tanya Sari.
"Jalanan macet tadi yang!"jelas Rendra.
"Yaudah mas, pulang sekarang yuuk!" ajak Sari.
Kemudian mereka berjalan menuju pintu keluar, lalu menguncinya. Setelah itu mereka menaiki mobil dan beranjak untuk pulang.
"Mas kita mampir ke toko buah dulu yuuk!" ajak Sari
"Mau beli buah apa sayang, kan dirumah ada banyak buah!" kata Rendra.
"Aku pengen beli mangga yang muda mas!" kata Sari.
"Apa.... kamu lagi ngidam yaa sayang...kok pengennya mangga muda!"kata Rendra sedikit terkejut dengan permintaan istrinya.
"Gak tau nih mas, tiba tiba pengen makan mangga muda aja!" kata Sari.
"Yaudah kita cari toko buah... sabar dulu yaa anak papa!" kata Rendra seraya mengelus perut Sari.
Beberapa saat kemudian mereka menemukan toko buah... Rendra turun dari mobilnya, sedangkan Sari tetap berada didalam mobil, sebab Rendra tidak memperbolehkan istrinya untuk keluar dari mobil.
"Ini sayang mangga mudanya!" kata Re dra seraya menyerahkan kantong plastik yang berisi mangga muda.
__ADS_1
"Makasih mas... gak sabar pengen cepet cepet makan!" kata Sari seraya melihat isi dari kantong plastiknya.
"Sabar sayang, bentar lagi juga sampai rumah kok!" kata Rendra.
Setelah sampai rumah, Sari menyerahkan mangga mudanya kepada bi Sri... Sebelum dia makan mangga mudanya,Sari dan Rendra berniat untuk mandi dan sholat terlebih dahulu.
"Ayuk mas, kita ke bawah, aku udah gak tahan pengen makan mangga!" kata Sari setelah selesai sholat.
"iya sayang, kamu turun aja duluan nanti mas nyusul.. aku mau bales email dulu dari rekan kerja!" kata Rendra.
"Yaudah, jangan lama lama ya mas!" kata Sari,lalu beranjak turun kebawah menuju ruang makan.
"Bi, bi Sri...!" Seru Sari memanggil pembantunya seraya berjalan ke arah dapur.
"Iyaa non...!"jawab bi Sri.
"Bi tadi mangganya mana, aku mau makan!" tanya Sari.
"Ada non dikulkas, sudah saya bersihkan dan kupaskan sekalian, jadi non bisa langsung makan!" jawab bi Sri, lalu beranjak mengambilkan mangganya yang berada di kulkas.
"Makasih yaa bi... ohya mbak Asih kemana bi?" tanya Sari.
"Ada non dikamarnya, lagi beberes non, katanya besok mau pulang kampung, nengokin keluarganya!" jelas bi Sri.
"Lho kok saya baru tau bi" tanya Sari.
"Sebenarnya udah punya rencana lama non kalau mau pulang kampung!" jawab bi Sri
"Yaudah kalau gitu, aku kekamar mbak Asih dulu yaa bi... bibi mau mangganya tidak!" tanya Sari.
"Bi Sri ini lucu juga yaa... yaudah kalau gak mau, aku bawa semuanya yaa... makasih lagi yaa bu udah dikupasin,hehe!" kata Sari seraya berjalan menuju kamar Asih.
Bi Sri yang melihat Sari hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Mbak Asih!" panggil Sari setelah sampai didepan pintu kamar Asih.
"Iya Sari, masuk aja!" jawab Asih dari dalam.
"Mbak, mau kemana kok masuki baju ke dalam tas?" tanya Sari pura pura tidak tahu.
"Aku mau pulang kampung Sar, kangen sama anak anak, udah lama gak pulang kampung!" jawab Asih.
"Kok mendadak banget mbak!" kata Sari.
"Sebenarnya gak mendadak Sar... kemarin lusa aku udah bilang sama nyonya Lestari kalau mau ambil cuti buat pulang kampung" jelas Asih.
"Kok gak bilangin aku sih mbak!" kata Sari sedih.
"Rencananya tadi juga mau bilang Sar, eh gak taunya kamu malah udah dateng kesini!" kata Asih.
"Terus berapa hari mbak pulang kampungnya?" tanya Sari.
"Cuma seminggu Sar!" jawab Asih.
__ADS_1
"Yaudah, kalau gitu mbak tunggu sini, jangan kemana mana sebelum aku dateng lagi kesini!" kata Sari, lalu beranjak menuju pintu keluar.
"Mau ngapain Sar. Aku harus nyiapin makan malam bentar lagi!" seru Asih.
Sari tidak menghiraukan kata kata Asih, dia terus saja berjalan menuju ke kamarnya.
setelah masuk kamar, disana masih ada Rendra yang terlihat sibuk dengan handohone ditanganya.
Rendra yang heran melihat Sari, yang tiba tiba datang dan langsung menuju laci meja riasnya.
"Kenapa sayang, kok buru buru gitu?" tanya Rendra penasaran.
"Mau ambil uang mas buat mbak Asih, katanya dia besok mau pulang kampung!" jelas Sari.
"Kamu mau memberi bi Asih uang yang?" tanya Rendra kembali.
" Iyaa mas, gak papa kan!" kata Sari seraya menghitung uang yang akan diberikan kepada Asih.
"Gak papa donk sayang... kasih aja!" kata Rendra.
"Kalau segini gimana mas?" tanya Sari seraya memperlihatkan uang yang dipegangnya.
"Terserah kamu yang...mau berapapun nominalnya yang penting ikhlas!" kata Rendra seraya menyentuh dagu istrinya.
"Yaudah, aku ke mbak Asih dulu yaa mas... mas buruan turun yaa, kita makan malam!" kata Sari,lalu beranjak keluar kamar dan menuju ke kamar Asih kembali.
"Mbak Asih, ini buat keluarga mbak dikampung, buat anak anak mbak Asih!" kata Sari setelah sampai dan duduk disebelah Asih, seraya memberikam amplop berwarna coklat kepada Asih.
"Apa ini Sar.... kamu tidak usah repot repot segala... aku udah dikasih sama nyonya kok tadi sekalian sama uang gaji aku!" jelas Asih
"Gak apa apa mbak, pemberian aku sama mama beda.. aku ngasih buat anak anak mbak, mungkin gak seberapa, yang oenting bisa buat mereka beli apa yang mereka mau... tolong diterima yaa mbak!" jelas Sari.
"Ya Allah Sar, tapi ini banyak sekali!" kata Asih kaget setelah membuka dan melihat isi amplopnya
"gak apa apa mbak... diterima yaa!" kata Sari.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak Sar.. kamu memang wanita yang sangat baik... beruntung sekali den Rendra dapetin wanita sebaik dan pemurah seperti kamu!" kata Asih seraya memeluk Sari.
"Sama sama mbak... titip salam yaa buat keluarga mbak!" kata Sari.
"Iya Sar, pasti!" kata Asih, lalu melepaskan pelukannya.
"Yudah kalau gitu aku kedepan dulu yaa mbak, mungkin mas Rendra udah nungguin diruang makan sama papa mama... mangganya aku bawa lagi yaa mbak,hehe!" kata Sari.
"Iya sar, ini kan memang punya kamu.. ternyata kamu lagi ngidam yaa!" kata Asih.
"Kayaknya sih iyaa mbak!" ucap Sari.
"Yaudah kalau gitu kita kedepan sama sama, aku juga mau nyiapin makan malam Sar!" kata Asih.
Kemudian mereka berjalan kedepan...
Ternyata Rendra sudah menunggunya diruang makan... sedangkan pak yudi dan bu Lestari belum ada.
__ADS_1
Asih dan bi Sri segera menyajikan makan malam di meja makan sebelum tuan dan nyonya besarnya datang..
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...